Error
  • JLIB_DATABASE_ERROR_FUNCTION_FAILED

Islam Bukan Agama Ramalan

Setiap  manusia pasti memiliki masa lalu masa sekarang dan yang akan datang. Entah itu masa membahagiakan atau masa sedih. Itulah kehidupan manusia silih berganti menghadapi situasi yang berubah-ubah. Begitu pula dengan pola kehidupan manusia secara global  dari suatu zaman ke zaman lainnya akan dibawa oleh para penguasanya. Sebagaimana Fir’aun dan Namrud membawa manusia pada kedzaliman (kegelapan). Nabi Sulaiman,   Yusuf As, Muhammad SAW membawa manusia ke zaman yang penuh cahaya. Bagaimana dengan zaman sekarang? 

 

Kita yakin bahwa Islam adalah agama yang mengabarkan tentang masa lalu, masa sekarang dan yang akan datang. Masa lalu sudah menjadi sejarah dan bukti akan kebenaran yang sudah terjadi. Masa sekarang adalah masa dimana kita hidup dan besikap terhadap setiap peristiwa yang terjadi. Masa yang akan datang adalah masa yang belum terjadi (ghaib) dan menjadi harapan baik bagi setiap manusia.

 

Mari kita membaca sejarah tentang bukti kebenaran yang telah datang dari Islam. Penulis mencontohkan sahabat yang bernama Suraqah yang dijanjikan Rasulullah SAW akan memakai kebesaran Raja Persia. Seperti yang dikatakan Rasulullah SAW pada saat ia gagal menangakap Rasulullah SAW dengan janji dari pimpinan Quraisy, yaitu akan diberikan 100 ekor unta.  Rasulullah SAW berkata kepadanya: " Bagaimana wahai Suraqah, jika pada suatu waktu engkau mengenakan mahkota kebesaran Kisra? " mahkota kebesaran Kisra bin Hurmuz ? kata Suraqah terkejut. " Ya, pakaian kebesaran Kisra bin Hurmuz!" jawab Rasulullah SAW meyakinkan. Ternyata Suraqah pada masa Umar Bin Khattab terbukti menggunakan pakaian Kisra bin Hurmuz.

 

Contoh lain adalah tentang bukti peninggalan-peninggalan umat terdahulu, Piramida dan mayat Raja Fir’aun oleh Allah diabadikan untuk menjadi pelajaran bagi manusia (baca QS Yunus: 92), akan dibebaskannya kota konstatinopel, nasib umat Islam disetiap periode kehidupan, kekuasan terhadap dunia dimulai berdirinya nubuwah minhaj nubuwwah (kekhilafahan sesuai manhaj kenabian), periode mulkan aadhdhan (penguasa-penguasa yang menggigit), periode mulkan jabbriyyan (penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak) kembali periode khilafah ‘ala minhaj nubuwwah. Kemudian Nabi Muhammad saw diam.”  Itulah sekelumit contoh, bahwa apa yang disampaiakan oleh Allah dan Rasul-Nya bukanlah ramalan. Sebagai umat Islam wajib meyakini dan mempersiapkan diri disetiap masa yang dilaluinya. Sebagaimana yang telah Allah tegaskan di Surat Al Kahfi ayat 1  “Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hambaNya (Muhammad), Kitab suci Al-Quran, dan tidak menjadikan padanya sesuatu yang bengkok”.

 

Hikmah yang bisa kita ambil, pertama Allah memberitahukan kepada hamba-hamba-Nya tentang peta kehidupan dunia dan akhirat sebagai wujud kasih sayang-Nya. Kedua apa yang dijanjikan atau yang diberitakkan Rasulullah SAW tentang masa akan datang dan peritiwa akhir zaman adalah benar. Oleh karena itu, Allah mengingatkan kita agar terpelihara daripada fitnah hidup, kejahatan dan bala bencana. Ketiga, mempersiapkan diri untuk menghadapi kehidupan yang akan dilaluinya.

 

 

Purwokerto, 27 Januari 2017

Ditulis Oleh Muntohar, M.Pd.I

Instruktur LPPI

Arsip Berita

Kontak Kami

 

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Jl. Raya Dukuh Waluh, PO BOX 202

 Purwokerto 53182

Kembaran Banyumas

Telp : (0281) 636751, 630463, 634424

Fax  : (0281) 637239