Error
  • JLIB_DATABASE_ERROR_FUNCTION_FAILED

FK, FIKES, dan F. Farmasi: Ciptakan Sinergi Antar Profesi Kesehatan

“Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan upaya kesehatan”

(Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan)

 

Bunyi pasal 1 ayat 1 UU RI Nomor 36 Tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan tersebut mengisyaratkan harus adanya sinergitas antar tenaga kesehatan demi terciptanya pelayanan kesehatan prima bagi masyarakat. Menilik sangat pentingnya hal itu, Fakultas Kedokteran, Farmasi, dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FK, F. Farmasi, dan FIKES UMP) mengadakan seminar nasional bertajuk “Inter Professional Education”, dengan menghadirkan tujuh dokter ternama Indonesia, dr. Nahari Arifin, SpA (Direktur Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring Jakarta),  Dr. dr. RA Setyo Handryastuti SpA(K) (Kepala Unit Kerja Neurologi Ikatan Dokter Anak Indonesia), Dr. dr. Amiliana Mardiana Sp. Jp (K) (Pengajar di Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI), dr. Budhi Antariksa, Ph.D., Sp.P. (dokter senior di RSUP Persahabatan Jakarta), dr Arya Govinda Roosheroe SpPD-KGer (Ahli Geriatri Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (PERGEMI). dr. Aries Perdana, SpAn(K), (dokter di Rumah Sakit Asri Jakarta), dr. Hadi Sjarbaini, SpOG (dokter senior di RSAB Harapan Kita Jakarta).

 

 

Dalam seminar tersebut, diangkat isu mengenai kerjasama antara dokter, perawat, apoteker, dan bidan dalam melayani warga. Hubungan baik antar keempat elemen kesehatan itu sangat diperlukan, karena ketersediaan sarana kesehatan seperti puskesmas baru tersedia 7.550 unit, puskesmas pembantu hanya 22.002 unit, dan puskesmas keliling cuma 6.132 unit. Kuota itu  masih jauh dari angka ideal. Sementara, rasio penduduk dengan tenaga kesehatan pada tahun 2004 untuk tenaga Perawat 108.53, Bidan 28.40 dan dokter 17.47 per 100,000  penduduk, penambahan tenaga baru hingga tahun ini juga masih jauh dari standar minimum jumlah ketersediaan.

 

Maka dengan demikian, sangatlah penting keempat garda terdepan kesehatan tersebut, memberikan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien. Hal itu, sejalan dengan cita-cita UMP, yang telah memiliki Fakultas Kedokteran, Farmasi, dan Ilmu Kesehatan.

 

Menurut Rektor UMP, Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, SH, MH, seminar dengan menghadirkan tujuh tokoh kesehatan ini, memberikan sinyal bahwa UMP serius selalu meningkatkan kompetensi lulusan FK, FIKES, dan F. Farmasi. Dia mengatakan, itu merupakan semangat yang terus menyala untuk mengembangkan kompetensi calon-calon dokter, perawat, bidan, dan apoteker alumni UMP”. “Profesi ada karena ada pengakuan dari masyarakat, sehinga profesi mempunyai kewajiban moral untuk melaksanakan kewajiban profesional sebagai pengabdian kepada masyarakat. Seminar ini diharapkan dapat berperan meningkatkan semangat mahasiswa setelah lulus untuk selalu mengedepankan kepentingan masyarakat,” ungkap rektor saat membuka acara tersebut beberapa hari lalu.

 

Sementara itu, Ketua Yayasan Rajawali FKUI ‘85, dr. Aries Perdana, SpAn(K), menyampaikan, seminar tersebut, dapat menjadi pintu gerbang kerjasama lebih masif antara UMP dan Yayasan Rajawali FKUI ’85. “Penelitian bersama dan sharing dunia kesehatan kekinian menjadi impian kedepannya,” ujar dia. (Gun)

 

Editor      : Guntur Wibowo

Arsip Berita

Kontak Kami

 

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Jl. Raya Dukuh Waluh, PO BOX 202

 Purwokerto 53182

Kembaran Banyumas

Telp : (0281) 636751, 630463, 634424

Fax  : (0281) 637239