Error
  • JLIB_DATABASE_ERROR_FUNCTION_FAILED

Usulan S1 Profesi Disetujui Dikti, FIKES UMP Adakan Workshop Kurikulum

Tindak lanjuti usulan penyelenggaraan program studi Pendidikan Profesi Bidan yang telah disetujui oleh Sistem Layanan Direktorat Pengembangan Kelembagaan Perguruan Tinggi (SILEMKERMA) Dikti pada 16 Januari lalu, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FIKES UMP) adakan workshop kurikulum pendidikan profesi bidan, (16/2). Dekan FIKES UMP, Drs. H. Ikhsan Muhajid, M.Si mengatakan, kurikulum pendidikan tinggi merupakan amanah institusi yang harus senantiasa diperbaharui dengan perkembangan kebutuhan dan IPTEK yang dituangkan dalam capaian pembelajaran.

 

Lebih lanjut, Ikhsan menjelaskan, penyusunan kurikulum dimulai dengan menetapkan profil lulusan yang dijabarkan menjadi rumusan kompetensinya. Adapun penetapan profil lulusan dalam kurikulum program studi baru, dilakukan melalui beberapa tahapan dengan mempertimbangkan analisis SWOT, visi misi keilmuan prodi, kebijakan dan pengembangan prodi, analisis kebutuhan dan masukan pemangku kepentingan serta asosiasi profesi atau keilmuan. Oleh karenanya melalui seminar dan workshop kurikulum ini Ikhsan berharap dapat menyempurnakan kurikulum Kebidanan S1 –Profesi dengan mengacu pada tahapan yang terdapat pada kurikulum perguruan tinggi 2016.

 

Terpisah, Wakil Rektor Bidang Akademik, Anjar Nugroho, SAg, MSI, MHI, menyambut baik penyelenggaraan workshop ini. Menurut Anjar kurikulum merupakan rencana atau rancangan pembelajaran yang harus dilaksanakan, oleh karenanya pembahasan tentang kurikulum harus melibatkan pakar terkait. UMP sendiri sudah melaksanakan kurikulum berbasis kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) mulai tahun 2016/2017. Kondisi itu mendorong kebidanan S1 profesi harus menyesuaikan dengan prodi lainnya. Anjar menjelaskan dalam rancang bangun kurikulum KKNI dan SNPT yang pertama harus dibangun adalah Capaian Pembelajaran (CP). “Hal ini menyangkut tentang lulusan mau dibawa kemana kemudian kita akan mencetak lulusan seperti apa, ini penting untuk diperhatikan. Tentu dari berbagai macam aspek yang mengacu pada keilmuan prodi tersebut,” jelasnya.

 

Anjar juga menambahkan, ada beberapa hal yang harus menjadi muatan dalam penyusunan kuriukulum. Pertama adalah softskills “ini bisa masuk pada keseluruhan kurikulum dan mempengaruhi daya saing lulusan, sebagaimana pada MEA manusia di tuntut untuk berinovasi,” kata Anjar. Kedua adalah kemampuan berbahasa global, menurut Anjar, kebutuhan ketersediaan tenaga kesehatan asal Indonesia di beberapa negara seperti Korea, Jepang dan Arab mendorong kemampuan bahasa sebagai hal yang tidak dapat dikesampingkan. Ketiga adalah kemampuan menulis akademik. Terakhir, yang tidak kalah penting, “Karena UMP merupakan perguruan tinggi Islam, maka kurikulumnya harus disesuaikan dengan nilai keislaman dan kemuhammadiyahan,” tandasnya.

  

Dengan mengusung tema “Peningkatan Kualitas Profesi Bidan Melalui Pengembangan Kurikulum Perguruan Tinggi”, workshop yang berlangsung selama 2 hari ini mendatangkan narasumber Dr. Emi Nurjasmin, M.Kes (PP IBI), Dr. dr. Liliana Sugiharto, MS, PAK (Dikti), Dra. Jumiyarni Ilyas, M.Kes (Asosiasi pendidikan Kebidanan Indonesia-AIPKIND), dr. Nooryanto, Sp.OG (K) (Universitas Brawijaya), dan pendamping MeU Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS). Workshop ini melibatkan 33 peserta dari tim Kebidanan S1-Profesi UMP, anggota AIPKEMA serta perwakilan institusi kebidanan di Indonesia.

 

Di hari pertama ada empat materi yang dipaparkan. Dr. Emi Nurjasmin, M.Kes mengawali materi tentang profil dan capaian pembelajaran kebidanan S1 profesi bidan dalam menghadapi tantangan kebutuhan Nakes terkait dengan kewenangan bidan. Selang beberapa waktu kemudian dilanjutkan materi tentang keunggulan program studi kebidanan S1-Profesi oleh dr. Nooryanto, Sp.OG (K). Sedangkan dua materi lain yaitu tentang integrasi SN-DIKTI dan KKNI dalam penyusunan kurikulum Kebidanan S1 Profesi sesuai KPT tahun 2016 dan strategi penyusunan profil lulusan dan capaian pembelajaran prodi Kebidanan S1 Profesi dipaparkan oleh Dr. dr. Liliana Sugiharto, M.S, PAK.  Adapun Tim MeU FK UNS lebih menekankan pada strategi penjabaran CP dalam bahan kajian.

 

Di hari kedua, workshop lebih banyak diisi dengan diskusi yang sebelumnya Dra. Jumiarni Ilyas, M.Kes telah terlebih dahulu memaparkan materi tentang peran dan upaya AIPKIND dalam pengembangan Kebidanan S1 Profesi : Analisis kebutuhan profesi bidan strategi AIPKIND dalam pengembangan profesi bidan.  Di akhir kegiatan, peserta workshop akan melakukan presentasi dan review hasil diskusi serta menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang harus dilakukan dalam beberapa waktu ke depan. (Ulv/Pra)

 

 

Arsip Berita

Kontak Kami

 

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Jl. Raya Dukuh Waluh, PO BOX 202

 Purwokerto 53182

Kembaran Banyumas

Telp : (0281) 636751, 630463, 634424

Fax  : (0281) 637239