Error
  • JLIB_DATABASE_ERROR_FUNCTION_FAILED

Berita

Lebih Siap Berkarir Setelah Ikut SUCCESS

Siapkan calon sarjana, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melalui Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) adakan Spiritual Upgreding & Career Competencies Empowerment by Softskills (SUCCESS). Ini merupakan kegiatan wajib jelang wisuda bagi mahasiswa UMP. Di periode Juli ini SUCCESS diikuti oleh 850 mahasiswa yang akan dibagi dalam beberapa gelombang, tiap gelombangnya berjumlah 150 orang. Peserta Success adalah mahsiswa mulai angkatan 2014 hingga 2012

 

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Ir. Aman Suyadi, MP menjelaskan, SUCCESS adalah training terakhir setelah rangkaian BEST dan Smart yang diberikan UMP untuk mahasiswa. SUCCESS sendiri menintikberatkan pada mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja. “Dari beberapa penelitian, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) ternyata nomor sekian untuk meraih sukses masa depan. Oleh karena itu softskill menjadi nilai penting bagi kesuksesan mahasiswa,” katanya. Melalui SUCCESS training inilah UMP ingin melengkapi kompetensi lulusan dengan kemampuan softskill memadai. Kemampuan inilah yang menjadi pembeda dibandingkan lulusan perguruan tinggi lainnya.

 

Selain itu, Aman memastikan bahwa UMP tidak hanya meluluskan mahasiswa dengan bekal akademis tetapi juga kemampuan lain seperti membaca Quran, public speaking dan leadership. “Hal tersebut membantu lulusan untuk mendapatkan kerja. Tercatat, waktu masa tunggu lulusan UMP mendapatkan pekerjaan dari setelah lulus, rata-rata 3 bulan,” ungkapnya.  SUCCESS di tahun ini juga berbeda dengan tahun sebelumnya, bagi mahasiswa yang sedang atau akan mengerjakan skripsi boleh mengikutinya. Hal ini dilakukan Aman agar memberikan motivasi dan evaluasi belajar mahasiswa. “Setelah lulus, mereka akan mempunyai mental siap bertarung dengan lulusan perguruan tinggi lain. Dan mereka memiliki kompetensi yang tidak bisa diragukan lagi,” tegasnya.

 

 

Terpisah, Rektor UMP, Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, MH mendorong mahasiswa agar dapat mengambil manfaat dari semua kegiatan yang dilakukan UMP. Semua kegiatan tersebut telah disusun dengan baik agar dapat memberikan dampak positif bagi mahasiswa, salah satunya adalah SUCCESS. Di kesempatan ini, rektor juga menginformasikan bahwa UMP sedang mempersiapkan pembukaan 4 program studi baru yaitu magister program studi bahasa Inggris, PGSD, manajemen dan IPS.  Penambahan prodi S2 tersebut dilakukan oleh UMP karena tidak terlepas dari kebutuhan masyarakat akan studi lanjut. Rektor mengatakan agar lulusan UMP yang ingin studi lanjut dapat tetap kuliah di UMP.  Melihat perkembangan UMP yang semakin besar, rektor juga berharap nantinya bisa membuka program S3. “Kini UMP sudah memiliki 2 profesor. Jika UMP sudah memiliki 6 profesor, rancangan prodi untuk program S3 insya Allah akan segera dibuat, tuturnya. 

Latih 5 Mahasiswa Asing di BIPA UMP

BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) adalah sebuah program yang di desain untuk penutur asing yang ingin belajar Bahasa Indonesia. BIPA ini tidak hanya belajar tentang bahasa saja namun juga belajar tentang budaya Indonesia. UMP adalah salah satu universitas yang memiliki program ini dan sudah banyak sekali penutur asing yang belajar Bahasa Indonesia di UMP. BIPA UMP sudah 5 tahun sejak 2017 melatih Bahasa Indonesia bagi warga asing. BIPA UMP telah rutin melatih kemampuan Bahasa Indonesia bagi mahasiswa asing yang kuliah UMP dari berbagai negara, seperti Thailand dan Korea Selatan. selain itu, pelajar lainnya ada orang asing yang tinggal atau bekerja di Indonesia.

