Error
  • JLIB_DATABASE_ERROR_FUNCTION_FAILED

UMP Gelar Semnas 4 Pilar Nasional

Bahas 4 pilar kebangsaan Indonesia, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari Komisi VIII, H. Achmad Mustaqim, SP, MM gelar seminar nasional 4 konsensus nasional, Senin (22/2). Acara yang bertempat di kantor pusat UMP ini diikuti oleh lebih dari 200 mahasiswa dari berbagai latar belakang disiplin ilmu dengan menghadirkan 2 pemateri, H. Achmad Mustaqim SP, MM dan Prof. Dr. H. Tukiran MM (Guru besar UMP/Ketua PKPK UMP).

 

 

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMP, Ir. Aman Suyadi, MP memastikan keluhan tentang kurang mem-boomingnya 4 pilar nasional (Pancasila, UUD NRI tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika) di masyarakat cukup banyak. Menurutnya keberadaan 4 pilar ini perlu dipertajam lagi, mulai dari aplikasi di masyarakat hingga pengaruhnya di kehidupan bernegara. “Syukur jika ada metode sederhana yang bisa semakin membumikan 4 pilar ini di masyarakat. Mengingat, bangsa ini seringkali di suguhi informasi yang jauh dari pancasila melalui berbagai media massa,” katanya.

 

 

Senada dengan Aman, Kepala Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, M. Agung Miftahudin SE, MSi 4 pilar nasional merupakan pondasi paten bagi bangsa Indonesia. Agung juga mengingatkan agar mahasiswa  dapat berkiprah secara aktif di kampus, ikut memasyarakatkan 4 pilar tersebut. “Mahasiswa jangan cenderung menjadi golongan hedonis. Mahasiswa harus mampu memberikan kontribusi positif bagi negara ini,” tandasnya.

 

 

Sementara itu, H. Achmad Mustaqim, SP, MM yang mengusung tema “Peran Mahasiswa Dalam Mempertahankan Demokrasi Pancasila” lebih banyak menjelaskan tentang sejarah terciptanya pancasila dan UUD NRI tahun 1945. Selain itu, Mustaqim juga menekankan bahwa persatuan dan kesatuan nasional akan sulit dicapai jika setiap warga masyarakat tidak memegang teguh 4 pilar nasional tersebut. “Kita mengemban amanah yang besar untuk masa depan yang lebih baik. 4 pilar nasional ini bukan hanya sebatas warisan tetapi juga nilai-nilai yang sangat penting bagi persatuan dan kesatuan Indonesia,” jelasnya.

 

 

 

Di kesempatan terpisah, Prof. Dr. H. Tukiran MM, menitikberatkan paparannya tentang kondisi pancasila yang mulai tergerus dalam perkembangan zaman. Menurutnya, pancasila seolah hilang dari memori kolektif bangsa, tenggelam dalam pusaran sejarah masa lalu dan semakin jarang diucapkan, dikutip serta dibahas. Padahal, banyak bangsa lain yang kagum pada pancasila. Tukiran mencontohkan, Yaman menjadikan pancasila dan UUD NRI tahun 1945 sebagai pembanding sebelum menentukan dasar negaranya. Tukiran juga mengemukakan, bangsa Indonesia saat ini menghadapi krisis kebangsaan yang meliputi krisis ideologi, kepercayaan, identitas dan karakter. “Ini ancaman bagi Indonesia. Diperlukan alur pikir yang kuat tentang wawasan kebangsaan, nasionalisme tinggi, persatuan dan kesatuan, ketahanan nasional, SDM handal dan pengelolaan mandiri SDA,” katanya. Di akhir pembicaraannya, Tukiran berharap agar mahasiswa dapat ikut andil menjaga erat pancasila dan 3 pilar lainnya. (Pra)

Arsip Berita

Kontak Kami

 

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Jl. Raya Dukuh Waluh, PO BOX 202

 Purwokerto 53182

Kembaran Banyumas

Telp : (0281) 636751, 630463, 634424

Fax  : (0281) 637239