Hikmah
INVESTASI DUNIA DAN AKHIRAT
Jumat 26 Juli 2019      Hikmah

Muhammad Muammar, Lc,M.H.

Seorang anak yang baru lahir itu ibarat kertas putih yang masih kosong. Anak dapat dibentuk sekehendak penulisnya. Dalam hal ini adalah orang tua dan juga lingkungan. Orang tua dan lingkungan sangat berperan dalam pembentukan diri anak.

Dari Abu Hurairohra., ia berkata, Rasulallah SAW bersabda, “Tidaklah seorang anak dilahirkan kecuali dalam keadaan fitrah. Lalu kedua orang tuanyalah yang menjadikan ia Yahudi, Nasrani, dan Majusi, (HR. Bukhori,Muslim).

Orangtua mana yang tak ingin putra-putrinya tumbuh menjadi anak-anak yang saleh dan salehah. Sungguh tak terkira bahagianya, ketika anak-anak yang saleh mendoakan orang tuanya sekalipun telah meninggal dunia.

Anak yang salehadalah investasi jangka panjang yang tak ternilai harganya, baik dunia maupun akhirat. Dari anak saleh-lah antara lain orang tua akan mendapat aliran pahala yang abadi.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Apabila seorang telah meninggal dunia, maka seluruh amalnya terputus kecuali tiga, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak salehyang mendo’akannya.” (HR Muslim).

Demikianlah pula, kelak pada hari kiamat, seorang hamba akan terheran-heran, mengapa bisa dia meraih derajat yang tinggi padahal dirinya merasa amalan yang dia lakukan dahulu di dunia tidaklah seberapa.

Namun hal itu pun akhirnya diketahui bahwa derajat tinggi yang diperoleh orang tua, tidak lain dikarenakan doa ampunan yang dipanjatkan oleh sang anak untuk bapak-ibunya.

Rasulullah SAW bersabda :

“Sesunguhnya Allah ta’ala akan mengangkat derajat seorang hamba yang salehdi surga. Kemudian dia akan berkata, ‘Wahai Rabb-ku, bagaimana hal ini bisa terjadi padaku? Maka Allah menjawab, Hal itu dikarenakan do’a yang dipanjatkan anakmu agar kesalahanmu diampuni.’”(HR. Ahmad).

Orangtua yang memperlakukan anak-anak mereka sebagai investasi masa depan, tidak akan mempersoalkan berapa pun uang yang mereka keluarkan, asalkan anak-anak mereka kelak akan sukses dan mapan dalam segi ekonomi.

Itu adalah gambaran tentang kebaikan duniawi yang diinginkan sebagian orangtua terhadap anak-anak mereka yang lebih bersifat materi. Standar kesuksesan mereka semata-mata adalah materi. Fokus mereka semata-mata hanyalah dunia.

Sebagai orang tua muslim, yang menjadikan al-Qur’an dan as-Sunnah sebagai pedoman hidup, tidaklah haram bagi kita untuk menjadikan anak-anak kita sebagai investasi masa depan yang menguntungkan. Investasi tersebut menjamin keuntungan bagi orangtua dan anak sekaligus. Sementara itu, masa depan yang dimaksud adalah masa depan jangka pendek, yakni di dunia ini, dan masa depan jangka panjang, yakni di akhirat kelak.

Untuk masa depan jangka pendek dalam hal ini urusan dunia, orang tua akan memberikan pendidikan yang terbaik bagi anaknya agar anaknya menjadi anak yang sukses dan berhasil, sehingga dapat menghasilkan materi yang cukup, yang dapat memberikan kemapanan kepada sang anak, sehingga anak nantinya bisa mandiri.

Sedangkan dalam hal masa depan jangka panjang, orang tua memberikan nilai-nilai spiritual kepada anak, dengan memberikan pendidikan agama kepada anak , agar anak menjadi anak yang Sholih/Sholihah dan kelak bisa memberikan jalan bagi orang tua menuju surga.

Sebaik-baik harta bagi orangtua adalah mempunyai anak yang saleh/salehah. Apalah artinya harta melimpah apabila kita mempunyai anak yang tidak berbakti kepada orang tua. Pasti hati kita akan menjadi hampa. Maka dari itu mendidik anak yang baik dan juga sesuai syariat Islam, bisa memberikan manfaat baik bagi kita sebagai orang tua dan juga bagi anak-anak itu sendiri.

Berita Terkait

Tidak ada artikel terkait