Kali ini BIPA UMP memberikan beasiswa Pembelajaran BIPA kepada 5 pelajar dari Afghanistan, Pakistan, dan Taiwan. Mereka telah disambut secara resmi oleh Direktur Kantor Urusan International Shanty Hawanti, Ph.D dan Wakil Rektor 4 Bidang Pengembangan dan Kerja Sama Dr. Ns. Jebul Suroso , M.Kep pada Selasa 11 Juli 2017. Selanjutnya, mereka akan berada di Indonesia selama 6 bulan untuk mempelajari bahasa serta budaya Indonesia. Koordinator BIPA UMP Novi Haryanti, M.Pd mengatakan ”Antusiasme mereka sangat tinggi terlebih usia mereka yang masih muda menjadikan mereka rasa ingin tahunya lebih besar". Kegiatan belajar dilakukan di Kantor Pusat UMP dengan tenaga pengajar BIPA yang sudah berpengalaman mengajar di dalam maupun luar negeri. fasilitas yang disediakan juga sudah cukup baik , ruang kelas yang nyaman dan bersih dapat telah disediakan untuk warga asing. Kelas untuk keempat warga korea ini dilakukan pada malam hari pukul 19.00-21.00 WIB.

 

Sudah seperti sebuah sekolah, program ini juga rutin dilaksanakan pada pagi dan siang hari. ada beberapa kelas yang dibuka. karena ini pembelajaran bahasa asing, satu kelas berisi 2-5 orang untuk memaksimalkan proses belajar. BIPA UMP makin hari makin mengembangkan sayap dalam menjalin kerja sama dengan perusahaan asing. sebelumnya telah banyak sekali warga asing seperti dari Korea Selatan, Amerika, Thailand, Maroko, Belanda, Hongaria, Italy, new Zealand, Switzterland, dan lain-lain.

LPPM BERIKAN PEMBEKALAN PESERTA KKN 2017

Pembekalan KKN periode semester gasal tahun ajaran 2017-2018 mulai dilaksanakan di Auditorium Ukhuwah Islamiyah,  Senin 3 Juli 2017. Acara yang dimulai pukul 8 pagi itu dibuka oleh Ketua LPPM UMP, Dr. Suwarno,M.Si. Dalam sambutannya ia melaporkan bahwa KKN kali ini diikuti oleh 1458 mahasiswa yang terbagi dalam 3 kelompok, yaitu KKN Internasional bekerja sama dengan Universiti Teknologi Malaysia, kemudian KKN Mu yang bekerjasama dengan PTM se Indonesia yang ditempatkan di Kabupaten Ogan Ilir, dan KKN reguler yang ditempatkan di 5 Kabupaten, yaitu Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Brebes, Cilacap dan Kebumen. Disampaikan juga bahwa khusus Brebes bersedia ditempati KKN jika desa yang sama ditempati KKN minimal 3 tahun. Berbeda dengan KKN sebelumnya, kali ini KKN selain bekerjasama dengan aparat desa juga bekerjasama dengan Pengurus Ranting Muhammadiyah. Diharapkan mulai tahun ini setiap desa pada saat penutupan KKN diakhiri dengan pengajian akbar.

Setelah pembekalan dari ketua LPPM, Wakil Rektor I, Dr.Anjar Nugroho, M.SI, M.HI dalam sambutannya menyampaikan bahwa mahasiswa saat KKN sedang melakukan sosialisasi diri di masyarakat untuk menjadi orang sukses, melepaskan diri dari rutinitas akademik di kampus. “Kemampuan untuk beradaptasi di lingkungan yang baru, yaitu lingkungan desa KKN akan berbeda dengan ketika beradaptasi di lingkungan kampus. Oleh karena itu ketika mahasiswa berada di desa harus mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi. IPK yang tinggi tidak menjamin berhasil beradaptasi ketika tidak mempunyai kemampuan komunikasi, dan di masyarakat nanti mahasiswa diharapkan untuk mempunyai kemampuan komunikasi,apalagi mahasiswa akan dianggap sebagai orang yang berpendidikan di desa tersebut.” Katanya meyakinkan.

Ketua KKN 2017 Condro Nur Alim, S.S., M.Si menjelaskan bahwa ada 4 jenis materi yang disampaikan, yang meliputi materi karakteristik wilayah yang disampaikan oleh pegawai Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) masing-masing kabupaten. Dalam materi ini mahasiswa akan diberikan pengetahuan seperti gambaran wilayah, informasi keadaan masyarakat dan potensi alam wilayah. Selanjutnya, materi dari PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) masing-masing kabupaten. Hal ini dikarenakan salah satu program KKN adalah Sinergi Pemberdayaan Cabang dan Ranting Muhammadiyah. Materi dari PDM juga termasuk materi strategi dakwah dan karakteristik keagamaan masyarakat. Materi selanjutnya adalah materi tentang kebijakan KKN tentang peraturan, tujuan, dan program kegiatan. Sedangkan materi terakhir adalah penjelasan teknis tentang penyusunan program bersama DPL (Dosen Pembimbing Lapangan).

