Hikmah
SIFAT IMAN
Jumat 9 Agustus 2019      Hikmah

Oleh :Muntohar. M.Pd.

Allah swt berfirman melalui QS At Taubah 124 yang perlu kita renungkan tenang masalah iman.

124. dan apabila diturunkan suatu surat, Maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: "Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turannya) surat ini?" Adapun orang-orang yang beriman, Maka surat ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira.

Dalam ayat ini Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan tentang keadaan orang-orang munafik dan keadaan orang-orang mukmin ketika turun ayat Al Qur’an. Yang berisi perintah, larangan, berita tentang Diri Allah, tentang perkara-perkara ghaib atau dorongan untuk berjihad. Kepada kawan-kawannya sambil mengolok-olok. Dalam ayat ini terdapat dalil, bahwa iman dapat bertambah dan berkurang. Ia bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.

Iman kita tabiatnya tidak stabil, kadang nyaman, kadang kuat, melemah bahkan drop. Padahal kita membutuhkan iman itu 24 jam dalam sehari, sebagaimana kita membutuhkan udara. Karena dengan iman hati itu bisa hidup, karena dengan iman hati bisa bernafas. Melebihi kebutuhan kita terhadap HP, jika Hp kita tertinggal kebanyakan kita akan kembali mengambilnya. Kebutuhan iman lebih daripada itu,  kita tidak bisa keluar rumah tanpa iman, kita butuh iman dalam setiap adegan, kita butuh iman pada saat diuji agar bertambah sabar dan imannya, butuh iman saat ibadah agar khusyu semangat, bermuamalah agar berlapang dada dalam bertransaksi, iman dibutuhkan ketika sedang menghadapi orang jahil agar mudah memaafkan, ketika mendapat nikmat agar bersyukur, dalam berumah tangga butuh iman, ketika bertetangga butuh iman. Sebagaimana Hadis berikut ini:

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda, "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya" (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Berteman juga butuh teman:

 “Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu (1) barangsiapa yang Allâh dan Rasûl-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya, (2) apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allâh. (3) Ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allâh menyelamatkannya sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam Neraka.”

Semua butuh iman, lebih daripada udara dan air. karena pentingnya iman maka para ulama mengumpamakan Iman seperti akar, pohonnya adalah sabar, dan buahnya adalah kebaikan-kebaikan dalam kehidupan kita, sehingga kalau kita ingin menjadi orang yang baik, ingin menjadi orang yang bahagia, menjadi orang yang lapang dadanya, lapang hatinya, mudah memaafkan kesalahan orang lain, tidak mudah mengambil perasaan, tidak mudah putus asa, bahkan tidak mudah frustasi, maka yang pertama perlu kita pupuk dan siram adalah akar keimanan yang ada di dalam hati kita. Siapapun yang ingin tangguh dalam menghadapi ujian hidup, tetap survaiv dalam setiap musibah, siapapun ingin mendapatkan keajaiban-keajaiban dalam kehidupan maka dasar yang harus dikuatkan adalah iman. Kalau punya iman Allah berikan banyak kejutan dalam hidupnya, Allah berikan banyak kebaikan dalam hidupnya. Oleh karena itu Rasulullah mengatakan untuk hidupnya orang beriman dengan ‘ajaba li amril muminin.

Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999)

Bgm menjaga iman agar tetap lestari atau paling tidak sampai drop? Yaitu dengan duduk ber majelis ilmu. Seperti bahan bakar agar hidup tetap jalan. Dengan menuntut ilmu, kita bisa mengetahui yang halam dan yang haram, mengetahui adanya kabar gembira dan kabar siksa. Dengan berilmu iman akan termotivasi dan membangkitkan kita untuk berbuat ketaatan serta bermal shaleh.

Berita Terkait

Tidak ada artikel terkait

UMP Terkini