Berita
UMP Jadi Kampus Pertama di Indonesia yang Deklarasikan GJDJ
Kamis 10 Juni 2021      Berita
UMP Jadi Kampus Pertama di Indonesia yang Deklarasikan GJDJ

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas, Jawa Tengah untuk pertamakalinya mendeklarasikan Gerakan Jamaah Dakwah Jamaah (GJDJ) di kampus di Seluruh Indonesia. Acara yang dikemas dalam acara Apel Akbar, Senin (7/6/2021) itu dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.  

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Tafsir , Rektor UMP Jebul Suroso, Badan Pembina Harian (BPH) UMP, Para wakil Rektor, dosen karyawan di lingkungan UMP, turut hadir dalam deklarasi tersebut.

“Inilah gerakan atau GJDJ pertama yang dideklarasikan oleh kampus di Indonesia. Semoga kampus atau unit usaha yang lain di Muhammadiyah bisa mencontoh apa yang telah dilakukan oleh UMP. Dari Purwokerto, UMP untuk Muhammadiyah se Indonesia,” ujar Ketua PWM Jawa Tengah, Tafsir dalam sambutannya.

Tafsir juga mengapresiasi deklarasi GJDJ yang dilakukan UMP. Menurutnya, GJDJ adalah konsep yang sudah lama digagas oleh Muhammadiyah namun belum sepenuhnya berjalan. Justru dengan dideklarasikan GJDJ oleh UMP ini mempelopori kampus dan amal usaha yang lain.

“Ini bagian dari wujud kongkret Muhammadiyah, sebagai gerakan masyarakat sipil. Semuanya bersifat komunitas terkecil dibangun kemudian naik menjadi kekuatan besar,” jelasnya.

Rektor UMP, Jebyl Suroso dalam sambutannya mengatakan, GJDJ dilakukan di UMP untuk memupuk semangat istiqomah pendekatan diri kepada Allah. Melalui program inovasi sesuai dengan arahan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yaitu Gerakan Jamaah Dakwah Jamaah.

“Kami atas nama pimpinan UMP, hari ini akan kita tetapkan dan GJDJ menjadi satu program yang menjadi keniscayaan dan kita terapkan bersama-sama di UMP,” ujar Jebul.

Menurut Jebul, GJDJ bukan hanya untuk menjaga kualitas sumber daya manusia (SDM) UMP di hadapan Allah SWT, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas sesama manusia.

“Perjuangan Kita untuk membersarkan amal usaha persyarikatan telah kita lakukan dengan kerja keras, kerja cerdas dan saya kira semua yang hadir disini pasti ikhlas. Tinggal sekarang, marilah Kita warnai hari-hari Kita, pada setiap pengabdian Kita dengan penuh kedekatan kita kepada Allah SWT,” katanya.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas Ibnu Hasan menambahkan GJDJ merupakan gerakan dakwah unit-unit jamaah. 

“Jadi kalau tidak dibuat unit maka akan repot. Siapapun pelaku unit jika tidak mengunakan jejaring maka tidak mampu. Maka dari itu GJDJ ini mampu memperkuat jejaring internal, maupun eksternal sehingga nanti efektifitasnya dapat kita raih,” ujar Ibnu. (tgr)

Berita Terkait

Tidak ada artikel terkait