 

Menurut rencana, pada hari kedua (4/7) besok, pembekalan diawali dengan sholat subuh berjamaah. Hal itu dimaksudkan untuk membiasakan mahasiswa dapat membangun kebiasaan sholat subuh berjamaah di daerah. Selain itu ada juga pelatihan kultum dalam masing-masing kelompok, disertai dengan materi bagaimana menjadi pemberi kultum yang baik. Lebih lengkapnya, ada juga materi tentang akidah dan akhlak serta tata cara berpakaian yang baik. Segala sesuatu yang dibekalkan sarat akan nuansa Islami karena UMP adalah kampus yang terkenal oleh nilai-nilai keislaman yang diterapkan. Maka dari itu, mahasiswa diharapkan dapat menjadi contoh muda mudi yang religius bagi masyarakat daerah. (Ulya)

Mahasiswa Farmasi 'Ciptakan' Weepaya

We are never getting acnes with Weepaya – Weepaya merupakan inovasi produk sabun cair wajah yang dibuat oleh sekelompok mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Penelitian ini diketuai oleh Iqbal Kurniawan (2014) dan dianggotai oleh Putri Mayasari Hidayat (2013), Rusli Triawan (2013), Alfathir Dimas Sutansyah (2015), dan Januar Wibawa Putra (2015). Nama weepaya merupakan singkatan dari “wee” diambil dari kata wiji atau dalam bahasa indonesia berarti biji, dan “paya” diambil dari kata pepaya. Sehingga nama weepaya memiliki arti biji pepaya. Pemilihan biji pepaya  dalam inovasi produk ini didasari oleh data dari Direktorat Jenderal Holtikultura Kementerian Pertanian yang mengestimasikan bahwa limbah biji pepaya pada tahun 2013 mencapai 871.257 ton. Dari data tersebut, dengan memanfaatan biji pepaya dalam produk ini diharapkan dapat mengurangi jumlah limbah biji pepaya dan juga dapat meningkatkan nilai ekonomi dari biji pepaya.

Tingginya prevalensi remaja dan dewasa muda mengalami permasalahan jerawat mendorong banyak produsen kosmetik untuk memproduksi produknya yang berguna sebagai antijerawat. Hal tersebut merupakan salah satu peluang usaha besar yang menjajikan, terbukti dari banyaknya produk-produk kosmetik antijerawat yang saat ini beredar di masyarakat. Namun disisi lain, keadaan seperti ini juga dimanfaatkan oleh produsen-produsen ”nakal” yang tidak bertanggung jawab dari efek samping produk yang dihasilkan dan hanya memikirkan sebuah keuntungan belaka. Seperti yang dilaporkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Pada Tahun 2015 sampai dengan Triwulan I melaporkan bahwa 68,75% produk kosmetik yang beredar di Indonesia telah memenuhi syarat dan 31,25% produk kosmetik yang beredar di Indonesia tidak memenuhi syarat. Produk yang tidak memenuhi syarat dikarenakan mengandung cemaran mikroba melebihi batas atau mengandung bahan-bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon, asam retinoat, resornisol, pewarna merah K3, K10 dan pewarna jingga K1. “Weepaya yang telah teruji dapat melawan bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis sebagai bakteri penyebab jerawat, pada penelitian kali ini akan diuji apakah produk weepaya ini memiliki keamanan produk tanpa memberikan efek samping sehingga dapat meningkatkan kesehatan masyarakat” tutur ketua tim penelitian.

 

Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto selama 5 bulan yang dimulai dari bulan maret 2017. Hingga saat ini tim penelitian masih melakukan satu uji keamanan produk untuk melihat apakah produk weepaya aman terhadap ibu hamil dan tidak menyebabkan cacat pada janin. Namun, walaupun tim masih dalam proses penelitian, tim sudah dapat melaporkan bahwa produk weepaya memiliki keamanan produk karena tidak menyebabkan kulit sensitif, tidak menyebabkan kematian dan keracunan pada kulit, serta tidak menyebabkan iritasi kulit yang parah. Harapan tim untuk prospek produk weepaya kedepannya yaitu produk ini dapat di hak patenkan dan dapat didaftarkan ke BPOM untuk memiliki izin edar, serta diharapkan dapat dipasarkan sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat dari produk weepaya ini.

