Error
  • JLIB_DATABASE_ERROR_FUNCTION_FAILED

Dr. Ns. Jebul Suroso, S. Kep; M.Kep, : “Pelayanan Kesehatan Prima, Hak Setiap Orang”

“Hak untuk hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, Hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan”

-Pasal 28 H UUD 1945-

 

Kutipan pasal di atas memiliki makna yang mendalam, bahwa setiap warga negara mempunyai hak sama untuk hidup secara sejahtera, salah satu indikatornya yakni menerima pelayanan kesehatan yang memadai, nyaman, cepat serta tanggap dalam pelayanan, jelas dalam pemberian informasi, ramah sopan dan adil. Ini yang melatarbelakangi Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FIKES UMP) Jebul Suroso, melakukan penelitian kualitas pelayanan keperawatan di instansi kesehatan, khususnya di Intaslasi Gawat Darurat (IGD), dengan mengembangkan instrumen caring Instalasi Gawat Darurat (IGD).

 

 

Atas kerja kerasnya selama dua tahun lebih, Jebul berhasil merumuskan tiga dimensi penting dalam caring pelayanan keperawatan gawat darurat yang lebih komprehensif, meliputi dimensi perilaku, lingkungan dan administrasi. Ketiga dimensi ini kemudian dipaparkan dalam sepuluh indikator yakni cepat tanggap dalam pelayanan, jelas dalam pemberian informasi, ramah, sopan, adil, perhatian, mendoakan dan memotivasi pasien, kompeten dalam tindakan, ruangan bersih, nyaman, fasilitas dan peralatan lengkap, keamanan ruang, kejelasan dan kemudahan administrasi, serta waktu tunggu pelayanan dan pindah ruang. Dengan kesuksesan Jebul Suroso, mengembangkan  instrumen caring Instalasi Gawat Darurat (IGD), dia berhasil menyabet gelar doktor ilmu kedokteran dan kesehatan dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

 

“Penerapan caring pada pelayanan keperawatan di rumah sakit, termasuk IGD hingga kini belum memuaskan pasien dan keluarganya. Sehingga tidak mengherankan jika muncul banyak keluhan dari masyarakat terhadap pelayanan IGD rumah sakit di beberapa wilayah di Indonesia. Banyak faktor yang menyebabkan pelayanan keperawatan di rumah sakit belum memuaskan. Diantaranya pengukuran caring di IGD saat ini belum menggunakan instrumen yang spesifik sesuai dengan karakteristik IGD,” ungkapnya Jum’at (22/7) lalu, kepada sembilan penguji, saat menempuh ujian terbuka Program Doktor , di ruang rapat Senat gedung KPTU lantai 2 Fakultas Kedokteran UGM, dengan judul disertasi Pengembangan Instrumen Caring Pelayanan Keperawatan Gawat Darurat Rumah Sakit.

 

Peraih gelar Doktor ke-248 Fakultas Kedokteran UGM itu mengatakan, selama ini instrumen caring yang digunakan dalam berbagai penelitian masih terbatas pada upaya untuk mengukur sikap atau perilaku caring perawat dan belum spesifik melihat setiap aspek yang disesuaikan dengan keunikan tiap bangsal Rumah Sakit, terutama aspek administratif. Penggunaan instrumen yang tidak spesifik tentu akan menimbulkan hasil pengukuran yang tidak tepat.

 

“Tidak adanya instrumen dan standar caring khusus pelayanan IGD berisiko menimbulkan dampak negatif pada pelayanan. Padahal, IGD merupakan salah satu unit terdepan dan pintu masuk pasien ke rumah sakit.  Unit ini memberikan pelayanan pertama pada pasien, khususnya yang bersifat gawat dan darurat. Oleh karena itu, untuk mewujudkan caring di pelayanan gawat darurat perlu memperhatikan aspek administratif caring, aspek lingkungan, di samping aspek perilaku caring perawat sendiri,” katanya.


Lebih lanjut, Jebul menjelaskan, instrumen caring pelayanan keperawatan IGD sejak draf awal 60 item, direvisi pertama menjadi 50 item dan revisi kedua menjadi 46 item dan versi pendek 20 item. Ini berupaya, agar instrumen caring pelayanan keperawatan IGD rumah sakit memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas harus meliputi validitas isi, uji daya diskriminasi item, uji reliabilitas instrumen dan validitas konstruk

 

"Saya berharap penelitian ini mampu menjadi dasar ilmiah dalam pembentukan karakter caring pelayanan keperawatan IGD sesuai kebutuhan pasien, mampu menjadi acuan dalam penyusunan kurikulum pendidikan keperawatan, dan yang terakhir mampu menjadi alat evaluasi kinerja pelayanan keperawatan IGD Rumah Sakit di masa yang akan dating," pungkasnya. (Gun)

 

Editor              : Guntur Wibowo

Fotografer      : Wildan Aji Saputra

Arsip Berita

Kontak Kami

 

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Jl. Raya Dukuh Waluh, PO BOX 202

 Purwokerto 53182

Kembaran Banyumas

Telp : (0281) 636751, 630463, 634424

Fax  : (0281) 637239