Tumbuhkan Komitmen Ber-Muhammadiyah, Asrama Unggulan UMP Gelar Baitul Arqom Mahasantri
Asrama Unggulan K.H. Abu Dardiri Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) berkolaborasi dengan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK SDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam sebagai sarana pembinaan ideologi dan penguatan komitmen bermuhammadiyah bagi mahasantri. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, pada tanggal 12–14 Juni 2026 lalu, ini diikuti oleh 125 mahasantri dari berbagai program studi yang tinggal di asrama.
Hadir dalam acara tersebut Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI), Ustadz Dr. Asep Daud Kosasih, M.Ag, Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK SDI) Ustadz Ahmad Husein S.Ag., M.Sos, Direktur Asrama Ustadz Bruri Abdussalam, Lc., M.A., serta Master Of Training (MOT) dan jajaran Intruktur.
Direktur Asrama Unggulan K.H. Abu Dardiri, Ustadz Bruri Abdussalam, Lc., M.A., dalam sambutannya menekankan pentingnya mahasantri mengenal dan memanfaatkan berbagai peluang yang dimiliki Muhammadiyah. Menurutnya, Muhammadiyah memiliki komunitas yang kuat serta didukung oleh berbagai amal usaha, khususnya di bidang pendidikan, yang dapat menjadi sarana pengembangan diri bagi para kader. Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya memiliki lingkungan dan partner yang dapat mendorong semangat berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan kualitas diri.
"Muhammadiyah memiliki komunitas yang sangat kuat dan didukung oleh banyak aset pendidikan yang menjadi peluang bagi kalian semua sebagai mahasantri. Manfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya, serta milikilah partner yang dapat mendorong kalian untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas diri," ujar Ustadz Bruri.
Melalui pesan tersebut, Ustadz Bruri berharap para mahasantri tidak hanya mengenal Muhammadiyah sebagai sebuah organisasi, tetapi juga mampu mengambil peran aktif dalam memanfaatkan peluang yang ada, membangun jejaring yang positif, serta menumbuhkan komitmen untuk menjadi kader Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, dan bermanfaat bagi umat.
Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK SDI) PDM Banyumas, Ustadz Ahmad Husein, S.Ag., M.Sos., dalam sambutanya menegaskan pentingnya peran mahasantri sebagai calon kader Muhammadiyah yang akan menentukan masa depan persyarikatan. Ia mengingatkan bahwa kualitas perkaderan akan sangat menentukan baik buruknya Muhammadiyah di masa mendatang, sehingga setiap kader harus mempersiapkan diri untuk berjuang dan berkontribusi sesuai bidang keilmuannya, termasuk sebagai tenaga kesehatan yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam.
"Kalian berada di lembaga yang besar dalam dunia keislaman. Kita harus khawatir apabila generasi kita lemah dalam memahami nilai-nilai Islam. Baik buruknya Muhammadiyah ke depan dapat dilihat dari perkaderannya, sehingga saya berharap kalian siap berjuang untuk Muhammadiyah dan menjadi dokter-dokter Islam yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dalam profesi maupun kehidupan sehari-hari," ujar Ustadz Ahmad Husein.
Melalui pesan tersebut, Ustadz Ahmad Husein berharap kegiatan Baitul Arqam mampu melahirkan kader-kader Muhammadiyah yang memiliki pemahaman Islam yang kuat, berkarakter, serta siap mengabdikan ilmu dan kemampuannya untuk kemajuan persyarikatan, umat, dan bangsa.
Sambutan sekaligus pembukaan resmi kegiatan Baitul Arqam disampaikan oleh Ustadz Dr. Asep Daud Kosasih, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa asrama memiliki peran strategis sebagai tempat penggodokan kader Muhammadiyah yang tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan. Oleh karena itu, keberadaan program pembinaan seperti Baitul Arqam menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi yang berkelanjutan.
"Asrama merupakan tempat penggodokan kader Muhammadiyah. Saya sangat mengapresiasi pelaksanaan Baitul Arqam di Asrama Unggulan K.H. Abu Dardiri ini karena kegiatan ini tidak sekadar dilaksanakan untuk memenuhi indikator capaian, tetapi benar-benar dijalankan sesuai dengan panduan dan tujuan perkaderan Muhammadiyah," ujar Ustadz Asep.
Melalui pesan tersebut, Ustadz Asep berharap kegiatan Baitul Arqam dapat menjadi sarana yang efektif dalam membentuk kader-kader Muhammadiyah yang memiliki pemahaman Islam yang kuat, berakhlak mulia, serta siap melanjutkan estafet perjuangan Persyarikatan Muhammadiyah di masa mendatang. Setelah menyampaikan sambutannya, beliau secara resmi membuka kegiatan Baitul Arqam Asrama Unggulan K.H. Abu Dardiri Tahun 2026.
Melalui kegiatan Baitul Arqam, para mahasantri diajak untuk lebih mengenal nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah secara komprehensif. Bagi mahasantri yang belum memiliki pemahaman yang mendalam tentang Muhammadiyah, kegiatan ini menjadi wadah untuk mengenal sejarah, manhaj, visi, misi, serta peran Muhammadiyah dalam dakwah dan pembangunan umat. Sementara bagi mahasantri yang telah mengenal Muhammadiyah, Baitul Arqam menjadi sarana untuk memperkuat keyakinan, memperdalam pemahaman, dan meneguhkan komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah.(Drt)