Berita
PSDK UMP Ubah Kampung Sri Rahayu Menjadi Kampung Berpendidikan
Senin 9 November 2020      Berita
PSDK UMP Ubah Kampung Sri Rahayu Menjadi Kampung Berpendidikan

Pusat Studi Dakwah Komunitas (PSDK) Universitas Muhammadiyah Purwokerto(UMP) mampu merubah Kampung Sri Rahayu, Kelurahan Karangklesem, Purwokerto Selatan dari kampung pinggiran yang dihuni pengamen, pekerja seks komersial (PSK), pengemis, dan pemulung menjadi kampung bermartabat.

Rektor UMP Dr Anjar Nugroho dan Bupati Banyumas Achmad Husein Jumat (6/11/2020) menggelar acara sarapan bersama warga Kampung Sri Rahayu yang sudah meninggalkan kebiasan lama, menjadi berpendidikan, dan beralih profesi.

“Sekarang sudah berubah, dulu tiap 10 anak yang sekolah hanya satu, sekarang tiap 10 anak yang sekolah 9 yang tidak sekolah satu. Selain itu yang sebelumnya tidak ber KTP sekarang sudah ber KTP,” kata Bupati Banyumas Achmad Husein.

Rektor UMP Dr Anjar Nugroho menjelaskan, pihaknya memberikan layanan gratis kesehatan bagi warga Kampung Sri Rahayu dengan menyiapkan dokter dari fakultas kedokteran, dan perawat. “Pelayanan kesehatan berupa pengobatan dan pemeriksaan gratis dan mobil ambulan tidak hanya untuk warga Kampung Sri Rahayu tapi juga warga sekitarnya,” kata Anjar Nugoroho.

Ketua PSDK UMP, Bayu Kurniawan, menambahkan Kampung Sri Rahayu 250 kepala keluarga atau 350 jiwa, saat ini sudah banyak perubahan setelah dilakukan pembinaan dan pemberdayaan. Ia mencontohkan warga yang dulu mengemis sekarang sudah berkurang, pengamen juga sudah berkurang, kemudian yang dulu menjadi PSK dan waria juga sudah berkurang.

Pemberdayaan dengan tujuan untuk memutus mantai rantai kehidupan lama, yakni dengan memberikan beasiswa bagi anak anak dari SD hingga perguruan tingga, kemudian ada kursus bahas Inggris, Arab, mengaji, pelatihan digital market, dan administrasi market.

“Untuk pemberdayaan ekonomi untuk alih profesi, ada menjahit, beternak dan bertani,” kata Bayu Kurniawan.(Tgr)

Berita Terkait

Tidak ada artikel terkait