
Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bersiap meraih Akreditasi A. Sejalan dengan usaha yang telah diupayakan maka perolehan akreditasi A dapat sebagai penunjang kualitas alumni. Disampaikan oleh Dekan Fakultas Farmasi Dr Agus Siswanto, M.Si., Apt bahwa persiapan untuk memperoleh Akreditasi A telah dipersiapkan jauh-jauh hari sehingga pada saat proses akreditasi sudah tidak gagap untuk merepresentasikan kualitas Fakultas Farmasi di hadapan Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi (PT).
“Guna menyongsong akreditasi A Fakultas Farmasi aktif melakukan riset. Penelitianyang berkualitas dan inovatif dalam bidang kefarmasian untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia,” ungkap Dekan Fakultas Farmasi Dr Agus Siswanto, M.Si., Apt.Kualitas Fakultas Farmasi dibangun melaui aktif pada kegiatan akademik yang melibatkan mahasiswa dan dosen. Bertepatan Pada tahunakademik 2017/2018Fakultas Farmasi UMP telah mendapatkan pendanaan sebanyak lima proposal penelitiandibidang science Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).
Riset yang dilakukan oleh Fakultas Farmasi juga melejit di International. Diantaranya melakukan penelitian bersama di Yeungnam University, Republic of Korea, Northern Negros State Collage of Science and Technology, Philippines, Universiti Sultan Zainal Abidin (UNIZA-Malaysia), Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia, International Islamic University Malaysia, Mahidol University, Thailand, dan Kong Khaen University, Thailand.
Selain aktif melakukan riset kefarmasian, pihak fakultas juga aktif menyelenggarakan kegiatan workshop dan seminar. Seperti workshop pengelolaan jurnal dan peningkatan jurnal laboratorium untuk menghasilkan publikasi ilmiah. Sedangkan kegiatan seminar, Fakultas Farmasi sempat mnyelenggarakan kegiatan seminar bertajuk “Peran Apoteker dalam Penyediaan Pelayanan Kefarmasian dan Penanggulangan Praktek serta Peredaran Obat”.
Saat diwawancara oleh Tim UMP Magz, Dekan Farmasi Dr Agus Siswanto, M.Si., Apt., mengatakan bahwa seminar pada waktu itu, diselenggarakan dengan tujuan untuk memberikanpemahaman penggunaan antibiotik secara bijak kepada mahasiswa.
Lebih lanjut Dekan Farmasi menyampaikan, seluruh kegiatan Fakultas Farmasi tidak lain untuk mendorong mahasiswa berkembang dengan disiplin ilmu farmasi. Demi mewujudkan visi farmasi yang harus menghasilkan lulusan yang beriman, bertakwa, dan berakhlaq mulia, yang memiliki keunggulan akademik kompetitif dan komparatif serta profesional dibidangnya sesuai dengan tuntutan zaman.
Motivasi tersebut menjadikan Fakultas Farmasi UMP berbeda dengan Fakultas Farmasi di perguruan tinggi lain. Fakultas FarmasiUMP memiliki ciri khas yaitu klinik komunitas science obat alam. “Kesiapan skill yang dimiliki oleh alumni nantinya dapat memformulasikan obatdan mampu mengolah resep dengan memanfaatkan potensi Sumber Daya Alam (SDA),” ungkap Dekan Fakultas Farmasi UMP. Untuk mengasah kemampuan dalam meracik dan mengolah resep, mahasiswa Fakultas Farmasi di berikan fasilitas laboratorium dan kegiatan praktik lapangan di apotek UMP dan Apotek Widuri.
Fakultas Farmasi Semakin Mendunia: Segera Membuka Magister Farmasi
Tidak lengkap dikatakan sebagai Fakultas yang unggul jika sebuah lembaga pendidikan tinggi berhenti mengembangkan ilmu pengetahuan. Berbeda dengan Fakultas Farmasi UMP yang terus bergerak untuk mengembangkan disiplin ilmu farmasi dengan merencanakan pembukaan Magister Farmasi. Lebih lanjut Dekan Fakultas Farmasi Dr Agus Siswanto M.Si., Apt., mengatakan bahwa renacanya Magister Farmasi akan mengambil peminatan di bidang Farmasi Klinik Farmakoekonomi dan Farmasi Sains Obat Alam.,
“Dengan Fasilitas yang memadai seperti laboratorium yang cukup lengkap, Fakultas Farmasi optimis dengan pembukaan Magister Farmasi untuk meningkatkan kemampuan para ahli farmasi,” ungkapnya.
Selain kelengkapan laboratorium, untuk membuka Magister Farmasi , Fakultas telah menyiapkan kualitas tenaga pendidik yang berjumlah 7:30. Harapannya dengan pembukaan Magister Farmasi dapat menjadi program magister yang unggul dengan kompetensi kompetensi yang dimiliki oleh mahasiswanya, kemudian modern dalam artian update untuk kurikulum serta system pembelajaran, dan Islami ditekankan kepada perilaku mahasiswa yang memiliki etika islami dalam perkuliahan maupun pada praktik dilapangan nantinya.(han/sls)
Tidak ada artikel terkait