Saat ini hampir semua kegiatan yang kita lakukan terekam dalam jejak media sosial,
sekecil apapun kegiatannya dan sesederhana apapun prosesnya juga pasti membutuhkan media
sosial didalamnya mulai dari yang paling sederhana seperti SMS sampai ke WhatsAap yang saat
ini sangat banyak penggunanya. Munculnya social media bisa memberikan manfaat namun tak
jarang juga yang mendatangkan mudharat. Media sosial sebetulnya lebih dominan hanya untuk
mencari hiburan semata apalagi untuk kalangan muda yang masih belum dapat menilai mana hal
yang benar dan buruk serta masih mencari jati diri dan meniru orang yang dianggapnya sebagai
panutan.
Meski pada jaman Rasulullah SAW belum ada media sosial, namun Al-Qur’an sebagai
sumber petunjuk kehidupan akan tetap relevan untuk menjadi pedoman sepanjang jaman. Islam
sebagai agama yang menuntun umatnya untuk selalu mengutamakan berbuat baik dalam setiap
sisi kehidupan memiliki batasan-batasan bagi umatnya dalam menggunakan media sosial secara
bijak. Ada beberapa adab yang harus ditaati oleh kaum muslimin agar media sosial yang
digunakan dapat mendatangkan pahala sehingga mampu membawa sampai ke pintu surga.
Beberapa adab tersebut adalah :
1. Niat
Apapun yang kita lakukan pastilah diawali dengan niat yang baik dan benar agar
mendapatkan pahala. Termasuk dalam menggunakan media sosial kita pun harus memiliki
niat yang baik, apalagi saat menyebarkan suatu berita kita harus mampu menyaring mana
yang pantas untuk disebar atau cukup berhenti pada diri kita saja.
“Sesungguhnya segala perbuatan bergantung pada niatnya. Dan setiap orang akan
memperoleh apa yang diniatkannya.”
(H.R. Bukhari)
2. Menggunakan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan kebaikan
Seorang muslim diwajibkan untuk senantiasa menyeru kepada kebaikan didalam
kehidupannya dan dilarang untuk menyebarkan keburukan apalagi sampai melukai hati
sesama muslim lainnya.
“Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang
makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”
(Q.S. Ali Imran; 110)
Begitu pula dalam menggunakna media sosial maka kita harus menyebarkan nilai nilai
positif dalam diri kita agar senantiasa mengajak kepada kebaikan dan menjauhi kemungkaran,
dengan memposting motivasi Islami dan juga memberikan contoh tanpa adanya niatan untuk
berbuat riya.
3. Mengontrol waktu dalam menggunkan media sosial
Setiap orang memiliki waktu yang harus mereka pertanggung jawabkan dihari akhir
kelak, dan setiap waktu yang sudah terlewatkan tidak akan pernah terulang kembali. Begitu
pula saat kita menghabiskan seluruh waktu yang kita miliki untuk bermain media social,
apalagi sampai meninggalkan sholat. Sungguh akan merugi orang – orang yang demikian,
yang terbuai dengan kehidupan maya di media social hingga lupa bahwa hal tersebut dapat
memperdaya kita hingga membuat kita meninggalkan kewajiban.
“Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya” QS. Ali Imran; 185
4. Tidak mengumbar kebencian dan aib diri sendiri di media sosial
Setiap orang memiliki rahasia yang dia jaga agar tidak diketahui orang lain karena hal
tersebut dapat mengubah penilaian orang lain kepada diri kita, Allah SWT saja mampu
menjaga rahasia setiap mahluknya sebesar seluruh jagat raya agar menjaga martabat dan harga
diri seorang hamba.
“Barang siapa yang menutupi aib saudaranya muslim, Allah akan menutupi aibnya pada hari
kiamat, dan barang siapa mengumbar aib saudaranya muslim, maka Allah akan mengumbar
aibnya hingga terbukalah kejelekannya walau ia di dalam rumahnya.”
(H.R. Ibnu Majah)
Lalu bagaimana dengan kita yang hanya seorang hamba namun saling menebar aib saudara
kita bahkan menyebarkan aib diri kita sendiri? karena sepandai pandai orang menyimpan
bangkai baunya juga akan tersebar kemana mana.
Semoga kita senantiasa selalu dalam lindungan Allah SWT dari godaan dan dosa yang
sejatinya tidak pernah luput dari kita seorang manusia yang lemah da jauh dari kata sempurna.
Oleh karena itu alangkah baiknya kita menanamkan perilaku yang baik di mulai dari
penggunaan media sosial yang selalu kita pakai dalam keseharian kita.