Berita
HMPS Teknik Kimia UMP Hadirkan Inovasi Sistem Filtrasi Berbasis IoT dan Pengolahan Sampah Mandiri untuk Tingkatkan Ketangguhan Bencana di Desa Banjarparakan
Selasa 7 Juli 2026      Berita
Banyumas – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui inovasi Sistem Filtrasi Air Berbasis Internet of Things (IoT) dan Sistem Pengolahan Sampah Mandiri di Desa Banjarparakan. Program ini bertujuan meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap berbagai potensi bencana lingkungan sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, kegiatan tersebut dilaunching pada rabu (15/6) lalu.
 
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026 yang memperoleh pendanaan dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia. Dukungan pendanaan tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong peran aktif mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu memberikan solusi atas berbagai permasalahan di masyarakat.
 
Melalui program ini, HMPS Teknik Kimia UMP memperkenalkan teknologi filtrasi air yang dilengkapi sistem pemantauan berbasis IoT. Teknologi tersebut memungkinkan masyarakat memonitor kualitas air secara real-time sehingga dapat memastikan ketersediaan air bersih yang aman digunakan, terutama saat terjadi kondisi darurat akibat bencana atau penurunan kualitas sumber air.
 
Ketua pelaksana program Muhammad Arfan Shidiq menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi IoT dalam sistem filtrasi air menjadi salah satu upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko krisis air bersih. 
 
“Melalui teknologi ini, masyarakat dapat mengetahui kondisi kualitas air secara cepat dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan keluarga,” ujarnya.
 
Selain penguatan akses air bersih, program juga berfokus pada pengembangan sistem pengolahan sampah mandiri berbasis partisipasi masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi edukasi pemilahan sampah, pengolahan sampah organik menjadi kompos, pemanfaatan sampah anorganik melalui kegiatan daur ulang, serta penguatan kelembagaan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.
 
Kepala Desa Banjarparakan, Budi Widiantoro, S.E., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, inovasi yang dibawa oleh mahasiswa UMP mampu menjawab kebutuhan desa dalam meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap berbagai potensi bencana.
 
“Program ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat Desa Banjarparakan. Kami berharap teknologi dan sistem yang diperkenalkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan secara mandiri oleh warga sehingga memberikan manfaat jangka panjang,” ungkapnya.
 
Program ini didampingi oleh Dini Nur Afifah, M.Eng., dosen Program Studi Teknik Kimia UMP, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan solusi berbasis teknologi yang aplikatif. Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga oleh keterlibatan aktif masyarakat dalam mengelola dan memelihara inovasi yang telah diterapkan.
 
“Melalui PPK Ormawa, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki secara langsung di tengah masyarakat. Program ini menjadi wadah pembelajaran sekaligus kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan desa yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan,” jelas Dini Nur Afifah, M.Eng.
 
Melalui inovasi sistem filtrasi berbasis IoT dan pengolahan sampah mandiri, HMPS Teknik Kimia UMP berharap Desa Banjarparakan dapat menjadi contoh desa yang adaptif terhadap tantangan lingkungan dan memiliki kapasitas yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang. Program ini sekaligus menunjukkan bagaimana kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dapat menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup dan pembangunan berkelanjutan. (*/Chy)
Berita Terkait

Tidak ada artikel terkait