Error
  • JLIB_DATABASE_ERROR_FUNCTION_FAILED

Berdaya Saing Glogal, WR III: “Benahi Kualitas Produk Pertanian Indonesia!”

Indonesia, salah satu negara di dunia yang merupakan kawasan agragris, harusnya dengan limpahan hasil pertanian. Namun, selama ini justru negeri ini lebih banyak mengimpor produk pertanian negara-negara tetangga. Hal ini perlu diatasi dengan serius, melalui kerjasama lintas sektoral, pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat. Dikarenakan, bidang pertanian mempegaruhi hajat hidup orang banyak. Tercatat, profesi terbanyak warga Indonesia adalah petani. Lemahnya bidang pertanian, tidak hanya berdampak pada minimnya kesejahteraan petani saja, akan tetapi akan memiliki efek domino ke profesi-profesi lain. Bahkan dapat mengkooptasi ekonomi negeri ini secara makro.

 

 

Maka dari itu, perlu adanya solusi nyata, terkait permasalahan tersebut. Salah satu, strategi yang dapat dijalankan, yakni dengan mengembangkan potensi sumberdaya lokal berwawasan lingkungan, dalam rangka penguatan produk pertanian nasional yang berdaya saing global. Agar pada akhirnya, Indonesia tidak hanya sebagai negara konsumen saja, tapi dapat menjadi posisi negara produsen.

 

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Ir. Aman Suyadi, MP menjelaskan, perlu adanya wawasan dan ilmu pengetahuan terbaru, untuk mengembangkan potensi sumberdaya lokal berwawasan lingkungan, “Harus ada kerja super ekstra dari negara dan masyarakat, supaya cita-cita produk pertanian Indonesia dapat bersaing global. Di samping itu, juga perlu adanya sinergi antara keduanya,” ungkap dia pada Seminar Nasional bertema "Pengembangan Potensi Sumber Daya Lokal Berwawasan Lingkungan untuk Penguatan Produk Pertanian Nasional Berdaya saing Global" dengan narasumber Perwakilan PT Permodalan Nasional Madani dan Pengajar Fakultas Kehutanan IPB/Centre Director SEAMEO BIOTROP, Dr. Ir. H. Irdika Mansur, MFor, Sc, yang belum lama ini dihelat di UMP.

 

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian Ir. Bambang Nugroho, MP, mengatakan tujuan seminar ini untuk merespon kondisi pertanian Indonesia, yang terus dituntut untuk mampu menjaga ketahanan pangan nasional, di sisi lain kondisi lahan subur yang tersedia sangat terbatas, karena adanaya alih fungsi lahan. “Ini permasalahan bersama, negeri dengan kondisi lahan yang begitu subur, justru lahannya malah dijadikan bangunan-bangunan beton. Harus ada solusi nyata, kita diskusikan dalam seminar ini,” katanya. (Ziz/Gun)

 

Editor              : Guntur Wibowo

 

 

Arsip Berita

Kontak Kami

 

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Jl. Raya Dukuh Waluh, PO BOX 202

 Purwokerto 53182

Kembaran Banyumas

Telp : (0281) 636751, 630463, 634424

Fax  : (0281) 637239