Berita
Dosen dan Mahasiswa UMP Edukasi Siswa SD Cegah Kecacingan Melalui Skrining Kuku dan Cuci Tangan
Rabu 22 Juli 2026      Berita
Dosen dan Mahasiswa UMP Edukasi Siswa SD Cegah Kecacingan Melalui Skrining Kuku dan Cuci Tangan
Purwokerto –  Sebagai bentuk implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, tim dosen Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medik, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk "Implementasi Skrining Kuku dan Edukasi Higienis Tangan sebagai Strategi Inovatif Pencegahan Infeksi Kecacingan di Lingkungan Sekolah Dasar." Kegiatan yang diketuai oleh Defi Nurul Hayati, S.Tr.A.K., M.Kes. ini berkolaborasi dengan mahasiswa dan dilaksanakan di SD UMP dengan melibatkan 70 siswa kelas V sebagai peserta.
 
Kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai penyakit kecacingan, meliputi penyebab, cara penularan, dampak terhadap kesehatan, serta langkah-langkah pencegahannya. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga siswa lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan diri sebagai upaya pencegahan penyakit sejak usia dini.
 
Selanjutnya, tim melaksanakan skrining kebersihan kuku yang dipadukan dengan wawancara menggunakan kuesioner untuk mengetahui kebiasaan siswa dalam menjaga kebersihan tangan dan kuku. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi serta praktik langsung Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sesuai enam langkah yang benar sehingga siswa dapat mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
 
Hasil skrining menunjukkan capaian yang menggembirakan. Sebanyak 38 siswa (54,3%) memiliki kebersihan kuku kategori baik, 12 siswa (17,1%) kategori cukup, dan 20 siswa (28,6%) kategori kurang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa indikator keberhasilan program telah tercapai, yaitu lebih dari 50 persen peserta memiliki kebersihan kuku dalam kategori baik.
 
Menurut ketua tim Defi Nurul Hayati, S.Tr.A.K., M.Kes. kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga membentuk kebiasaan hidup bersih melalui praktik langsung.
 
 "Pencegahan kecacingan harus dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menjaga kebersihan kuku dan mencuci tangan menggunakan sabun pada waktu-waktu penting. Apabila kebiasaan ini diterapkan secara konsisten sejak usia sekolah, risiko infeksi kecacingan dapat ditekan secara signifikan," ujarnya.
 
Lebih lanjit Defi menambahkan, meskipun target program telah tercapai, hasil kegiatan juga menunjukkan bahwa masih terdapat sekitar 45,7 persen siswa yang memerlukan pendampingan lebih lanjut dalam penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. 
 
"Oleh karena itu, keterlibatan sekolah, orang tua, dan tenaga pendidik menjadi faktor penting agar kebiasaan positif tersebut dapat terus dipraktikkan di lingkungan sekolah maupun di rumah," tegasnya. 
 
Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Purwokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah melalui program pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
 
Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai upaya membangun budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah serta mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan bebas dari infeksi kecacingan. (*/Chy)
Berita Terkait

Tidak ada artikel terkait