Kemahasiswaan
UMP Tuan Rumah Monev Eksternal PKM 2019
Kamis 11 Juli 2019      Kemahasiswaan
UMP Tuan Rumah Monev Eksternal PKM 2019

Student Scientific Center (SSC) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menjadi tuan rumah  Monitoring dan Evaluasi (Monev) Eksternal PKM 2019. Kegiatan tersebut dilakukan di Aula AK Anshori lantai 3 kantor Pusat UMP, Senin (8/7/2019).

Acara ini dihadiri oleh staf Kemenristekdikti, Rektor UMP Dr Anjar Nugroho , Wakil Rektor III Ir Aman Suyadi MP, serta mahasiswa yang mengikuti Monev dari berbagai universitas yang  meliputi Purwokerto dan sekitarnya.

Rektor UMP, Dr Anjar Nugroho memberikan sambutan khusus untuk mahasiswa yang mengikuti Monev tersebut. Ia mengatakan, ada suatu ilmu yang ilmu itu bisa digunakan dan bisa menjadi apa saja serta meraih apa saja, yaitu ilmu modelling. Ilmu modelling itu merupakan ilmu menempatkan diri dan berpikir bahwa saya pasti bisa.

“Dalam ilmu modelling itu biasa ada beberapa kendala, nah kendalanya itu berasal dari diri sendiri. Diri sendiri itu seringkali membuat maps atau peta-peta yang salah. Peta yang tercipta pada pikiran kita adalah bukan tentori yang sesungguhnya maka anda sering kesasar atau diarahkan ke gang buntu maka the map is not tentory,” kata dia.

Menurutnya, kalimat “possible in the world is possible for me” sangat tepat. Ketika sudah ada pendahulu atau teman-teman yang pernah mengikuti di PIMNAS atau dia pernah menjadi juara di PIMNAS maka itu juga mungkin untuk mahasiswa di Purwokerto.

Feni Nofalia Safitri, mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Prodi Keperawatan S1 UMP merupakan satu dari perwakilan mahasiswa yang sudah mengikuti kegiatan MONEV PKM selama dua kali.

“Sangat senang karena bisa berkumpul dengan universitas lainnya, bisa memaparkan hasil kreativitas mahasiswa dari tim sendiri dan juga bisa berbagi pengetahuan lima bidang PKM yang dikembangkan oleh universitas-universitas lain,” ujarnya.

TIM PKM dari Feni ini mengusulkan tentang PREJARU (Phantom Resusitasi Jantung Paru) yang diciptakan sebagai alat media pembelajaran untuk melaksanakan resusitasi jantung paru. Alat ini berfungsi meningkatkan pengetahuan msyarakat umum dan menangani korban henti jantung. Prioritas sasaran dari PKM-K ini antara lain masyarakat umum karena henti jantung itu dapat terjadi di manapun dan kapanpun. Juga institusi kesehatan sebagai media pembelajaran.

Tetuko Wicaksono, perwakilan dari Politeknik Negeri Cilacap yang pertama kali bisa lolos PKM sampai ke tahap ini. Ia mengaku senang tetapi harus kejar target sehingga waktu istirahat jadi berkurang dan harus pandai mengatur jadwal kuliah.

Tim Tetuko ini mengajukan PKM-Penelitian untuk limbah atau sampah kayu dan batok kelapa yang ada di Pantai Teluk Penyu Cilacap menjadi briket atau bahan bakar pengganti yang ramah lingkungan untuk masyarakat sekitar Cilacap.

“Pada tahap ini kami baru melakukan penelitian bahwa limbah atau sampah kayu dan batok kelapa yang ada di Pantai Teluk Penyu ini ternyata dapat dimanfaatkan,” katanya.(Ulf/Tgr)

Berita Terkait

Tidak ada artikel terkait

UMP Terkini