Hikmah
Kenikmatan Luar Biasa
Kamis 5 September 2019      Hikmah

 M. Alfian N Azmi, S.T.,S.Ud.

Manusia itu tak luput dari sebuah kenikmatan hidup, baik itu kenikmatan yang diterima langsung atau kenikmatan yang nantinya akan diterima dikemudian. Dan sebenarnya manusia sudah mendapatkan dan bahkan sering mendapatkan kenikmatan yang luar biasa, yang kenikmatan tersebut tanpa disangka-sangka atau tanpa diminta.

Terkadang kita sering bertanya, sebenarnya yang menjadi kunci kenikmatan hidup kita, itu apa? Hampir pasti kita mengetahui hal itu. Yang sering lepas dari kita bukan soal mengetahuinya, tapi menyadari dan memaknainya.

Padahal, kesadaran dan pemaknaan itu menjadi penggerak, untuk senantiasa bersyukur, yang dengan kesyukuran itu menjadi kunci kenikmatan yang sungguh luar biasa. kenikmatan yang kita anggap kecil dan biasa, akan membuahkan kesyukuran dan kenikmatan yang luar biasa apabila kita sadari dan hayati pada diri kita.

"Maka Nikmat tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan"

Kalimat ini diulang-ulang sebanyak 31x oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sebenarnya terkandung makna yang luar biasa, yang dijadikan sindiran kepada orang yang senantiasa melaikan kenikmatan yang diberikan oleh-Nya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan dalam surat ini tentang berbagai kenikmatan, dan lebih dalam lagi yaitu mengingatkan makhluk-makhluk Nya tentang kenikmatan-kenikmatan yang sudah diterima dan dirasakan. kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala, menyandingkan setiap penyebutan suatu kenikmatan dengan ayat ini, dan menjadikannya pemisah antara kenikmatan yang lain yang disebutkan dalam surat ini agar menjadi pengingat bagi hamba-hamba-Nya tentang kenikmatan-kenikmatan tersebut. Sebagaimana ketika kamu berkata kepada orang yang kamu beri banyak kebaikan kepadanya namun dia mengingkari kebaikanmu: Bukankah dulu kamu miskin kemudian aku membantumu? Apakah kamu mengingkarinya? Bukankah dulu kamu lemah lalu aku menguatkanmu? Apakah kamu mengingkarinya? Bukankah kamu sebelumnya berjalan kaki, lalu aku membawamu bersamaku? Apakah kamu mengingkari itu? pengulangan pada hal seperti ini merupakan sesuatu yang baik. Yang tujuannya sebagai pengingat agar orang tersebut, mau menikmati sesuatu yang diberikan dengan cara bersyukur.

Misalnya Bagi orang yang sakit, kesehatan itu  sungguh luar biasa nilainya. dan bagi orang bekerja, kesibukan itu nikmat. Tentunya kedua kenikmatan tersebut yang sering kita anggap remeh, padahal nilainya luar biasa bagi kebahagiaan kita yaitu nikmat kesehatan dan kesempatan.

Tentunya selain kesadaran, pemaknaan, dan kesyukuran itu, merupakan kunci kenikmatan hidup yang luar biasa adalah menjaga diri agar senantiasa bisa bersyukur dan memaknai hidup, sehingga selalu bermanfaat untuk orang disekitarnya.

Semua nikmat yang diberikan kepada setiap makhluk di muka bumi ini harus senantiasa disyukuri, baik itu nikmat sehat dan sempat, ataupun nikmat-nikmat yang lain. Dengan harapan selalu dijaga dan dijadikan sebagai pedoman dan pegangan hidup manusia selama hidup didunia.

Di antara kenikmatan Allah Subhanahu Wa Ta’alayang sangat banyak adalah nikmat kesehatan. Kesehatan merupakan kenikmatan yang diakui oleh setiap orang, yang tentunya memiliki nilai yang besar. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah menyebutkan hal ini dengan sabdanya:

 “Barangsiapa di antara kamu masuk pada waktu pagi dalam keadaan sehat badannya, aman pada keluarganya, dia memiliki makanan pokoknya pada hari itu, maka seolah-olah seluruh dunia dikumpulkan untuknya.” (HR. Ibnu Majah, no: 4141; dan lain-lain; dihasankan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami’ush Shaghir, no: 5918).

Kita melihat kenyataan manusia disekitar kita, yang rela mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk berobat ataupun membeli obat, ini bukti nyata mahalnya kesehatan yang merupakan kenikmatan dari Allah Subhanahu Wa Ta’alayang sungguh luar biasa. Akan tetapi kebanyakan manusia lalai dari kenikmatan kesehatan ini, dia akan ingat jika kesehatan hilang darinya.

Nikmat kesempatan atau waktu luang adalah sesuatu yang terus berputar dan tak akan kembali lagi, dan tidak akan diterima atau dirasakan kembali. Oleh karenanya betapa banyak manusia yang menyesali waktu luang. Karena kesempatannya hanya berlalu begitu saja, tanpa ada manfaat dan faidahnya bagi dirinya. Hidupnya hanya menghabiskan waktu dan menyisakan penyesalan umur yang masih tersisa. waktu luang itu ibarat pedang bermata dua, jika digunakan untuk kebaikan, maka kebaikannya dapat dirasakan. Sebaliknya, jika digunakan untuk keburukan, maka dampak keburukan juga akan dirasakan dihari kemudian.

Betapa tidak, sebagian orang menghabiskan waktunya untuk maksiat, banyak pula manusia yang waktunya hanya digunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat, yang selanjutnya hanya bisa menyesali. Maka ia akan menangisi masa tua nya dan maka ia akan menyesali perbuatannya yang kurang bermanfaat itu, karena ia tak menghabiskan waktu dan umurnya untuk taat, beribadah dan memanfaatkan kesempatannya dengan sebaik-baiknya.

Ketahuilah bahwa dua hal di atas adalah nikmat yang patut disyukuri tatkala terkumpul di dalam diri seorang muslim. Karena tatkala seorang itu bersyukur, maka Allah Subhanahu Wa Ta’alaakan tambah nikmat tersebut.

 “Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu mengatakan; “Sungguh jika kamu bersyukur, pasti Aku akan tambah (nikmat) kepadamu, tapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7).


Maka sudah sepatutnya, sepantasnya dan seharusnya seorang hamba yang berakal sehat bersegera beramal shalih, selama kesempatan dan kesehatan masih ada dan masih Allah Subhanahu Wa Ta’ala masih memberikan. Hanya Allah Subhanahu Wa Ta’alaTempat memohon pertolongan. Wallahu A'lam Bishawab.

Berita Terkait

Tidak ada artikel terkait

UMP Terkini