Berita
UMP Perkuat Internasionalisasi Budaya Melalui Penampilan Macapat Mahasiswa PGSD dan BIPA
Sabtu 4 Juli 2026      Berita
UMP Perkuat Internasionalisasi Budaya Melalui Penampilan Macapat Mahasiswa PGSD dan BIPA
PURWOKERTO – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggelar Penampilan Macapat Mahasiswa PGSD UMP dan Mahasiswa Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Ruang Sidang Baru FKIP UMP, Rabu (1/7/2026) lalu. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penilaian mata kuliah mahasiswa PGSD yang dikemas dalam bentuk pertunjukan seni budaya.
 
Dosen Pengampu Mata Kuliah Macapat PGSD UMP, Dr. Pratik Hari Yuwono, S.Sn., M.A. mengatakan penampilan macapat tidak hanya menjadi bagian dari evaluasi pembelajaran, tetapi juga bertujuan mendekatkan mahasiswa dengan budaya Indonesia, khususnya budaya Jawa.
 
Menurutnya, pembelajaran macapat telah menjadi bagian dari kurikulum PGSD maupun perkuliahan BIPA. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu melagukan tembang, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
 
"Untuk mendekatkan kita dengan budaya kita, selain melalui tembang macapat yang menjadi bagian dari kurikulum PGSD dan kuliah BIPA, kami mencoba menggali pentingnya macapat. Macapat merupakan sastra yang dilagukan sehingga di dalamnya terdapat moral, pesan, dan nilai-nilai budaya Jawa," ujarnya.
 
Pratik berharap kegiatan tersebut mampu memperkenalkan budaya Indonesia kepada seluruh mahasiswa, termasuk mahasiswa asing yang mengikuti program BIPA.
 
"Harapan kami mahasiswa dapat mengenal budaya Indonesia, salah satunya budaya Jawa, tidak hanya bisa melakukannya saja, tetapi juga mampu memaknai isi yang terkandung di dalamnya," katanya.
 
Sementara itu, Wakil Dekan III FKIP UMP, Dedy Irawan, M.Pd., yang membuka kegiatan tersebut, menegaskan bahwa meskipun penampilan macapat menjadi bagian dari penilaian mata kuliah, mahasiswa tidak perlu menjadikan nilai sebagai tujuan utama.
 
Menurutnya, seni merupakan ruang untuk saling menikmati dan mengapresiasi sehingga mahasiswa diharapkan dapat tampil tanpa merasa terbebani.
 
"Dalam seni itu yang utama adalah apresiasi. Seni dan sastra itu dinikmati. Ketika yang dicari hanya nilai dalam bentuk angka, menurut saya itu kurang tepat. Yang lebih penting adalah bagaimana yang membawakan maupun yang mendengarkan bisa menikmati dan mengapresiasi," tuturnya.
 
Ia menambahkan, pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama, terutama bagi generasi muda.
 
"Ketika tampil nanti semoga lebih nyaman dan tidak ada beban. Menjaga serta melestarikan budaya itu merupakan tugas kita bersama, apalagi bagi mahasiswa yang berasal dari Jawa," ucapnya.
 
Melalui penampilan macapat tersebut, mahasiswa PGSD UMP dan mahasiswa BIPA membawakan berbagai tembang Jawa yang sarat nilai moral dan filosofi kehidupan. Selain menjadi bagian dari proses penilaian mata kuliah, kegiatan ini juga menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus memperkenalkan warisan budaya Jawa kepada mahasiswa asing dari berbagai negara. (Iny)
Berita Terkait

Tidak ada artikel terkait