Wakil Rektor 1 UMP Lulus Doktor dengan Predikat Cumlaude

 

 Kabar gembira kembali diterima oleh segenap keluarga besar Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UMP, Dr. Anjar Nugroh, S.Ag, M.Si, M.HI telah selesai menyelesaikan studi S3 nya di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada tanggal 20 Juni 2017. Dengan lulusnya Doktor Anjar, ia adalah doktor ke 40 yang telah dihasilkan oleh UMY. Prestasi ini semakin membanggakan karena tidak hanya lulus, Doktor Anjar Nugroho juga lulus dalam waktu kurang dari 3 tahun dan Cumlaude (dengan pujian). Semua ini didapatkan dari hasil kerja keras dan ketekunan selama ini dengan membagi waktu untuk kuliah dan tugas sebagai Wakil Rektor di UMP.

Peristiwa yang bahagia ini tidak dilewatkan begitu saja oleh segenap civitas akademika UMP, tidak tanggung-tanggung sekitar 100 orang yang terdiri dari dosen dan karyawan menghadiri sidang tersebut. Tidak hanya dosen dan karyawan, Rektor UMP Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, S.H, M.H dan jajaran Wakil Remenyempatkan hadir dalam sidang tersebut. Selain itu, perwakilan dari Muhammadiyah cabang Banyumas dan Hizbul Wathan juga ikut serta dalam acara ini. Ruangan sidang penuh hingga semua kursi telah ditempati. "Apresiasi setinggi-tingginy kepada rombongan dari UMP yang dapat berkumpul hari ini, sepanjang sejarah Sidang Promosi Doktor di UMY, kali ini adalah yang terbanyak pesertanya" ujar Ketua Sidang Promosi Doktor.

Selama sidang berlangsung, Anjar mampu mempertahankan disertasinya dengan judul "Pemikiran Ali Syari'ati Tentang Islam Revolusioner" dengan kuat. Sekitar satu jam, ia diburu dengan pertanyaan-pertanyaan dari penguji dan semuanya dijawab dengan sangat lancar dan tidak menjumpai satupun kesulitan. Hadirin yang hadir sangat dibuat terkesan oleh presentasi dari Doktor Anjar. Setelah acara selesai, ia mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya atas pencapaian ini. "Saya sangat bersukur kepada Allah dapat menyelesaikan kuliah dengan cepat dan dapat melanjutkan tugas-tugas saya di universitas." ujarnya.

Raut bahagia juga dirasakan oleh segenap keluarga, orang tua, istri dan anak dari Doktor Anjar ikut mendampingi sosok yang mereka cintai ini. Ketika ditanya siapa yang paling berjasa dalam hal ini "yang pastinya istri saya, biar keliatan setia gitu" jawab Dokter Anjar.

Keberhasilannya dalam menyelesaikan studi S3 diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi seluruh karyawan dan dosen UMP untuk terus berkarya dan berjuang menlanjutkan studi lanjut. "untuk karyawan dan dosen terus maju dan untuk dosen-dosen yang sedang studi lanjut jangan lama-lama kuliahnya." tambahnya.

Rektor mengungkapkan bahwa UMP sedang mengembangkan SDM yang berkualitas nasional maupun internasional.  Saat ini tenaga pengajar yang sedang kuliah S3 dalam dan luar negeri ada lebih dari 40 orang. Tidak hanya itu, UMP juga mempersiapkan lebih dari 70 dosen muda yang usianya di bawah 35 tahun untuk menempuh S3 luar negeri. Targetnya bila saat ini UMP telah memiliki lebih dari 30 doktor, maka pada akhir periode tahun 2020 nanti UMP telah memiliki lebih dari 70 doktor. UMP yang sudah memiliki 11 fakultas dengan 34 program studi ini membutuhkan semua elemen untuk bersungguh-sungguh dalam mengelola universitas secara modern dan profesional, menumbuhkan budaya Islami dalam kehidupan universitas. “Dengan semuanya itu kita berharap akreditasi institusi AIPT dapat meningkat dari B menjadi A, dan akreditasi semua prodi bisa diraih A dan minimal B dalam waktu dekat ini,“ tambahnya.

 

Subcategories

Arsip Berita

Kontak Kami

 

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Jl. Raya Dukuh Waluh, PO BOX 202

 Purwokerto 53182

Kembaran Banyumas

Telp : (0281) 636751, 630463, 634424

Fax  : (0281) 637239