Error
  • JLIB_DATABASE_ERROR_FUNCTION_FAILED

UMP Siap Pasok Tenaga Medis Berkompeten

Tingginya angka kematian yang diakibatkan kecelakaan, penyakit jantung, proses kelahiran, dan bencana alam di Indonesia, mewajibkan adanya peningkatan kualitas tenaga medis. Pasalnya, mereka menjadi salah satu tumpuan dalam mengatasi permasalahan tersebut. Maka dari itu, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) siap sediakan calon-calon perawat dan bidan berkompeten.

 

Melalui seminar nasional yang diadakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMP, bertajuk “Updating Cardiovascular Emergency with AHA Guidelines 2015 and Disaster Nursing Competency”, yang dipaparkan oleh tiga pakar kesehatan, Koordinator ACLS PERKI Surabaya, dr. Agus Subagyo, Sp.JP (K) FIHA, dosen PSIK Universitas Gadjah Muda, Syahirul Alim, S.Kp, MSc, Ph.D, serta Kasi Kesehatan Ibu dan Anak Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Henny Soetikno, S.SIT, M.Kes.

 

Sekira 700 mahasiswa FIK diberikan pengetahuan mengenai Current Management of Acute Coronary Syndrom, Disaster Nursing Competency, dan penatalaksanaan kegawatdaruratan pada obstetri dan neonatal, serta prosedur rujukan sesuai kewenangan, yang diselenggarakan di Auditorium Ukhuwah Islamiyah UMP, Sabtu (2/4) lalu.

 

Dekan FIK UMP, Drs. H. Ikhsan Mujahid, M.Si, menyatakan kemampuan tenaga medis dalam penanganan pasien harus terus ditingkatkan. Disebabkan, kata dia, selalu dinamisnya riset tentang ilmu kesehatan, “Perawat dan bidan wajib mengetahui standar pelayanan kegawatdaruratan, karena peran mereka sangat dibutuhkan di tengah masyarakat,” kata dia, dalam sambutan seminar nasional yang dihadiri Wakil Rektor IV Bidang Pengembangan, Kerjasama, dan AIK UMP, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMP, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Ketua Ikatan Perawat Nasional Indonesia Banyumas, Ketua Ikatan Bidan Indonesia Banyumas, dan Ketua Ikatan Dokter Indonesia Banyumas.

 

Sementara itu, Rektor UMP melalui Wakil Rektor III, Ir. Aman Suyadi, MP mengungkapkan wawasan perawat dan bidan harus terus bertambah. Maka dari itu, dia menekankan, UMP sebagai universitas yang memiliki fakultas ilmu kesehatan dan fakultas kedokteran, siap menelorkan tenaga medis berkualitas.

 

“Ditopang dengan sarana dan prasarana yang baik, atmosfer keilmuan yang didukung dengan proses perkuliahan yang bermutu, serta komitmen seluruh civitas akademika untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. UMP terus akan mengembangkan pengetahuan, kemampuan, dan wawasan kepada para mahasiswa,” ujar dia.

 

Isu terkait dunia kesehatan, terus berkembang setiap waktu. Tantangan-tantangan terus menghadang. Mengubah pemikiran masyarakat menjadi tantangan terbesar, bagi petugas medis. Disebabkan, sebagian masyarakat masih awam dengan tanda-tanda penyakit kronis.

 

Menurut dokter ahli jantung dan pembuluh darah, dr. Agus Subagyo, Sp.JP (K) FIHA, pekerjaan besar bagi petugas medis untuk menyadarkan masyarakat, pentingnya berkonsultasi dengan pihak medis, terkait dengan rasa sakit yang tengah diderita.

 

“Sebenarnya, serangan jantung tidak terjadi mendadak, tetapi ada proses selama puluhan tahun sebelumnya. Masyarakat masih memiliki toleransi besar terhadap penyakit ini, dampaknya masih tingginya angka kematian di Indonesia yang disebabkan penyakit tersebut. Pada dasarnya, saat pasien Acute Coronary Syndrome (serangan jantung_red) segera mendapat penanganan, kemungkinan tertolong dapat lebih besar,” paparnya.

 

Menambahkan, Syahirul Alim, S.Kp, MSc, Ph.D, terdapat peran yang besar pada perawat dan bidan dalam rangka menurunkan angka kematian kecelekaan dan penyakit kronis. “Dengan menjalankan standar pelayanan medis, serta didukung dengan kompetensi yang tinggi. Mereka dapat turut andil dalam menyehatkan masyarakat Indonesia,” jelas Syahirul.

 


Perawat dan bidan, kata Henny Soetikno. S.SIT, M.Kes, sangat perlu bertugas sesuai kewenangannnya. Menurutnya, itu dapat mengurangi resiko fatal pada pasien. “Fungsi dan tugas perawat dan bidan, sangat besar bagi dunia kesehatan. Tapi, mereka harus bekerja sesuai prosedurnya masing-masing,” kata dia. (gun)

 

 

 

 

 

Arsip Berita

Kontak Kami

 

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Jl. Raya Dukuh Waluh, PO BOX 202

 Purwokerto 53182

Kembaran Banyumas

Telp : (0281) 636751, 630463, 634424

Fax  : (0281) 637239