Prestasi
Mahasiswa UMP Ciptakan Aplikasi Hitung Cairan Tubuh Manusia
Rabu 15 Mei 2019      Prestasi
Mahasiswa UMP Ciptakan Aplikasi Hitung Cairan Tubuh Manusia

Di era modern saat ini, rasa ingin tahu orang yang tinggi lebih banyak mencari jawaban melalui smartphone. Mulai dari mencari jawaban dengan internet atau melalui berbagai aplikasi. Kebutuhan masyarakat akan informasi melalui smartphon tersebut dimanfaatkan mahasiswa keperawatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

Sebanyak 10 mahasiswa UMP ini membuat aplikasi berbasis android yang berhubungan dengan kesehatan. Aplikasi yang dinamakan Homoestatis Liquid and Weight (HLW) tersebut digunakan untuk membantu menghitung cairan tubuh normal dan berat badan ideal.

Penanggungjawab tim mahasisawa keperawatan tersebut, Sugianti mengatakan mereka membuat aplikasi tersebut berdasarkan hasil informasi tentang kebutuhan yang masih minim di Indonesia. "Kami coba cari informasi kebutuhan yang masih minim, ternyata angka orang yang terkena dehidrasi di Indonesia masih marak," kata dia.

Selain itu, kata dia, angka kekurangan berat badan atau kelebihan berat badan juga banyak. Di mana masyarakat ternyata belum tahu mereka kekurangan berat badan atau kelebihan berat badan. "Sehingga kami berinisiatif membuat aplikasi yang dapat menghitung kebutuhan cairan manusia berdasarkan berat badan," katanya.

Dalam membuat aplikasi tersebut, pihaknya juga tidak asal-asalan. Sebab, dalam prosesnya kelompoknya selalu mendiskusikan dengan dosen pengampu cairan yang sudah pasti perhitungannya, sehingga hasilnya pun bisa dipercaya.

Sementara untuk berat badan pihaknya juga mendiskusikannya dosen pengampunya. "Untuk berat badan pengguna hanya tinggal memasukan berat badannya saat ini dan tinggi badanya nanti akan keluar hasil apakah dia kekurangan berat badan atau kelebihan berat badan yang ada tingkatan-tingkatannya lagi. Kami juga sudah sesuaikan dengan BMI, dan sudah terbukti," katanya.

Aplikasi tersebut, menurutnya cukup dibutuhkan masyarakat. Karena informasi terkait cairan tubuh normal dan berat badan ideal sangat penting. Melelaui informasi tersebut, bisa menunjukan berbagai penyakit. Seperti kekurangan cairan menyebabkan dehidrasi sedangkan kelebihan cairan dapat menyebabkan pembengkakan di berbagai daerah tubuh.

Sementara untuk berat badan dapat menunjukan adanya kekurangan berat badan yang menandakan orang tersebut berarti kurang gizi. Sedangkan yang berlebih menandakan adanya obesitas pada orang tersebut.

Karena di Indonesia, kata dia, dari hasil risetnya anak-anak atau remaja yang mengalami obesitas masih tinggi. Di aplikasi tersebut, ada batasan normal untuk masing-masing tinggi badannya. Sehingga masyarakat dapat mengetahui berat badan idealnya berapa.

Sementara itu, Dosen Pembimbing sekaligus Wakil Rektor mengaku bersyukur dan mengapresiasi atas inovasinya yang berhasil diciptakan oleh mahasiswa fakultas kesehatan tersebut.

Menurutnya, apa yang dihasilkan Keperawatan S1 UMP itu merupakan sebuah capaian prestasi yang membanggakan.

"Alhamdulillah, selamat untuk ananda Zendi, bersama ke 10 timnya. Semoga mampu terus berprestasi di bidang keperawatan," katanya.

Dengan keberhasilannya membuat inovasi baru Aplikasi Kehamilan Islami, kata dia, membawa nama harum UMP. 

Lebih lanjut Dr Jebul mengatakan UMP memberikan ruang seluas-luasnya kepada mahasiswa untuk mengembangkan diri dalam bidang akademik dan nonakademik sesuai dengan minat dan bakat mahasiswa, terlebih yang berkaitan dengan inovasi berbasis revolusi industri 4.0.

"Siapa pun yang memiliki kemampuan dan peluang untuk menunjukkan potensinya agar dimanfaatkan dengan baik," pungkasnya.(tgr)

Berita Terkait

Tidak ada artikel terkait

UMP Terkini