Tim Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Kontingen UMP sukses memborong total 11 medali, yang terdiri dari 3 medali emas, 5 medali perak, dan 3 medali perunggu pada ajang bergengsi 1st Muhammadiyah Games 2026 untuk cabang olahraga Pencak Silat yang diselenggarakan di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada 14-17 Mei 2026.
Pencapaian luar biasa ini merupakan hasil dari dedikasi dan kerja keras para mahasiswa dari berbagai fakultas yang tergabung dalam tim. Adapun para atlet kebanggaan UMP yang berhasil menyumbangkan medali emas antara lain Fata Nur Almaidah dari Prodi Keperawatan S1 pada Kategori Tunggal Putri; Arsya Virly Azkana Fitra (Ilmu Keolahragaan) di Kategori Tanding Kelas I Putra yang juga meraih Juara 2 Kategori Tanding Bebas Beregu Putra; serta Anang Dwi Irawan (Manajemen S1) pada Tanding Kelas H Putra sekaligus Juara 2 Tanding Bebas Beregu Putra.
Selanjutnya, medali perak berhasil diraih oleh Bintang Fadli Ardiansyah (Teknik Mesin S1) dan Adnin Izus Syuhada (Pend. Biologi) untuk Seni Ganda Putra, serta Rina Destiyana (Pendidikan Bahasa Inggris) dan Rini Destiyani (Pend. Sejarah) pada Kategori Seni Ganda Putri. Pada kategori tanding, perak juga disumbangkan oleh Aiman Nail Ilham (Ilmu Keolahragaan) di Kelas F Putra sekaligus Beregu Bebas Putra; Muhammad Taufik Harwan Pratama (Fakultas Teknik dan Sains) di Kelas B Putra; serta Muhammad Salman al Farizi (Bisnis Digital S1) pada Tanding Bebas Beregu Putra. Sementara itu, medali perunggu diraih oleh Wakhida Iqbal Khamdani (Teknik Informatika) pada Kelas E Putra yang juga menyabet Juara 2 Tanding Bebas Beregu Putra, Hisyam Roif Ikmaluddin (Ilmu Keolahragaan) di Kelas C Putra, dan Aisha Hafnium Ardian (Ilmu Hukum) pada Kategori Tanding Kelas C Putri.
Sebagai Ketua Tapak Suci UMP yang juga mewakili rekan-rekan satu timnya, Wakhida Iqbal Khamdani menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian luar biasa kontingen di ajang bergengsi tersebut.
"Alhamdulillah dan bersyukur masih diberi podium walaupun belum meraih hasil yang maksimal, tapi masih senang dan bangga karena perjuangan saya dan tim selama masa training center. Pesannya semoga kedepannya bisa mendapat hasil yang lebih baik, bukan hanya saya, tapi Tapak Suci UMP di kejuaraan-kejuaraan selanjutnya," ungkap Wakhida saat ditemui dipurwokerto, sabtu (6/6)
Lebih lanjut, ia juga membagikan pesan inspiratif bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya agar berani keluar dari zona nyaman. Menurutnya, menang atau kalah hanyalah sebuah hasil akhir dari proses pembelajaran panjang sebuah tim.
"Untuk teman-teman mahasiswa, jangan takut mencoba dan ikut kompetisi. Menang atau kalah itu hasil, yang terpenting adalah pengalaman, relasi, dan pelajaran yang didapat selama prosesnya. Tetap semangat berkembang dan manfaatkan setiap kesempatan yang ada selama kuliah," tambahnya.
Keberhasilan belasan atlet kebanggaan UMP ini tentunya tidak lepas dari peran penting tim pembina. Assoc. Prof. Dr. Yudha Febrianta, M.Or., AIFO., selaku pembina atlet, menyampaikan bahwa perannya difokuskan pada pemberian dukungan, motivasi, serta memastikan program pembinaan berjalan dengan baik agar para atlet dapat berkembang secara optimal.
"Saya memandang keikutsertaan dalam kejuaraan merupakan bagian penting dari proses pembinaan, karena selain menjadi ajang mengukur kemampuan, juga membentuk karakter atlet yang disiplin, tangguh, sportif, dan bermental juara. Saya sangat mengapresiasi kerja keras para atlet yang telah berjuang membawa nama baik institusi," jelas Dr. Yudha.
Terkait proses menuju kejuaraan, Dr. Yudha memaparkan bahwa persiapan tersebut bukan tanpa tantangan. Pengaturan jadwal latihan yang berbenturan dengan kegiatan akademik mahasiswa, upaya menjaga kondisi fisik dan mental, hingga penyesuaian strategi dalam melawan lawan yang beragam menjadi kendala tersendiri. Namun, berkat koordinasi yang solid antara atlet, pelatih, dan pihak pendukung lainnya, seluruh rangkaian proses dapat berjalan lancar.
Menutup wawancara, Dr. Yudha menitipkan pesan penting bagi seluruh mahasiswa untuk terus mengasah kemampuan mereka.
"Pesan saya kepada mahasiswa lainnya adalah jangan pernah ragu untuk mengembangkan potensi diri, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Prestasi tidak diraih secara instan, tetapi melalui proses yang panjang, disiplin, kerja keras, dan konsistensi. Manfaatkan setiap kesempatan untuk belajar, berkompetisi, dan mengharumkan nama institusi. Tetap rendah hati saat berhasil dan jangan mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan," pungkasnya. (Rhn/Chy)