Error
  • JLIB_DATABASE_ERROR_FUNCTION_FAILED

LPPM UMP Kembangkan Format KKN Menjadi 2 Tahap

Kegiatan mahasiswa harus menerapkan prinsip tri darma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Hal itulah yang ditekankan oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Purwokerto (LPPM UMP), Dr. Suwarno, MSi ketika membuka acara pembekalan KKN tahap pertama semester genap tahun akademik 2016/2017, Minggu (8/1). Suwarno memastikan LPPM UMP senantiasa mengkaji dan mengembangkan sistem Kuliah Kerja Nyata (KKN) agar dapat lebih memberikan dampak yang luas bagi masyarakat. KKN UMP akan lebih memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh daerahnya dengan konsep yang melibatkan kerjasama masyarakat.

 

 

Teknisnya, Suwarno menjelaskan, mahasiswa UMP dapat mengisi kegiatan di masyarakat melalui program yang sudah mengacu pada pembekalan KKN, seperti program disiplin ilmu, seni, olahraga, keagamaan dan yang bersifat tematik untuk memajukan perekonomian masyarakat. Senada dengan Suwarno, Ketua panitia KKN UP 2016/2017, M. Agung Miftahudin, SE, MSi menuturkan dengan format KKN yang demikian, maka mahasiswa akan menjadi lebih mengetahui permasalahan yang ada di masyarakat dan mampu mengatasinya. “Dari kegiatan tersebut, harapannya, akan menghasilkan lulusan-lulusan UMP yang dapat menjadi panutan, tokoh masyarakat,“ kata Agung. 

 

 

Untuk tahap pertama ini, UMP akan melepas 124 mahasiswa yang mengikuti KKN dalam waktu 35 hari, dimulai sejak 16 Januari hingga 20 Februari 2017. Nantinya mereka akan tersebar di beberapa area di wilayah Kecamatan Sumbang dan Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Menurut Agung, pemilihan tempat tersebut tidak terlepas dari permintaan pemerintah daerah Banyumas yang mengkaji hasil survei bahwa kedua kecamatan tersebut mendapatkan urutan tingkat kemiskinan terendah. Harapannya, mahasiswa UMP yang melaksanakan KKN dapat membantu proses pemberdayaan, meningkatkan kreativitas dan perekonomian dari segala sendi roda kehidupan masyarakat setempat.

 

 

Dari aspek kuantitas, jumlah mahasiswa yang mengikuti KKN dipastikan bertambah, karena melibatkan juga mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Sebagai catatan, sebelumnya FKIP hanya melaksanakan KKN sekolah yang disebut KKN Pendidikan, namun tahun ini berbeda. KKN tahun ini juga akan berlangsung 2 tahap. Mahasiswa yang dapat mengikutinya harus memenuhi beberapa syarat seperti, sudah menempuh semester 5 dengan angka kredit 110 sks, IPK 3,00 dan sudah dinyatakan lulus syahadah, baca Quran. Agung berharap dengan adanya KKN 2 tahap yaitu semester genap dan ganjil, “mahasiswa dapat lebih mempercepat masa studinya untuk menempuh jenjang sarjana, lebih cepat dan siap terjun ke masyarakat,” tandasnya mantap. (Bgn/Pra) 

Arsip Berita

Kontak Kami

 

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Jl. Raya Dukuh Waluh, PO BOX 202

 Purwokerto 53182

Kembaran Banyumas

Telp : (0281) 636751, 630463, 634424

Fax  : (0281) 637239