Error
  • JLIB_DATABASE_ERROR_FUNCTION_FAILED

Seru, International Harmony Day di UMP !

Mantapkan nuansa internasionalisasi di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kantor Urusan Internasional (KUI) UMP kembali menggelar acara International Harmony Day yang melibatkan warga negara asing, Kamis (24/3). Total, ada 11 mahasiswa asing dari berbagai negara seperti New Zealand, Vietnam, Myanmar, Uzbekistan, Mali,Korea Selatan, Egyptian, Thailand, Marocco, Belanda, dan Indonesia. Selain berinteraksi langsung dengan mahasiswa, mereka akan mengikuti lomba memasak nasi goreng dan cerdas cermat wawasan ke-Indonesiaan. KUI sengaja mengadakan acara yang bersifat semi formal ini agar International day tidak hanya sebatas kegiatan lomba tetapi juga membangun interaksi aktif antara mahasiswa UMP dengan mahasiswa asing, sehingga mahasiswa dapat mempraktekkan langsung bahasa Inggris dengan mahasiswa asing.

 

 

Santhy Hawanti, PhD selaku Kepala Bidang Pengembangan dan Kerjasama UMP berharap, semoga acara ini dapat menumbuhkan kebersamaan diantara perbedaan yang ada. “Semoga dengan adanya International Harmony Day kali ini dapat lebih menguatkan rasa toleransi diantara kita  serta menambah wawasan internasional kita,” tuturnya. Santhy berpesan agar mahasiswa dapat memanfaatkan dengan baik kegiatan ini. Selain mempraktekkan bahasa, mahasiswa juga dapat menambah wawasan mancanegaranya.

 

Kebanyakan peserta adalah mahasiswa asing yang sedang menempuh studi di UMP, baik itu pogrma reguler ataupun BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing). Ketika sesi memasak, selain memasak nasi goreng, peserta di tuntut untuk bisa memperkenalkan makanan khas dari negaranya masing-masing. Bukan hanya peserta yang nampak antusias. Mahasiswa UMP pun tidak kalah antusias, mereka aktif melakukan komunikasi dengan bahasa Inggris yang baik sembari mencicipi hidangan khas negara yang bersangkutan. Makanan khas dari negaramasing-masing peserta nampak menggoda mata. Mahasiswa UMP jadi mengetahui makanan seperti Creamy Chicken Pasta dari New Zealand, Seri dari Mali, Palov dari Uzbekistan, Chicken Tagine dari Morocco, Messaqa’a dari Egyptian, Pancake dari Belanda, Kimchi serta Kkakdugi dari Korea Selatan. Tidak sampai disitu, peserta juga diberi tantangan untuk menjualnya kepada pengunjung dan hasilnya terkumpul sejumlah Rp. 1.170.000 yang akan didonasikan untuk panti asuhan yang ada di Purwokerto.

 

 

Usai memasak, peserta melanjutkan dengan lomba cerdas cermat wawasan ke-Indonesiaan. Peserta saling berebut menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh panitia. Ada diantara mereka yang menjawab dengan bahasa Indonesia meskipun dengan aksen terbata-bata. Lomba ini dimenangkan oleh peserta dari Mali sebagai juara pertama, lalu juara kedua dan ketiga diraih oleh peserta dari Egyptian dan Belanda. Untuk memasak nasi goreng, mahasiswa dari New Zealand berhasil menjadi juara 1, menyusul Vietnam sebagai juara 2 dan Korea Selatan sebagai juara 3. (Dpa/Pra)

Arsip Berita

Kontak Kami

 

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Jl. Raya Dukuh Waluh, PO BOX 202

 Purwokerto 53182

Kembaran Banyumas

Telp : (0281) 636751, 630463, 634424

Fax  : (0281) 637239