Dosen Farmasi UMP Edukasi Kader Aisyiyah Banyumas tentang Keamanan Penggunaan Obat Steril
Literasi kesehatan masyarakat menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan penggunaan obat yang aman dan rasional. Berangkat dari hal tersebut, tim dosen Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Kelompok Aisyiyah melalui Edukasi Penggunaan dan Pengelolaan Waktu Simpan Sediaan Farmasi Steril” di Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (6/6/2026) tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMP serta diikuti puluhan anggota Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Desa Sokawera. Program ini menjadi bagian dari komitmen UMP dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang benar, aman, dan bertanggung jawab.
Tim pengabdian dipimpin oleh Dr. apt. Erza Genatrika, M.Sc. dengan anggota apt. Monika Wisda Herisman, M.Pharm.Sci. dan apt. Uqie Shabrina Hasyyati, M.Farm. Ketiganya merupakan dosen Fakultas Farmasi UMP yang memiliki kepakaran di bidang farmasetika, teknologi farmasi, farmakologi, dan farmasi klinis.
Kegiatan dibuka oleh Pengurus Ranting Aisyiyah Desa Sokawera, Rahmawati, S.Pd., yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya edukasi tersebut. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami cara penggunaan dan penyimpanan obat steril secara tepat.
“Edukasi seperti ini sangat dibutuhkan karena masih banyak masyarakat yang belum memahami batas waktu penggunaan obat setelah kemasan dibuka. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari demi menjaga kesehatan keluarga,” ujarnya saat dikonfirmasi di Purwokerto, Senin (8/6).
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai berbagai jenis sediaan farmasi steril yang umum digunakan masyarakat, seperti obat tetes mata, tetes telinga, tetes hidung, insulin, serta produk steril lainnya. Materi yang disampaikan mencakup cara penyimpanan yang benar, risiko penggunaan obat yang tidak sesuai ketentuan, hingga pemahaman mengenai Beyond Use Date (BUD) atau batas waktu penggunaan obat setelah kemasan dibuka.
Ketua tim pengabdian, Dr. apt. Erza Genatrika, M.Sc., menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang menganggap obat dapat digunakan hingga tanggal kedaluwarsa yang tercantum pada kemasan tanpa memperhatikan kondisi setelah produk dibuka.
“Untuk sediaan farmasi steril, kualitas dan keamanan produk dapat berubah setelah kemasan dibuka. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami konsep Beyond Use Date agar penggunaan obat tetap aman dan efektif,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola obat di rumah tangga sehingga dapat meminimalkan risiko penggunaan obat yang sudah tidak layak pakai.
“Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat menghindari berbagai risiko kesehatan akibat penggunaan obat yang tidak sesuai ketentuan. Ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan keselamatan pasien mulai dari lingkungan keluarga,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui metode penyuluhan, diskusi, dan sesi tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan terkait penyimpanan obat di rumah, penggunaan insulin, hingga cara menentukan batas waktu penggunaan berbagai sediaan farmasi steril.
Sebanyak sekitar 35 anggota PRA Desa Sokawera mengikuti kegiatan tersebut. Selain memperoleh materi edukasi, peserta juga mendapatkan media informasi yang dapat dijadikan panduan dalam pengelolaan obat di lingkungan keluarga.
Melalui program pengabdian ini, Fakultas Farmasi UMP berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya penggunaan obat yang rasional, aman, dan bertanggung jawab. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian.(*/tgr)