Error
  • JLIB_DATABASE_ERROR_FUNCTION_FAILED

Sasar Mahasiswa, Civitas Akademika Diimbau Sigap Tangkal Kebangkitan PKI

Beberapa bulan terakhir isu bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI) kembali mencuat. Hal tersebut dimulai saat terselenggaranya Pengadilan Rakyat Internasional (IPT) mengenai peristiwa 1965 di Den Haag pada akhir tahun lalu. Itu kemudian berlanjut dengan pemunculan simbol-simbol PKI, yang sempat marak, tepatnya pada Mei kemarin. Lebih parahnya, sejumlah orang yang menyebarkan atribut tersebut, justru pemuda.

 

Melihat fenomena itu, pemerintah Indonesia melalui TNI dan POLRI tidak tinggal diam. Mereka menyasar masyarakat yang berusaha menghidupkan lambang partai politik, yang pernah disangkutkan dengan sejarah kelam bangsa ini. Menurut informasi, oknum yang tengah berupaya menghidupkan kembali PKI, menyasar pelajar dan mahasiswa.

 

“Tindakan tersebut dapat dikatakan makar terhadap NKRI. Akan tetapi, mereka hanya korban salah tafsir tentang sejarah G 30 S PKI, dari oknum-oknum yang ingin menghancurkan negara ini, dengan mengubah dasar dan falsafah bangsa. Terutama lagi mereka saudara kita, jadi harus disadarkan. Saya waktu itu perintahkahkan, apabila ada masyarakat yang memakai baju beratribut PKI, untuk dibawa ke Koramil kemudian diganti pakaiannya, tanpa adanya tindakan kekerasan. Selanjutnya, yang bersangkutan dibawa ke Kepolisian,” ungkap Komandan Korem 071 Wijaya Kusuma, Kolonel Inf Dwi Wahyu Winarto, saat menjadi pembicara dalam Sosialisasi Bahaya Komunisme, Radikalisme, dan Narkoba di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, akhir pekan lalu.

 

Lebih lanjut, dia mengatakan, terdapat kecenderungan, oknum yang berusaha membangkitkan PKI menyasar kaum intelektual. Menurutnya, ini karena mereka melihat celah adanya degradasi rasa nasionalisme dan patriotisme di kalangan mahasiswa. “Pelajar ataupun mahasiswa menjadi sasaran empuk, bagi oknum yang menyebarluaskan paham PKI. Ini sudah mulai terlihat, dengan bahasa kebebasan berpikir dan bertindak di wilayah akademis. Diskusi publik, bedah film, dan bedah buku ramai dilakukan mahasiswa. Ini harus mendapat pantauan dari pimpinan universitas. Mahasiswa harus dibimbing dan diarahkan dengan benar, supaya tidak semata menjadi alat bagi para oknum tersebut,” tandasnya.

 

Permasalahan percobaan PKI yang tengah dibangkitkan kembali, kata Kolonel Inf Dwi Wahyu Winarto, menjadi tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Ini karena, mereka yang ingin mengubah ideologi negara, adalah musuh negara. Maka dari itu, segenap warga negara Indonesia harus turut serta dalam penangan problematika bangsa tersebut. “Mereka hanya ingin mengacaukan negara ini. Bangsa yang telah berdiri dari darah para pejuang, ingin dihancurkan. Maka dari itu, kita lawan oknum yang ingin menghancurkan bangsa Indonesia,” pungkas dia. (Gun)

 

Editor              : Guntur Wibowo

 

Fotografer      : Prima Indra Majid

Arsip Berita

Kontak Kami

 

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Jl. Raya Dukuh Waluh, PO BOX 202

 Purwokerto 53182

Kembaran Banyumas

Telp : (0281) 636751, 630463, 634424

Fax  : (0281) 637239