Hikmah
Hujan Ibarat Ilmu dan Hidayah, kita adalah Tanahnya
Jumat 24 September 2021      Hikmah
Hujan Ibarat Ilmu dan Hidayah, kita adalah Tanahnya

Fungsinya Ilmu yang kita cari dan gali adalah  untuk menghidupkan hati yang mati atau untuk membasahi hati yang gersang pada diri kita. Rasulullah saw memberikan permisalan yang mudah untuk kita pahami yaitu ilmu dan hidayah dengan air hujan, karena air hujan memiliki fungsi yang sama, yaitu membasahi dan menumbuhkan tanaman. Fungsi air hujan inipun akan bermanfaat atau tidak tergantung bagaimana tanah yang dibasahi oleh air hujan, suburkah? atau gersang? atau bahkan subur namun bibit/biji yang ada adalah biji rerumputan yang tidak bermanfaat?. Jika hujan diibaratkan dengan hidayah dan ilmu, maka kita diibaratkan dengan tanahnya. Sebagaimana Sabda Nabi saw:

Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang Allah utus kepadaku seperti seperti perumpamaan air hujan (ghaits) yang mengenai bumi. Tanah itu menerima air lalu dengannya tumbuh tanaman dan rerumputan yang banyak. Di antaranya hujan juga mengenai tanah cadas yang mampu menahan air, lalu memberikan manfaat kepada manusia dengannya. Mereka bisa minum darinya, mengambil air maupun bercocok tanam dengannya. Adakalanya hujan juga mengenai bidang tanah yang lain seperti tanah gersang. Tanah itu tak bisa menanhan air dan tidak pula tumbuh tanaman darinya. Itulah perumpamaan orang yang faqih perihal agama Allah. Ia bisa mendapatkan manfaat dari ilmu yang Allah ustus diriku dengannya. Dia memiliki ilmu dan mengajarkan ilmunya. Juga perumpamaan orang yang tidak mengangkat kepalanya (untuk ilmu), tidak menerima petunjuk Allah yang aku utus dengannya. (HR Bukhari dan Muslim)

Dari hadis ini dapat disimpulkan bahwa karakteristik manusia diibaratkan dengan sifat-sifat tanah:

Pertama, seperti tanah subur yang menerima air hujan lalu bisa tumbuh darinya tanaman dan rerumputan. Merekalah yang memiliki diri yang subur, mampu menerima ilmu dan bermanfaat bagi dirinya dan bagi sekitarnya. Seperti sahabat Abu Hurairah ra yang meriwayatkan 5.374 hadis Nabi Saw, Abdullah bin Umar ra meriwayatkan 2.630 hadis, Anas bin Malik meriwayatkan 2.286, Abdullah bin Abbas meriwayatkan 1.660 hadits dan sahabat lainnya. Mereka mampu menghafalnya, memahami isinya, mengamalkan dan bisa mengajarkan kepada orang lain. Bahkan ilmunya sampai pada kita dengan berbagai kemudahan untuk memperolehnya. Karena sifat air mengalir, maka begitu pula dengan ilmu, akan dialirkan oleh ahli ilmu menembus zaman dan negeri. Jikalaupun air tidak langsung habis, paling tidak akan tersimpan di dalam bumi dan menjadi mata air yang jernih tersaring oleh tanah.

Kedua, tanah yang mampu menahan air. Di atas tanah tersebut memang tidak tumbuh tanaman, akan tetapi ia bisa menahan atau menampung air. Sehingga orang bisa mengambil manfaat darinya; baik untuk minum, mengairi ladang maupun untuk memberi minum ternak-ternaknya.

Ketiga, tanah gersang. Ketika air hujan mengenai tanah tersebut, tanah itu menyerapnya begitu saja. Tidak ada tanaman yang tumbuh darinya, tidak pula tersisa air di atasnya. Tidak ada pengaruh apa-apa dari air hujan, meskipun hujan telah mengguyurnya. Ini seperti perumpamaan orang yang mendengar ilmu agama, namun tidak tergerak untuk mengambil manfaat darinya. Bahkan ia berpaling darinya. Tidak ada manfaat bagi dirinya dan juga tidak bermanfaat bagi yang lainnya. Sayang seribu sayang, orang yang mendapati hujan emas di depannya, namun tidak tertarik  untuk mengambilnya.  

Bagaimana menyuburkan tanah ini (read: kita)???

Updatedan upgrade ilmu. Prolem kehidupan modern semakin kompleks, membutuhkan ilmu untuk mengarahkan pada jalan yang benar. Ilmu adalah cahaya yang akan menerangi kegelapan  Jika kita duduk di majelis ilmu, ini menunjukkan bahwa kita sedang update dan upgrade ilmu untuk menghidupkan hati kita, menerangi hati, menyehatkan hati dan menyuburkan hati kita.   

Caseilmu. Membiasakan diri menuntut ilmu, maka akan mendekati pintu hidayah dan sinyal keimanan akan semakin kuat, sehingga mendorong kita untuk beramal sholeh. Oleh karena itu, Nabi Saw tidaklah berdoa untuk ditambahkan dunia tetapi yang diminta adalah tambahan ilmu“Rabbi Zidni ‘Ilma”,artinya  “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku. ”

AktivasiIlmu. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang beraktivitas, bukan ilmu yang hanya tersimpan dan berhenti di kepala, tapi bagaimana ilmu bisa hidup dalam kehidupan diri, keluarga, dan sosial.

Semoga Allah memberikan taufiq dan hidayah kepada kita. Amiin          

Penulis : Muntohar, M.Pd.

Berita Terkait

Tidak ada artikel terkait

UMP Terkini