Berita
UMP Perkuat Ekosistem Riset, Hadirkan Deputi BRIN Dorong Inovasi Berdampak
Jumat 17 Juli 2026      Berita
UMP Perkuat Ekosistem Riset, Hadirkan Deputi BRIN Dorong Inovasi Berdampak
Purwokerto– Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terus memperkuat budaya riset dan inovasi melalui Sosialisasi Integrasi Riset, Inovasi, dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan yang menghadirkan Deputi Fasilitasi Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Eng. Agus Haryono, pada Jumat (10/7/2026) di Aula Syamsuhadi Irsyad, Gedung UMP Tower Lantai 10.
 
Kegiatan yang diikuti pimpinan universitas, dekan, ketua lembaga, kepala program studi, dan dosen di lingkungan UMP, kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan BRIN dalam meningkatkan kualitas penelitian, inovasi, serta pengembangan ilmu pengetahuan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
 
Wakil Rektor IV UMP Bidang Riset, Inovasi dan Publikasi Assoc. Prof. Akhmad Darmawan, Ph.D., mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah nyata UMP dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui peningkatan kualitas riset dosen.
 
Menurutnya, kehadiran Deputi Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN membuka peluang yang sangat besar bagi dosen UMP untuk memperoleh pendanaan penelitian sekaligus menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
 
"Potensi riset seluruh dosen terbuka sangat lebar untuk meningkatkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Riset yang dilakukan diharapkan mampu memberikan dampak nyata di tengah masyarakat, dan BRIN telah menyiapkan berbagai skema pendanaan untuk mendukung hal tersebut," ujar Wakil Rektor IV.
 
Ia menambahkan bahwa BRIN telah membuka kesempatan pengajuan proposal penelitian bagi para dosen di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, UMP mengajak seluruh peneliti untuk mempersiapkan proposal terbaik dan memanfaatkan kesempatan tersebut.
 
"Pengajuan proposal riset dibuka mulai 1 hingga 30 Juli 2026. Kami mengajak seluruh dosen UMP mempersiapkan proposal penelitian terbaik untuk diunggah ke sistem BRIN. Semoga semakin banyak peneliti UMP yang memperoleh pendanaan dan menghasilkan riset yang berdampak bagi Indonesia," tambahnya.
 
Sementara itu, dalam sambutannya Rektor UMP Prof. Dr. Jebul Suroso menyampaikan apresiasi atas kehadiran Deputi Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN di UMP. Menurutnya, kegiatan ini merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi para dosen untuk memperoleh informasi sekaligus berdiskusi secara langsung mengenai peluang pendanaan penelitian nasional.
 
"Kami berharap kegiatan ini bukan hanya menjadi sosialisasi, tetapi mampu mengarahkan penelitian dosen agar semakin berkualitas dan memberikan dampak yang luas bagi masyarakat. Kesempatan berdiskusi langsung dengan BRIN ini sangat strategis untuk meningkatkan kualitas proposal riset dosen UMP," ujar Prof. Jebul.
 
Ia menjelaskan bahwa UMP terus melakukan evaluasi terhadap kualitas proposal penelitian setelah masih terdapat beberapa proposal dosen yang belum berhasil memperoleh pendanaan nasional. Kondisi tersebut menjadi motivasi bagi universitas untuk terus meningkatkan kapasitas para peneliti agar mampu menghasilkan proposal yang lebih kompetitif.
 
Rektor juga menilai potensi riset di UMP sangat besar karena didukung berbagai bidang keilmuan, mulai dari kesehatan, farmasi, teknik, pendidikan hingga ilmu-ilmu sosial. Oleh karena itu, ia berharap seluruh dosen memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi secara langsung dengan narasumber dari BRIN mengenai pengembangan proposal penelitian.
 
 "Kami berharap dosen-dosen UMP memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk berdiskusi, berkonsultasi, dan memperoleh arahan dari BRIN. Dengan demikian, penelitian yang dilakukan tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pembangunan nasional," tambahnya.
 
Melalui kegiatan ini, UMP berharap kolaborasi dengan BRIN semakin memperkuat ekosistem riset di lingkungan kampus serta mendorong lahirnya berbagai inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing penelitian UMP di tingkat nasional maupun internasional. (Rfm/Chy)
Berita Terkait

Tidak ada artikel terkait