.jpeg)
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dipadukan dengan Forum Ta'aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) di SD Muhammadiyah Danaraja berlangsung berbeda tahun ini. Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melalui Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) menghadirkan mahasiswa internasional asal Palestina dan Sudan untuk berinteraksi langsung dengan para peserta didik baru, menghadirkan nuansa pendidikan global sejak hari pertama sekolah.
Delegasi dari Program Magister Pendidikan Agama Islam UMP menjelaskan bahwa pendidikan dasar merupakan fase strategis untuk menanamkan nilai toleransi, kepedulian kemanusiaan, serta kesiapan menghadapi masyarakat global. Kehadiran mahasiswa internasional menjadi media pembelajaran yang nyata agar peserta didik mengenal keberagaman budaya dan memahami bahwa persahabatan dapat terjalin tanpa mengenal batas negara.
Mahasiswa asal Palestina membagikan pengalaman tentang semangat belajar dan pentingnya menjaga harapan di tengah berbagai tantangan, sementara mahasiswa asal Sudan memperkenalkan budaya, bahasa, dan kehidupan masyarakat negaranya. Antusiasme siswa terlihat ketika mereka berkesempatan berdialog, mengajukan pertanyaan, hingga mencoba mengucapkan salam dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris.
Ketua Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam UMP, Assoc. Prof. Dr. Darodjat, M.Ag., menegaskan bahwa internasionalisasi pendidikan tidak harus menunggu peserta didik memasuki perguruan tinggi.
"Wawasan internasional perlu dikenalkan sejak pendidikan dasar. Anak-anak perlu memahami bahwa mereka adalah bagian dari masyarakat dunia yang harus menghargai perbedaan, membangun persahabatan global, serta memiliki kepedulian terhadap sesama manusia. Nilai-nilai Islam mengajarkan persaudaraan universal yang harus ditanamkan sejak dini," ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah Muhammadiyah, dan mahasiswa internasional merupakan implementasi nyata program Kampus Berdampak, di mana kehadiran perguruan tinggi memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penguatan pendidikan karakter dan pengembangan kompetensi global peserta didik.
Kepala SD Muhammadiyah Danaraja Nur Maziyyatin,S.Pd, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai pengalaman belajar bersama mahasiswa internasional menjadi momen yang sangat berharga bagi siswa karena mampu menumbuhkan rasa percaya diri, rasa ingin tahu, serta semangat untuk belajar lebih luas mengenai dunia.
"Kegiatan MPLS–FORTASI tahun ini sekaligus menunjukkan komitmen Muhammadiyah dalam membangun pendidikan yang berorientasi global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan," ungkapnya.
Program ini sejalan dengan semangat FORTASI Muhammadiyah yang menekankan penguatan karakter, pembiasaan positif, serta penciptaan lingkungan belajar yang ramah dan inspiratif bagi peserta didik baru. (*/Chy)
Tidak ada artikel terkait