Error
  • JLIB_DATABASE_ERROR_FUNCTION_FAILED

PCC UMP Gelar Workshop Konseling Kefarmasian

Sabtu (9/1), Patient Counseling Community Universitas Muhammadiyah Purwokerto (PCC UMP) menggelar workshop dengan mengangkat tema “Memaksimalkan Konseling Kefarmasian dalam Farmasi Komunitas” di aula AK. Anshori.  Acara ini merupakan agenda awal sekaligus sebagai sarana pengenalan organisasi PCC yang baru dibentuk oleh Badan Eksekutif Mahasiswa  Fakultas Farmasi  (BEM FF) pada tanggal 28 November 2015.  Pada workshop kali ini  PCC menghadirkan dua narasumber yaitu  Ipang Djunarko, Msc. Apt (Dosen Universitas Sanata Dharma) dan Dyah Astorini Wulandari, SPsi., MPsi  (Dosen UMP). Acara ini diikuti oleh sekitar 150 mahasiswa farmasi UMP dari berbagai semester.

 

 

Hadir Dekan Farmasi Dr. Nunuk Aries Nurulita, MSi, Apt. Dalam sambutannya Nunuk mengatakan bahwa Fakultas Farmasi akan mempersiapkan sebaik mungkin apa saja yang dibutuhkan  untuk menjadi seorang apoteker yang handal dengan perubahan-perubahan paradigma yang ada di praktek kefarmasian. Nunuk berharap agar  PCC ini dapat dijadikan sebagai sarana untuk menumbuhkan jiwa kefarmasian pada mahasiswa sejak dini serta menambah pengalaman mahasiswa mengenai konseling farmasi.

 

Dyah Astorini Wulandari, SPsi., MPsi  sebagai pembicara pertama  memaparkan mengenai pengertian psikologi secara umum. Selain itu, Dyah juga menjelaskan bahwa  ada  4 aspek yang mempengaruhi kompleksitas perilaku manusia yaitu aspek biologis, aspek psikologis, aspek spiritual dan aspek sosiologi. Keempat aspek tersebut harus dipahami oleh seorang apoteker sebagai  tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kepada pasien. “Berikanlah pelayanan dengan penuh keikhlasan, penuh perhatian, serta tunjukkan sikap dan perilaku profesionalisme yang tinggi,” tandasnya.

 

 

Sementara itu, Ipang Djunarko, Msc. Apt dalam paparannya menjelaskan mengenai pelayanan konseling di farmasi komunitas yaitu tata cara konseling pasien dari segi komunikasi dan farmakoterapi.  “Seorang apoteker tidak hanya menyiapkan dan menyerahkan obat saja kepada pasien, tetapi juga perlu melakukan interaksi dengan pasien dan professional kesehatan lainnya,” katanya. Selain itu, pada workshop kali ini Ipang juga  mengajak para peserta untuk melakukan simulasi konseling pasien, sehingga diharapkan nantinya para peserta dapat memberikan pelayanan konseling secara benar, berkesinambungan dan konsisten yang tentunya akan meningkatkan peran dan citra apoteker maupun kualitas hidup pasien. (Dpa)

Arsip Berita

Kontak Kami

 

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Jl. Raya Dukuh Waluh, PO BOX 202

 Purwokerto 53182

Kembaran Banyumas

Telp : (0281) 636751, 630463, 634424

Fax  : (0281) 637239