Berita
JATUH... BANGUN KEMBALI
Jumat 3 Juli 2020      Berita
JATUH... BANGUN KEMBALI

Jika seorang anak jatuh dari latihan sepeda, mestinya orang tua akan tetap memotivasi agar  tidak putus asa. Memulai  latihan dari menuntun sepeda, menaikinya dengan kaki menyeret ke tanah, hingga melepas dan menggayuh pedalnya. Jatuhdan bangunitu tidak hanya menimpa seorang anak, tetapi jatuh terjadi pada setiap orang tua, terjadi pada suatu bangsa, terjadi pada peradaban manusia dari generasi ke generasi. Barangkali Allah sedang membuat skenario  agar kehidupan manusia itu dinamis dan lebih indah di akhirnya. Jatuh adalah peristiwa dibenci dan dijauhi, tapi apa yang diketahui oleh manusia dari setiap yang dibenci atau disukai ? Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah : 216).

Sudah menjadi sunatullah, ketika manusia hidup di bumi kalau jatuh pasti akan turun atau meluncur ke bawah. Hal ini mengingatkan akan lemahnya manusia di hadapan Allah, akan kembali ke asalnya  (tanah) dan kembali pada kekuasaan Allah.  Pepatah mengatakan “Setinggi-tingginya manusia ada yang lebih tinggi” maka ketika manusia sudah menaiki puncak tertinggi gunung di bumi, masih masih ada langit yang belum dinaiki. Maka hanya Allah Yang Maha Tinggi  Bagi-Nya ketinggian yang mutlak dari sisi manapun, Tinggi Dzat-Nya, Tinggi kekuasaan dan sifat-Nya, Tinggi Penguasaan-Nya. Kemuliaan dan Kekuasaa Allah tidak akan jatuh.

Mari kita bercermin pada kekuasaan Fir’aun yang memiliki  kedudukan tinggi, kemegahan kerajaannya, banyak pengikutnya. Fir’aun meminta kepada Hamam untuk membangun menara tertinggi untuk melihat dan menjatuhkan tuhannya Nabi Musa, bahkan Fir’aun sampai mengatakan dirinya adalah tuhan yang paling tinggi. berkata:(Fir’aun)"Akulah Tuhanmu(Musa as)yang paling tinggi".

Akhirnya kekuasaan dan kebesarannya binasa bersama dengan dirinya. Jadi kesombongan, kesewenang-wenangan, kecurangan, kecerobohan itu akan menjatuhkan manusia pada kedudukan yang rendah dan kehancuran.

Dibalik pandemi covid 19 ini barangkali ada kemiripan tingkah laku manusia  dengan  sifat-sifat  yang ada pada masa Fir’aun. Merasa hebat dengan kedudukan, kekuasaan dan teknologi. Akhirnya Allah berkuasa dan berkehendak untuk menjatuhnya semua aktivitas manusia, pekerjaan, pendidikan,  dan  ekonomi.

Mudah-mudahan wabah ini segera berakhir sehinga menuju keadan benar-benarnormal. Membangun kembali sendi-sendi kehidupan ini sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah saw dengan penuh cinta, rendah hati, lemah lembut dan kesungguhan. Membangun raga/fisik tapi tidak lupa untuk membangun jiwa/rohani kita dengan iman, amal dan akhlak mulia sehingga terwujud peradaban modern yang mulia.

Berita Terkait

Tidak ada artikel terkait

UMP Terkini