.jpg)
Siapa manusia yg tidak pernah diuji? Siapa manusia yg paling bahagia dan siapa manusia yang paling sengsara? Inilah dunia tempat ujian bagi siapa saja yg menjalani kehidupan. Bukankah kita sering mendapat pelajaran di sekolah, di bangku kuliah, di masjid, atau kita sendiri yang meyampaiakan untuk sabar, tawakkal dan menerima dengan ikhlas. Akan tetapi ketika dihadapkan pada kenyataan, kita baru tahu apa arti sabar dan apa arti dari rahasia waktu. Ketika ujian datang, boleh jadi Allah sedang mengklarifikasi kebenaran dengan ilmu yang telah dipelajari selama bertahun-tahun.
Hikmah juga Allah berikan kepada hamba Allah yang bersabar, sebagaimana kisah Nabi Musa yang berguru kesabaran kepada nabi Kidhir dan Nabi Musa as tidak mampu menghadapi tiga ujian kesabaran. Hal ini dilatarbelakangi ketika Nabi Musa memberikan ceramah kepada bani Israil, lalu ia ditanya:”Siapakah orang yang paling banyak ilmunya?” Nabi Musa mejawab: ”aku”. Maka Allah mencelanya, karena ada seorang hamba yang lebih berilmu daripada Musa as. Oleh karena itu Nabi Musa ingin berguru kepadanya, yaitu Khidir. Khidir menerima nabi Musa mengikutinya dengan syarat nabi musa tidak boleh menanyakan segala peristiwa yang akan terjadi, sampai Khidir sendiri yang akan menjelaskannya.
Ujian pertama, Ketika ada di lautan
Musa dan Nabi Kidir berjalan menelusuri pantai, hingga akhirnya ada perahu melintasi keduanya. Lalu keduanya meminta agar pemiliknya mau mengantarnya. Maka sang pemilik perahu megantarkan mereka berdua tanpa upah. Ketika mereka menaiki kapal itu, Musa merasa terkejut karena Khidir melubangi perahu tersebut dengan kapak. Maka Musapun berkata: “Orang-orang itu telah membawa kita tanpa upah, tapi engkau malah melubangi perahu itu yang akibatnya engkau menenggelamkan penumpangnya? Sesungguhnya engkau telah melakukan kesalahan yang besar”. Ujian pertama Nabi Musa gagal dalam kesabaran.
Ujian kedua, Ketika ada di tepi laut
Ketika keduanya melanjutkan perjalanan ke tepi laut, Khidir melihat seorang anak sedang bermain dengan anak-anak yang lain. Maka khidir menjambak rambut itu dengan tangannya dan kemudian membunuhnya. Nabi Musa sontak berkata kepada Khidir: “Mengapa engkau membunuh jiwa yang bersih, bukan karena ia membunuh orang lain? Sesungguhnya engkau telah melakukan sesuatu yang munkar”. Ujian kedua Nabi Musa gagal dalam kesabaran.
Ujian ketiga, Ketika ada di kampung
Kemudian Nabi Musa dan Khidir berjalan hingga sampai pada penduduk suatu negeri, mereka berdua minta dijamu, tetapi penduduk tersebut tidak mau menjamu mereka berdua. Kemudian Nabi Musa dan Khidir menjumpai dinding rumah yang hampir roboh atau miring. Lalu khidir berdiri dan menegakkan dinding tersebut. Lalu Nabi Musapun berkomentar: “kita telah mendatangi suatu kaum, tetapi mereka tidak mau mejamu kita dan tidak pula menyambut kita, jikalau engkau mau, niscaya engkau dapat mengambil upah untuk itu”. Ujian ketiga Nabi Musa gagal dalam kesabaran.
Nabi Musa telah menyaksikan berbagai tindakan yang bertentangan dengan syariatnya, karena Khidir bertindak berdasarkan ilmu yang telah diajarkan Allah kepadanya dan tidak diajarkan kepada nabi Musa. Ternyata dibalik tindakan tersebut, mengandung hikmah dan memang hanya yang diberikan ilmu oleh Allah yang mampu mengetahui rahasia waktu.
Adapun Tindakan pertama yaitu perahu yang dilubangi adalah milik orang-orang miskin yang bekerja di laut, karena akan ada raja yang dzalim yang melewati perahu tersebut dan akan megambil perahu tersebut jika masih bagus. Oleh karena itu untuk mencegah dirampasnya kapal tersebut, Khidir merusaknya sehingga perahu tersebut masih bisa dimanfaatkan oleh orang miskin tersebut.
Adapun Tindakan kedua, yaitu Ketika Khidir membunuh anak adalah karena khawatir jika anaknya akan mendorong orang tuanya kepada kesesatan dan kekufuran. Dan Khidir menginginkan, supaya Allah mengganti anak yang lebih baik kesuciannya dan lebih dalam kasih sayang kepada orangtuanya.
Adapun Tindakan ketiga, yaitu Khidir menegakkan dinding yang hampir roboh adalah karena rumah tersebut adalah kepunyaan dua anak yatim yang masih kecil dan di bawah dinding ada harta benda simpanan ayahnya yang sholeh. Allah menghendaki, kelak Ketika anaknya telah dewasa, mereka akan mengeluarkan harta simpanannya itu.
Dari kisah ini kita bisa mengambil hikmah peristiwa yang menimpa manusia, kadang tidak masuk akal. Inilah rahasia Allah untuk nantinya diungkapkan untuk hamba-hamba-Nya. Sulit memang bagi manusia untuk mengambil hikmah kehidupan tanpa latihan, kesabaran dan kadang butuh waktu yg lama. Terkadang manusia sering mengkhawatirkan sesuatu, berprasangka buruk akan peristiwa yg akan datang. Oleh karena itu Islam memberikan tips bagi orang beriman agar bertawakal yaitu menyerahkan segala urusannya kepada Allah faidza azamta fatawakal alallah apabila kamu telah bertekad bulat untuk melakukan sesuatu, kemudian selesai dari usahanya maka bertakwal. Ini adalah pilihan yang terbaik, pilihan berpahala, dan Allah tidak menyia-nyiakan usaha hamba-Nya.
Penulis : Ust. Muntohar, M.Pd.
Instrukur AIK LPPI
Tidak ada artikel terkait