Error
  • JLIB_DATABASE_ERROR_FUNCTION_FAILED

Dosen UMP Lestarikan Tari Lokal

Menjadi dosen harus bisa menerapkan tri dharma perguruan tinggi, bukan hanya mengajar tetapi juga meneliti dan mengabi pada masyarakat. Pemahaman inilah yang diyakini oleh Okto Wijayanti, S. Pd, M.A dan Lia Mareza, M.A, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Purwokerto (PGSD UMP) ketika menjadi narasumber dalam pelatihan tari. 

 

Mereka mengajarkan tari klasik gaya Yogyakarta, Surakarta dan Bali yang diikuti oleh 7 orang  mitrayaitu 5 orang guru sanggar tari Dharmo Yuwono dan 2 orang guru Sanggar Tari Srikandi. Okto menjelaskan pelatihan tari ini dilakukan sebagai bentuk kegiatan pengabdian masyarakat. “Jadi ini adalah program iptek bagi masyarakat yang didanai oleh Kemenristek DIKTI bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan pengabdian Masyarakat UMP,” katanya. Adapun alasan dipilihnya ketiga tari tersebut karena menurutnya, gairah masyarakat akan seni tari lokal perlu dibangkitkan kembali. Okto tidak ingin tari lokal tergerus oleh jaman, tergantikan oleh tarian impor dari negara lain.

 

Okto melakukan pelatihan dan pendalaman teknik tari ini selama 5 kali peretemuan mulai dari bulan Juni lalu. Okto memegang langsung pelatihan tari Klasik Gaya Yogyakarta dan Bali. Sedangkan untuk tari Surakarta, Okto menggandeng Hartiwi, dosen tari Surakarta dari Universitas Negeri Yogyakarta.

 

Puncaknya, awal Sepetmber lalu, di taman kota Andang Pangrenan, bersama 200 siswa lainnya, guru yang diajarkan tari oleh Okto tampil dalam agenda pentas Tahunan Siswa sanggar Dharmo Yuwono dan Srikandi yang disaksikan langsung oleh Bupati Banyumas, Kepala Dinas Pendidikan, Dinporabudpar dan seniman Banyumas. Usai pementasan ini Okto menargetkan, guru sanggar yang telah didiknya mampu mengajari siswa dengan lebih baik lagi. Ada beberapa hal yang ditekankan oleh Okto yaitu, kesesuaian teknik, pengetahuan, riasan (make up) dan kostum harus menjadi perhatian besar bagi penari. Okto berharap guru tari dapat lebih memperhatikan kualitas pembelajaran yang baik dan benar sehingga tujuan utama pembelajaran tari dapat tercapai. “Hasil akhirnya, kelestarian seni tari Indonesia dapat senantiasa terjaga dengan baik,” tuturnya. (Pra)

Arsip Berita

Kontak Kami

 

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Jl. Raya Dukuh Waluh, PO BOX 202

 Purwokerto 53182

Kembaran Banyumas

Telp : (0281) 636751, 630463, 634424

Fax  : (0281) 637239