Sinergi Bank Indonesia Purwokerto dan Halal Senter UMP Perkuat Ekosistem Halal melalui Pelatihan Penyelia Halal di Banyumas Raya
PURWOKERTO – Komitmen memperkuat ekosistem halal di wilayah Eks Karesidenan Banyumas terus diwujudkan melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto bersama Lembaga Pelatihan Sentra Halal Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menyelenggarakan Pelatihan Penyelia Halal bagi Pendamping Proses Produk Halal (P3H), Pendamping UMKM, dan Penyuluh di Hotel Surya Yudha Purwokerto, Rabu–Kamis 22–23 Juli 2026.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Semarak Festival Ekonomi Syariah Eks Karesidenan Banyumas (SELARAS) 2026 ini diikuti sekitar 40 peserta dari berbagai unsur yang berperan dalam pengembangan industri halal. Hadir dalam pelatihan tersebut perwakilan Pendamping Proses Produk Halal (P3H), pendamping UMKM, Halal Centre UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Halal Centre Universitas Jenderal Soedirman, ASPIKMAS, penyuluh KUA, Kementerian Agama, Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Dinpertan, Universitas Telkom, LP3H Ya Bakii, serta berbagai instansi lain dari wilayah Banyumas Raya.
Kepala Unit Pelaksanaan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif, dan Syariah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Ibu Lintang Anggareni, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa penguatan ekosistem halal membutuhkan kolaborasi yang erat antara regulator, akademisi, pendamping, dan pelaku usaha.
Menurutnya, penyelia halal memiliki posisi yang sangat strategis dalam memastikan implementasi Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) berjalan secara konsisten sehingga mampu meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas daya saing produk halal Indonesia.
"Kami berharap pelatihan ini mampu melahirkan sumber daya manusia yang kompeten dalam mendampingi pelaku usaha memenuhi standar halal, sehingga semakin banyak produk UMKM yang memiliki sertifikat halal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas," ungkapnya.
Setelah pembukaan, peserta memperoleh materi mengenai Peran Bank Indonesia dalam Mendorong Penguatan Ekosistem Halal yang disampaikan oleh Bapak M. Ikhwan Cahyono dari Unit Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif, dan Syariah Bank Indonesia Purwokerto.
Dalam paparannya dijelaskan bahwa Bank Indonesia tidak hanya berperan dalam menjaga stabilitas moneter, tetapi juga aktif mendorong pengembangan ekonomi syariah melalui peningkatan kapasitas UMKM, penguatan rantai nilai halal (halal value chain), perluasan literasi ekonomi syariah, serta pengembangan ekosistem industri halal yang terintegrasi.
Selama dua hari pelatihan, peserta dibekali berbagai kompetensi yang wajib dimiliki seorang penyelia halal. Materi yang diberikan meliputi konsep halal dan haram, regulasi serta ruang lingkup Jaminan Produk Halal, pengantar Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), penyusunan dokumen SJPH, pelaksanaan audit internal, pengawasan bahan, proses dan produk halal, penyusunan daftar bahan beserta dokumen pendukung, penanganan produk yang tidak memenuhi kriteria halal, evaluasi tindak lanjut hasil audit internal, hingga tata cara pendaftaran sertifikasi halal melalui aplikasi SiHalal.
Materi tersebut disampaikan oleh para akademisi dan praktisi yang memiliki kompetensi di bidang halal, yaitu Dr. Apt. Diniatik, M.Sc., Dr. Ade Rusma, S.Pt., M.M., M.Si., Arif Mulyanto, S.Si., M.Si., Dr. Asmiyenti Djaliasrin Djalil, M.Si., serta Dr. Apt. Wiranti Sri Rahayu, M.Si. dan dimoderatori oleh Nawalin Nazah, S.Si., M.Ec., Ph.D dan Teguh Pribadi S.Hut., M.Si. Para narasumber tidak hanya membahas aspek regulasi, tetapi juga membagikan pengalaman praktis dalam penerapan Sistem Jaminan Produk Halal di berbagai sektor usaha.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi saat mendampingi pelaku usaha, mulai dari kelengkapan dokumen, pengendalian bahan baku, implementasi Sistem Jaminan Produk Halal, hingga proses sertifikasi halal. Berbagai studi kasus yang diangkat dalam pelatihan memberikan gambaran nyata mengenai kondisi di lapangan sekaligus solusi yang dapat diterapkan.
Pada hari terakhir, kegiatan ditutup dengan sesi sharing pengalaman penyelia halal dalam mendampingi pelaku usaha, UMKM, Rumah Potong Unggas (RPU), dan Rumah Potong Hewan (RPH). Acara di tutup oleh Bapak Anton Febriawan yang merupakan analis Yunior unit pelaksanaan pengembangan UMKM, KI, dan Syariah Bank Indonesia Purwokerto. Forum ini menjadi ruang bertukar pengalaman dan praktik terbaik dalam mengatasi berbagai kendala implementasi halal di lapangan.
Melalui pelatihan ini diharapkan lahir semakin banyak penyelia halal yang profesional, kompeten, dan siap mendampingi pelaku usaha dalam menerapkan Sistem Jaminan Produk Halal secara berkelanjutan. Kolaborasi antara Bank Indonesia Purwokerto dan Lembaga Pelatihan Sentra Halal UMP juga menjadi bukti nyata sinergi antara bank sentral, perguruan tinggi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung penguatan industri halal nasional.
Sejalan dengan tema SELARAS 2026, kegiatan ini diharapkan mampu mempercepat terbentuknya ekosistem halal yang kuat di wilayah Eks Karesidenan Banyumas, meningkatkan daya saing UMKM, memperluas akses pasar produk halal, serta mendukung visi Indonesia sebagai salah satu pusat industri halal dunia. (*/Chy)