
Kemiskinan merupakan permasalah yang sangat perlu diperhatikan.
Bukan hanya pemerintah pusat atau daerah yang harus terlibat aktif dalam penuntasan permasalahan ini melainkan seluruh elemen yang ada dalam masyarakat.
Untuk itu, Pusat Studi Dakwah Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) memberikan pelatihan kerajinan tangan membuat keset dengan kualitas ekspor kepada warga kampung Sri Rahayu, Kecamatan Purwokerto Selatan, Banyumas.
Acara ini bertempat di Pusat Studi Dakwah Komunitas yang dikelola oleh UMP.
Bayu sebagai Ketua Pusat Studi Dakwah UMP menyatakan, pelatihan ini merupakan salah satu cara dalam penentasan kemiskinan yang merupakan agenda bersama.
Pemerintah daerah pun mengapresiasi terselenggaranya acara pelatihan ini.
Bangga karena masih ada komunitas yang peduli terhadap sesama untuk menutaskan permasalahan kemiskinan di kampung Sri Rahayu.
“Perubahan kampung Rahayu jelas sangat baik sejak adanya pusat dakwah. Dari yang awalnya dipandang negatif oleh masyarakat sekitar, sekarang sudah banyak berubah menjadi lebih positif. Harapannya dari acara ini masyarakat menjadi bisa mandiri dalam sektor ekonomi,” ungkapnya.
Ir. Tjutjun Sunarti Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kabupaten Banyumas mengatakan, kegiatan pelatihan keset dengan kualitas ekspor ini merupakan salah satu dari progam dari beberapa program pemberdayaan masyarakat yang ada di kampung Sri Rahayu.
Masih ada tiga program lain lagi yang dijalankan.
“Ada program tunjangan pendidikan bagi anak-anak dari kampung sini apabila nanti bersekolah di Al Irsyad. Lalu ada juga program paket penyelamatan bagi jamaah yang terserang hutang riba. Bila ada warga yang ingin membuka usaha dari pelatihan ini akan ada tambahan modal dagang bagi warga,” katanya.
Asep Daud Kosasih MAg selaku Ketua LPPI UMP mewakili Rektor megungkapkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui komunitas dakwah ini merupakan salah satu misi dari Muhammadiyah kepada masyarakat.(cah/tgr)
Tidak ada artikel terkait