LSP UMP Raih Hibah Sertifikasi Kompetensi Vokasi 2026, Perkuat Daya Saing Lulusan
Purwokerto – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UMP resmi ditetapkan sebagai salah satu penerima Hibah Program Sertifikasi Kompetensi dan Profesi Mahasiswa Vokasi Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Pengumuman Nomor 2247/DST/B2/DT.02.00/2026 tanggal 23 Juni 2026 tentang perguruan tinggi penerima pendanaan Program Sertifikasi Kompetensi dan Profesi Mahasiswa Vokasi Tahun 2026. Berdasarkan pengumuman tersebut, UMP menjadi salah satu dari 58 perguruan tinggi penyelenggara pendidikan vokasi di Indonesia yang berhasil lolos seleksi dan memperoleh pendanaan program.
Program hibah ini bertujuan mendukung penyelenggaraan sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa vokasi agar memiliki pengakuan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Pada tahun 2026, hibah tersebut akan memfasilitasi 45 mahasiswa Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMP untuk mengikuti uji kompetensi melalui LSP UMP. Dengan dukungan ini, mahasiswa berkesempatan memperoleh sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Direktur LSP UMP, Ridho Muktiadi, S,Kom., M.Kom. menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan bentuk kepercayaan pemerintah terhadap kualitas penyelenggaraan sertifikasi kompetensi yang selama ini dikembangkan oleh LSP UMP.
"Keberhasilan memperoleh hibah ini merupakan bentuk kepercayaan pemerintah terhadap kualitas penyelenggaraan sertifikasi kompetensi di LSP UMP. Bagi kami, hibah ini bukan sekadar pendanaan, tetapi menjadi momentum untuk memperluas akses mahasiswa vokasi dalam memperoleh sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional. Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif, sertifikat kompetensi menjadi bukti bahwa lulusan tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga telah teruji sesuai standar profesi," ujar Ridho.
Ia menambahkan sebagai lembaga yang telah memperoleh lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), LSP UMP terus berkomitmen menyelenggarakan sertifikasi kompetensi secara profesional, independen, dan kredibel sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) maupun standar kompetensi lain yang diakui. Komitmen tersebut didukung oleh kapasitas kelembagaan yang terus berkembang. Saat ini LSP UMP memiliki 12 skema sertifikasi aktif (+ 4 skema baru), didukung oleh 52 asesor kompetensi berlisensi BNSP, serta didukung 12 Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang tersebar di berbagai program studi sesuai bidang keahlian masing-masing.
"Ketersediaan skema sertifikasi, asesor, dan TUK tersebut menjadi modal penting bagi LSP UMP dalam memberikan layanan sertifikasi yang berkualitas sekaligus memperluas akses mahasiswa untuk memperoleh pengakuan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja," tambahnya.
Dengan dukungan hibah dari pemerintah, pelaksanaan sertifikasi diharapkan dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa vokasi sehingga semakin banyak lulusan yang memiliki keunggulan kompetitif ketika memasuki dunia profesional.
"Di era persaingan global, sertifikat kompetensi telah menjadi salah satu indikator penting yang menunjukkan bahwa kemampuan seseorang telah diuji secara objektif oleh lembaga sertifikasi yang berwenang. Oleh karena itu, sertifikasi kompetensi tidak hanya meningkatkan kepercayaan dunia industri terhadap lulusan, tetapi juga menjadi nilai tambah dalam proses rekrutmen, pengembangan karier, maupun pengembangan kewirausahaan," tegas Ridho.
Ia menambahkan keberhasilan memperoleh hibah ini juga menjadi motivasi bagi LSP UMP untuk terus meningkatkan mutu layanan sertifikasi, memperluas kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri, serta mengembangkan skema sertifikasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja.
Melalui capaian ini, LSP Universitas Muhammadiyah Purwokerto semakin mempertegas perannya sebagai lembaga yang berkomitmen mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui sertifikasi kompetensi yang terpercaya.
Ke depan, LSP UMP menargetkan semakin banyak program studi vokasi maupun akademik yang memanfaatkan layanan sertifikasi kompetensi sebagai bagian dari peningkatan kualitas lulusan. Dengan dukungan pemerintah dan komitmen universitas, sertifikasi kompetensi diharapkan menjadi budaya mutu yang melekat pada setiap lulusan UMP sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (*/Chy)