Inspiratif
Achmad Ghafur, Kayawan UMP Diwisuda
Jumat 9 Agustus 2019      Inspiratif
Achmad Ghafur, Kayawan UMP Diwisuda

Usia Tidak Halangi Kuliah

Tidak banyak orang yang tetap semangat menuntut ilmu seiring bertambahnya usia. Pikiran yang sudah mulai bercabang, terkadang membuat enggan menambah beban pikiran dengan melanjutkan studi. Namun, tidak halnya dengan seorang karyawan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Achmad Ghafur. 

Pria tiga orang anak ini justru memiliki semangat tinggi melanjutkan studinya di saat usianya sudah 47 tahun. Usia di mana kebanyakan orang sudah mulai mempersiapkan masa tua bersama cucu-cucu di rumah. Ia masih semangat bekerja sembari melanjutkan pendidikannya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Purwokerto.

 Ghafur berhasil menyelesaikan pendidikannya memgikuti wisuda di auditorium IAIN Purwokerto. 

Bahkan, putra pertama dan ke duanya pun tengah menempuh pendidikan sarjana juga. "Anak pertama di FEBI IAIN Purwokerto semester 7, anak kedua sekarang di Unnes Semarang semester 3," kata dia.

Ia mengaku pendidikannya yang ditempuh di usianya yang sudah tidak muda lagi ini bukan karena apa pun. Semata-mata kata dia karena ingin terus memotivasi diri sendiri dan anak-anaknya.

"Dalam Islam sangat jelas ada hinbauan carilah ilmu mulai dari ayunan hingga liang lahat. Mumpung masih bisa mencari ilmu ya saya lakukan sebisanya," kata dia

Sejak dulu sebenarnya ia sudah ingin kuliah, namun kondisi ekonomi membuatnya mengubur sementara keinginannya tersebut. Begitu bekerja di UMP, ia kembali merindukan bangku kuliah yang diidamkannya sejak dulu. Karena dukungan rekan kerja dan pimpinan di UMP, ia pun bertekad mengikuti perkuliahan program non reguler di IAIN Purwokerto. Sehingga tetap bisa bekerja dan kuliah. 

"Karena waktu kuliahnya sore jadi bisa membagi waktu dengan kerjaaan. Alhamdulillah pimpinan UMP sangat baik dan dapat dukungan dari rekan humas UMP, juga dekan dan dosen di FEBI UMP yang terus memberikan semangat," katanya.

Menurutnya, semangat mencari ilmu memang harus terus ditumbuhkan. Supaya anak-anakanya pun memiliki semangat mencari ilmu sebanyak-banyaknya. "Dari kecil anak-anak juga selalu saya tanamkan untuk meraih pendidikan setinggi mungkin, selama mampu," ujarnya.

Untuk menambah wawasannya mendukung studinya, sesekali ia sempatkan waktu membaca buku-buku ekonomi di waktu luangnya. Ia mengaku memang sudah gemar membaca sejak dulu. Menurutnya dengan membaca ia bisa menambah wawasan lebih banyak. 

Meskipun ia hanya bekerja menjadi pengantar surat di UMP, tapi semangatnya mencari ilmu tidak pernah berhenti. Karena baginya, ilmu tidak ada habisnya. "Karena tadi, di Islam tidak ada batasan menuntut ilmu, seumur hidup untuk menuntut ilmu. Alhamdulillah anak-anak juga semangat terus belajar," katanya.(*/tgr)

Berita Terkait

Tidak ada artikel terkait

UMP Terkini