Error
  • JLIB_DATABASE_ERROR_FUNCTION_FAILED

Idealkan Pelayanan, Fakultas Farmasi UMP Undang Duo Pakar Kafarmasian Kerajaan Belanda

 

“Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan Sediaan Farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien.”

(Pasal 1 ayat 3 Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2014

Tentang  Standar Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas)

 

  Praktik kefarmasian memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas hidup pasien. Ini karena, pelayanan kefarmasian yang dapat dilakukan berupa pelayanan informasi obat, konseling, dan penyuluhan kepada masyarakat secara umum dan pasien secara khusus. Maka dari itu, harus diadakannya pelayanan kefarmasian yang ideal dengan berorientasi kepada pasien.

 

 

Meski demikian, ada tantangan besar dalam merealisasikan hal tersebut di negeri ini, yakni ketidakseimbangan peningkatan antara biaya dan mutu pelayanan kesehatan yang didapat sehingga mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Permasalahan ini disebabkan antara lain oleh perkembangan teknologi kedokteran dan obat-obatan, pemberian pelayanan kesehatan yang tidak rasional, adanya tuntutan masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang berlebihan serta kurangnya peningkatan mutu pelayanan kesehatan.

 

 Perlu ada usaha keras untuk menjadikan pelayanan kefarmasian ideal, oleh karenanya Universitas Muhammadiyah Purwokerto sebagai perguruan tinggi yang memiliki Fakutas Farmasi berkomitmen menetaskan apoteker-apoteker bermutu tinggi. Salah satu usahanya dengan mengundang pakar-pakar kefarmasian dunia untuk mengisi wacana dan ilmu pengetahuan kepada mahasiswa. Seperti yang belum lama ini dilakukan, Fakultas Farmasi menghadirkan dua pakar kefarmasian dari Belanda, tepatnya University of Groningen, Peter de Boer, MSc (Master of Pharmacy, Ph.D – Student in Pharmacoeconomics) dan Meertje Jacobs, MSc (Master of Pharmacy, Ph.D – Student Epidemiology).

 

Peter de Boer memaparkan tentang metode pemberian obat dengan biaya yang lebih efisien dan efektif dalam merawat penderita mendapatkan hasil klinik yang baik. Sementara itu, Meertje Jacobs memberikan informsasi terkait pola kesehatan dan penyakit. Kuliah yang diikuti oleh ratusan mahasiswa dan calon apoteker memberikan wacana baru dari dunia kefarmasian di Belanda.

 

Dekan Farmasi  Dr. Agus Siswanto, MSi, Apt, mengatakan pelayanan kefarmasian mempunyai tanggung jawab  besar terhadap kesehatan masyarakat. Untuk itu perlu ada wacana tambahan dari negara lain terkait perkembangan kefarmasian di dunia, “UMP sebagai perguruan tinggi yang membuka program profesi Apoteker, sudah selayaknya mempersiapkan lulusan apoteker yang unggul, modern, dan Islami. Dengan gambaran pelayanan kefarmasian di Belanda, menjadi pengetahuan tambahan bagi lulusan apoteker UMP kedepannya, sehingga lulusan menjadi apoteker berkualitas sesuai syariat Islam,” tuturnya.

 

            Terpisah, Pengajar Farmasi, kandidar peraih gelar Doktoral bidang Kefarmasian sebuah perguruan tinggi ternama di Eropa, Didik Setiawan, S.Farm., M.Sc., Apt, mengungkapkan kuliah umum tersebut, agar mahasiswa Fakultas Farmasi UMP dapat membandingkan pelayanan praktik kefarmasian antara Belanda dan Indonesia, “Ini bisa dikatakan study banding, kita ambil yang bagus-bagus tetapi juga menyesuaikan dengan karakter pelayanan kesehatan di Indonesia,” ungkap dia. (Ulv)

 

 

Editor  : Guntur Wibowo

Arsip Berita

Kontak Kami

 

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Jl. Raya Dukuh Waluh, PO BOX 202

 Purwokerto 53182

Kembaran Banyumas

Telp : (0281) 636751, 630463, 634424

Fax  : (0281) 637239