Fakultaria
Mahasiswa Psikologi UMP Studi Lapangan di RSJ Soerojo Magelang
Kamis 21 November 2019      Fakultaria
Mahasiswa Psikologi UMP Studi Lapangan di RSJ Soerojo Magelang

Sebanyak 45 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dan 4 asisten dosen berkunjung ke RSJ Prof Dr Soerojo Magelang, Rabu (13/11/2019).

Mereka didampingi Suwarti, dosen Fakultas Psikologi UMP.

Kedatangan mahasiswa ini disambut hangat Kepala Instalasi Diklat RSJ Magelang, Noviandy Radhika Budi.

Kunjungan ini dilakukan tiga hari berturut-turut yang dilaksanakan 3 kelas mahasiswa Psikologi semester 5 secara bergantian.

Mereka diperkenankan untuk berinteraksi langsung dengan pasien-pasien RSJ.

Mahasiswa yang hendak berinteraksi dengan pasien sudah berdasarkan peraturan.

Para mahasiswa pun menjadi lebih tahu dan lebih memahami alur tindakan untuk pasien rawat inap.

Salah satu alur pasien rawat inap yaitu tahap rehabilitasi.

Kepala Instalasi Rehabilitasi, Rohyati, menerangkan kegiatan pasien di instalasinya, seperti bercocok tanam, menjahit, tata boga, dan rohani.

Pada tahap ini, pasien diberi fasilitas guna mengembangkan kemampuan, potensi, kreasi, dan kreativitas secara nyaman dan menyenangkan.

Ketika mereka keluar dari RSJ, sudah punya skill dan dapat melanjutkan hidup .

"Semua orang itu sama, mereka (pasien gangguan mental) yang ada di sini pun tidak menginginkan diri sakit. Sama seperti kita. Kita semua pun tidak ada yang tahu apakah nanti suatu saat kita akan terus baik-baik saja atau sebaliknya," terang Rohyati.

"Maka dari itu, mereka pada dasarnya sama seperti kita. Butuh diperhatikan, dibimbing, kasih sayang, juga dukungan dan dorongan. Mereka berhak mendapatkan kehidupan yang layak. Bukan dicaci maki, dibenci, dan diasingkan," paparnya.

Perawat RSJ Magelang ini sudah teruji profesional dalam menangani masalah-masalah gangguan mental.

Mereka menanamkan rasa positif yang luar biasa membuat pasien dapat mengubah pola pikir untuk selalu berpikir positif.

Jadi bisa bangkit dan siap untuk kembali ke rumahnya menjalani aktivitas kehidupan.

Tidak hanya mengubah pola pikir, para perawat juga menanamkan aspek spiritual, empati, komunikasi, dan lain sebagainya. (cah/tgr)

Berita Terkait

Tidak ada artikel terkait