Error
  • JLIB_DATABASE_ERROR_FUNCTION_FAILED

FKIP Tekankan Pembelajaran Berbasis Pendekatan Saintifik

Tingkatkan pemahaman pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah, FKIP Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FKIP UMP) selenggarakan diskusi ilmiah bertajuk “Implementasi Pembelajaran Berbasis Pendekatan Ilmiah”, pekan lalu. Dekan FKIP UMP, Drs. Pudiyono, Mhum mengatakan, pendekatan ilmiah merupakan salah satu strategi pembelajaran yang menjadi ciri utama dalam penerapan kurikulum 2013.

 

Melalui pendekatan tersebut, menurut Pudiono, pengajar mampu mendorong mahasiswa untuk membangun pengetahuan secara mandiri dengan memacu kreatifitasnya. Perkuliahan yang menggunakan pola ini membiasakan mahasiswa untuk berpikir kritis, realistis dan logis. “Ketiga hal itu sangat berperan penting untuk mewarnai kehidupan mereka di masa datang,” katanya.

 

Pudiono mendorong seluruh staf akademik FKIP UMP dapat memahami konsep pendekatan tersebut dengan baik. Apalagi keberadaan FKIP sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang telah banyak bekerja sama dengan pemerintah, terutama dalam hal pengembangan SDM guru, maka staf akademik FKIP UMP harus lebih siap dan mampu mengimplementasikan pendekatan tersebut. "Memberikan pencerahan kepada guru melalui pelatihan, pengabdian, maupun kegiatan terkait Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)," terangnya.

 

Diskusi ini menghadirkan 3 orang penyaji yang merupakan tenaga pengajar senior di FKIP UMP yaitu Dr. Kuntoro MHum, Drs. Pudiyono MHum dan Sisunandar, PhD. Dalam paparannya, Kuntoro lebih banyak menyajikan materi tentang pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah pada bidang pendidikan Bahasa Indonesia. Kuntoro menerangkan, pelaksanaan pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah dalam bidang bahasa Indonesia berdasarkan pada teks. Dalam konteks kajian ilmiah, teks (lisan maupun tulisan) harus dipahami dan diperlakukan sebagai data untuk kepentingan observasi dan analisis. “Oleh karena itu, simpulan sebagai hasil dari analisis teks tersebut keilmiahannya bisa dipertanggung jawabkan secara valid,” katanya.

 

Sementara itu, Pudiyono, lebih menitikberatkan paparannya pada pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah pada bidang pendidikan bahasa Inggris. Pudiyono menegaskan, prosedur atau langkah-langkah pembelajaraan ilmiah bisa berbeda sesuai dengan masing-masing bidang kajian. Menurutnya, tidak semua bidang ilmu bisa dengan mudah menerapkan urutan prosedur mulai dari observing, questioning, assicotiating, experimenting, sampai networking. Pudiyono memastikan, dalam konteks bidang bahasa Inggris prosedur pendekatan ilmiah bisa dilakukan lebih simple, yaitu observing, questioning, analyzing, dan networking.

 

Terpisah, penyaji ketiga, Sisunandar fokus pada materi pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah di bidang IPA. Sisunandar meyakinkan, pembelajaran yang benar dalam bidang IPA harus mampu menjawab tantangan dan kebutuhan  kontekstual. Hal itu dicontohkan dengan beberapa fenomena kehidupan yang terjadi pada lingkungan sekitar, seperti pengembangan teknologi kereta api yang  target kecepatannya selalu meningkat dari waktu ke waktu. Contoh lain, “Pengembangan industri kelapa di China yang sudah maju hingga pengekspor produk hilir kelapa ke luar China yang begitu menguntungkan secara ekonomi. Luar biasanya, China tidak menjadi penghasil biji kelapa,” kata Sisunandar.

 

Diskusi ini mendapatkan respon yang sangat baik dari staf akademik FKIP. Hal itu terlihat dari aktifnya peserta diskusi melontarkan pertanyaan demi pertanyaan. Dekan berharap, usai diskusi, semua staf akademik dapat mengimplementasikannya dengan baik. (Pra)

Arsip Berita

Kontak Kami

 

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Jl. Raya Dukuh Waluh, PO BOX 202

 Purwokerto 53182

Kembaran Banyumas

Telp : (0281) 636751, 630463, 634424

Fax  : (0281) 637239