Berita
Pembukaan PPK Ormawa HMPSIK 2026 di Desa Kebocoran: Mahasiswa dan Masyarakat Bersinergi Membangun Desa yang Lebih Sehat
Senin 13 Juli 2026      Berita
Pembukaan PPK Ormawa HMPSIK 2026 di Desa Kebocoran: Mahasiswa dan Masyarakat Bersinergi Membangun Desa yang Lebih Sehat
Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan S1 (HMPSIK S1) Universitas Muhammadiyah Purwokerto di Desa Kebocoran Kecamatan Kedungbanteng Banyumas resmi dibuka pada 10 Juni 2026 lalu. Acara pembukaan berlangsung penuh semangat dan hangat, dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta tim PPK Ormawa HMPSIK S1.
 
Katrin Nur Khofiyan selaku ketua pelaksana menjelaskan bahwa program PPK Ormawa HMPSIK S1 bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk komitmen nyata untuk mendukung peningkatan desa dalam bidang kesehatan. 
 
"Program ini berfokus pada edukasi dan pendampingan masyarakat terkait pencegahan serta pengendalian hipertensi," ungkap Katrin.
 
Lebih Lanjut Katrin menambahkan kegiatan yang dilakukan tim PPK Ormawa HMPSIK S1 diantranya, pemeriksaan tekanan darah rutin, memberikan edukasi mengenai Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mengajak masyarakat untuk aktif berolahraga, dan melakukan pendampingan dalam pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), serta mendemonstrasikan pembuatan teh bunga rosella dan black garlic sebagai alternatif olahan sehat yang dapat membantu menjaga kesehatan Masyarakat.
 
Kepala Desa Kebocoran, Bapak Eri Pujiono dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kehadiran mahasiswa dan mengapresiasi program yang akan mendampingi masyarakat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan. 
 
“Kami berharap kehadiran mahasiswa dapat menjadi energi baru bagi desa, terutama dalam meningkatkan kualitas Kesehatan masyarakat Desa Kebocoran”, ujarnya.
 
Ns. Latif hisbullah S.Kep M.Kep selaku dosen pembimbing  mengungkapkan program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung berupa layanan kesehatan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan hipertensi. Penyakit ini sering disebut sebagai silent killer karena gejalanya tidak disadari, namun dapat menimbulkan komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung. 
 
"Dengan adanya pendampingan dari mahasiswa tim PPK Ormawa HMPSIK S1, Masyarakat  diharapkan mampu mengenali faktor risiko sejak dini serta menerapkan langkah-langkah sederhana untuk menjaga kesehatan," ungkap Latif. 
 
Ia menambahkan Tim PPK Ormawa HMPSIK 2026  S1 di Desa Kebocoran menjadi contoh nyata bahwa ilmu keperawatan tidak hanya dipelajari di ruang kelas dan dipraktikan di rumah sakit, tetapi juga diterapkan langsung di tengah masyarakat.
Mahasiswa belajar memahami kebutuhan warga, sementara masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru untuk hidup lebih sehat.
 
Melalui semangat kolaborasi, kegiatan PPK Ormawa HMPSIK S1 diharapkan mampu membantu mengendalikan dan menurunkan angka hipertensi di Desa Kebocoran serta menjadi inspirasi bagi desa lain dalam mengembangkan program kesehatan berbasis masyarakat. (*/Chy)
Berita Terkait

Tidak ada artikel terkait