FIKES UMP Gelar Konferensi Internasional ke-7, Dorong Transformasi Kesehatan Global Berbasis Teknologi
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FIKES UMP) kembali menegaskan posisinya di kancah global dengan menyelenggarakan 7th International Nursing and Health Sciences Conference. Digelar pada Selasa, 14 Juli 2026, acara akademik berskala internasional ini mengangkat tema yang sangat relevan dengan tantangan medis masa kini, yakni "An Integrated Framework for Health Transformation Based on Technology, Prevention, and Patient-Centered Care".
Konferensi internasional bergengsi ini turut menggandeng berbagai institusi dan mitra global terkemuka, di antaranya Vanlang University, Metro Pacific Health, hingga UNSW Sydney. Untuk memperkaya wawasan akademik dan praktis, acara ini menghadirkan lima pembicara ahli lintas benua, diantaranya Annabelle R Borromeo, PhD, MHA, RN, CNS (Filipina), Lindelwa Portia Dlamini, PhD, MSC, BNSc (Eswatini), Anthony Sunjaya, MD, PhD, SM, M. Sc. Internal Med (Australia), Prof. Le Nguyen Quoc Khanh (Taiwan), Ns. Vivi Leona Amelia, S. Kep., M. Kep., PhD (Indonesia). Presenter oral berjumlah 97 orang yang berasal dari Indonesia, Vietnam, Phillipines, Malaysia, Sri Lanka, Myanmar, & United Kingdom.
Mengawali acara, Ketua Panitia Kurnia Ritma Dhanti, M. Biotech., memberikan laporan komprehensif mengenai pelaksanaan kegiatan. Ia menjelaskan bahwa konferensi tahun ini dirancang sebagai wadah pertukaran ide lintas disiplin yang mempertemukan akademisi, praktisi klinis, dan peneliti. Fokus utamanya adalah meramu strategi inovatif untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan berbasis bukti empiris dan kemajuan teknologi mutakhir.
"It is a profound honor to welcome delegates and esteemed experts from across the globe. Through this collaborative platform, we aim to translate cutting-edge scientific discussions into actionable preventive measures and innovative care strategies that truly prioritize the patient's well-being and elevate the standard of nursing and health sciences globally," ujar Kurnia.
Menyambung laporan tersebut, Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, dalam sambutan pembukanya menyoroti urgensi adaptasi dan kolaborasi lintas negara di era modern. Beliau menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi pelopor dalam merumuskan solusi atas krisis kesehatan global. Hal ini, menurutnya, dapat dicapai dengan memaksimalkan potensi teknologi medis dan memprioritaskan pendekatan pencegahan penyakit yang berpusat pada kebutuhan pasien secara menyeluruh.
"We are standing at a critical juncture in global healthcare, where technological integration and patient-centered care are no longer optional, but imperative. This conference serves as a monumental catalyst for us to break down geographical barriers, share groundbreaking research, and collectively forge a resilient, integrated framework for health transformation that will ultimately benefit societies worldwide," tegas Prof. Dr. Jebul Suroso.
Kehadiran para pakar pada INHS ke 7 ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi strategis bagi kemajuan tata kelola dan transformasi dunia kesehatan di masa depan. (Rhn/Chy)