UMP Siapkan Ribuan Mahasiswa KKN di Dalam dan Luar Negeri, Fokuskan Program pada Digitalisasi dan Pengentasan Kemiskinan
Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) terus memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan masyarakat dengan menyelenggarakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026. Sebagai bagian dari persiapan program ini, UMP menggelar kegiatan Training of Trainers (ToT) Pembekalan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Selasa (1/7/2025), bertempat di Gedung F Laboratorium Terpadu UMP.
Program KKN tahun ini melibatkan sebanyak 1.500 mahasiswa KKN Reguler yang akan disebar ke enam kabupaten di Jawa Tengah, yakni Kebumen, Wonosobo, Banjarnegara, Pemalang, Purbalingga, dan Cilacap. Selain itu, UMP juga mengirimkan 50 mahasiswa untuk KKN Muhammadiyah Aisyiyah (MAs) di Kabupaten Siak, Riau, serta 23 mahasiswa dalam program KKN Internasional yang akan dilaksanakan di Hong Kong dan Thailand selama 32 hari.
Wakil Rektor IV Bidang Riset dan Inovasi UMP, Assoc. Prof. Ahmad Darmawan, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa KKN bukan hanya menjadi wahana pengabdian, tetapi juga sarana strategis dalam memperkenalkan peran UMP di Masyarakat dan program Kampus Berdampak. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program dan kebermanfaatan yang nyata bagi masyarakat.
“Saya mengharapkan KKN Reguler tahun ini mampu memberikan dampak yang lebih baik, khususnya dalam sektor UMKM, peternakan, pertanian, dan infrastruktur desa. KKN juga harus dimanfaatkan sebagai ajang promosi UMP kepada Masyarakat luas,” ujar Ahmad Darmawan.
Dalam ToT tersebut, Ahmad Darmawan juga menjadi pemateri utama yang memaparkan arah kebijakan KKN Semester Gasal 2025/2026, dengan penekanan pada pengembangan program unggulan seperti Penguatan Digital Marketing, Desa Peternakan, dan Desa Kelapa Kopyor sebagai bentuk inovasi berbasis potensi lokal.
Pemateri kedua, Suwarsito, S.Pi., M.Si., selaku Ketua Panitia KKN Semester Gasal 2025/2026, memaparkan rangkaian kegiatan serta tema utama yang diusung dalam KKN tahun ini, yakni Integrasi Pengentasan Kemiskinan, Penanganan Stunting, Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Lokal, dan Rumah Layak Huni.
“Kami ingin KKN tahun ini tidak hanya sekadar seremonial pengabdian, tetapi juga mampu menghasilkan produk-produk nyata, termasuk teknologi tepat guna (TTG) dan prototipe yang nantinya bisa ditampilkan dalam KKN Ekspo yang akan dilaksanakan di lapangan KH Mas Mansyur UMP,” jelasnya. Selain itu, kegiatan KKN ini juga menghasilkan luaran KKN berupa artikel ilmiah yang akan diseminarkan pada seminar internasional ICONWISE yang diselenggarakan oleh LPPM UMP pada tanggal 6 September 2025.
Pelaksanaan KKN kali ini akan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dalam program penanganan stunting dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dalam program pendataan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
ToT ini diikuti secara antusias oleh 38 DPL KKN yang nantinya akan mendampingi dan membimbing mahasiswa di lapangan. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dengan harapan setiap dosen pembimbing dapat mentransformasikan ilmu yang diperoleh saat pembekalan menjadi langkah nyata pemberdayaan Masyarakat dan pemanfaatan potensi desa.
Dengan cakupan wilayah yang luas dan keberangkatan hingga ke luar negeri, program KKN UMP tahun ini menunjukkan arah transformasi pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, kontekstual, dan berdampak luas, menjadikan UMP sebagai salah satu pelopor pengabdian berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. (Muh/Tgr)