Error
  • JLIB_DATABASE_ERROR_FUNCTION_FAILED

Visitasi, UMP Siap Menjadi "Provider" Program Darmasiswa Kemendikbud RI

 

Belum genap 4 tahun berdiri, program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) makin maju. Salah satu buktinya adalah bertambahnya mahasiswa asing yang mengambil program ini. Kepala Kantor Urusan Internasional, Santhy Hawanti, PhD mengatakan, sejak berdiri di tahun 2012, BIPA mendapatkan respon positif dari masyarakat, tercatat, sudah lebih dari 50 peserta ikut program ini. “Mereka berasal dari USA, Belanda, New Zealand, Maroko, Bulgaria, Korea, China dan Thailand,” kata Santhy.

 

Kemajuan BIPA UMP juga menjadi perbincangan di kalangan stake holder. Santhy menceritakan, dari hasil diskusi dan komunikasi dengan tim assessor BPKLN Kemendikbud, UMP dianggap layak sebagai provider program darmasiswa Kemendikbud RI dan bergabung dalam 64 perguruan tinggi di Indonesia yang ditunjuk sebagai penyelenggara program darmasiswa.

 

Visitasi yang dilakukan oleh BPKLN Kemendikbud ke BIPA UMP, Jumat (4/11) dipimpin oleh Dr. Musa Yosep, M.Ak (Koordinator Beasiswa Unggulan BPKLN Kemendikbud) bermaksud meninjau langsung kesiapan UMP dalam menerima mahasiswa program darmasiswa (program beasiswa Pemerintah Republik Indonesia bagi orang asing untuk belajar budaya dan bahasa di perguruan tinggi Indoensia selama 1 tahun)

 

Musa menuturkan kuota darmasiswa di tahun 2017 sebanyak 650 peserta yang akan tersebar di 64 perguruan tinggi tertunjuk. Musa menilai, program BIPA UMP sangat baik karena telah memiliki 18 instruktur tersertifikasi. Musa bahkan kagum dengan fasilitas lainnya, “UMP bisa menjadi pusat BIPA di Indonesia jika dapat bekerjasama dengan badan bahasa dan afiliasi BIPA yang ada. Ini mengejutkan sekali. Saya optimis, UMP bisa mendapat kesempatan sebagai penyelenggara program darmasiswa mulai tahun 2017,” kata Musa.

 

Rektor UMP, Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, MH menyambut positif pernyataan Musa. Rektor meyakinkan bahwa UMP memiliki SDM handal dan profesional untuk penyelenggaraan program BIPA sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Rektor berharap melalui program BIPA, UMP juga dapat mengembangkan komunikasi lebih lanjut dengan beberapa negara yang mahasiswanya ikut program BIPA dalam rangka pengembangan kerjasama internasional.

 

Terpisah, Kepala Biro Pengembangan dan Kerjasama, Suryo Budi Santoso, PhD mengungkapkan, BIPA UMP memiliki beberapa keunggulan, selain instruktur yang sudah tersertfikasi juga ada fasilitas pembelajaran memadai, ruang multimedia, perpustakaan, mess mahasiswa dan tenaga pengajar seni budaya. Dengan potensi yang ada, ke depannya Suryo menargetkan BIPA UMP akan menjadi pusat BIPA di Indonesia. Ia meyakinkan, adanya BIPA akan semakin mendorong terciptanya iklim internasionalisasi yang ada di UMP. Lebih lanjut Suryo menuturkan, program darmasiswa ini dapat dimanfaatkan sebagai jembatan atau pintu untuk mengembangkan kerjasama lain seperti double degree maupun join degree selama komunikasi dengan berbagai pihak dapat berjalan baik. (Pra/San)

 

 

 

Arsip Berita

Kontak Kami

 

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Jl. Raya Dukuh Waluh, PO BOX 202

 Purwokerto 53182

Kembaran Banyumas

Telp : (0281) 636751, 630463, 634424

Fax  : (0281) 637239