
Dewi Rusliyani, M.Pd.I
LPPI UMP
Di antara hadist Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berkaitan dengan ini adalah hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad, yaitu; “barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah Ta’ala, maka Allah Ta’ala akan menggantinya dengan sesuatu yang (jauh) lebih baik.”
Betapa sulit manusia untuk meninggalkan sesuatu karena Allah. Terlebih ketika sudah menjadi kebiasaan yang dirinya menilai itu adalah hal yang benar. Tidak sedikit pula dari manusia yang menyukai sesuatu, yang belum tentu hal tersebut baik baginya, seperti yang ada dalam firman-Nya pada surat Al-Baqarah; 114 yang artinya; “Boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
Maka salah satu usaha yang bisa dilakukan adalah dengan membiasakan diri untuk meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya bahkan menjadikannya tergolong orang-orang yang merugi. Karena hal ini adalah salah satu tanda dari kebaikan keislaman seseorang, seperti yang ada dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 2318, yaitu; “Di antara tanda kebaikan keislaman seseorang; jika dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya”. Dan dalam usaha meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya hendaklah diniatkan murni karena Allah dan bukan yang lain, karena perubahan seseorang menjadi baikpun tidak sedikit yang diniatkan karena seseorang yang dicintainya atau karena teman dekatnya, atau karena seseorang yang dianggap berperan penting dalam hidupnya sehingga dengan mudah dia akan mengulangi perbuatan buruknya ketika tidak berada diantara orang-orang tersebut. Itu semua tidaklah benar. Tapi berubahlah karena Allah Ta’ala.
Hikmah yang terpenting yang bisa kita ambil adalah hendaklah semua manusia yakin bahwa segala sesuatu yang kita tinggalkan murni karena Allah Ta’ala tidaklah akan membuatnya rugi dan menyesal, tapi sebaliknya seseorang tersebut akan mendapatkan balasan yang jauh lebih baik dari apa yang dikehendaki oleh manusia.
Ketika seseorang meninggalkan riba karena Allah, maka Allah akan membukakan keberkahan pada rezekinya.
Ketika seseorang meninggalkan dorongan syahwatnya karena Allah, maka Allah Ta’ala akan ganti dengan rasa cinta kepada-Nya, manisnya beribadah hanya kepada-Nya, bertaubat kepada-Nya, yang itu semua mengalahkan berbagai kelezatan duniawi, (QS. Al-Anbiyaa’: 91)
Ketika seseorang meninggalkan sifat pelit karena Allah, maka ia akan menjadi orang-orang yang beruntung. (QS. At Taghabun: 16)
Ketika seseorang meninggalkan rasa dendam dan mudah memaafkan yang lain karena Allah, maka Allah pun akan menganugerahkan kemuliaan pada dirinya. (HR. Muslim).
Ketika seseorang meninggalkan sifat sombong dan memilih tawadhu’ karena Allah, maka Allah akan membuat ia meninggikan derajatnya di dunia. (HR. Muslim.
Dari beberapa contoh diatas, merupakan bukti bahwa janji Allah untuk menggantikan dengan yang lebih baik adalah BENAR.
Semoga kita termasuk hamba Allah yang mampu meninggalkan sesuatu karena Allah Ta’ala.
Wallaahu a’lam
Tidak ada artikel terkait