Hikmah
Kandungan Surat At-Takatsur
Sabtu 25 Mei 2019      Hikmah
Kandungan Surat At-Takatsur

Allah SWT berfirman:

أَلۡهَىٰكُمُ ٱلتَّكَاثُرُ ١

Bermegah-megahan telah melalaikan kalian.” (QS. At-Takatsur:1)

 

Isi surat At-Takatsur seluruhnya berisi janji, ancaman dan peringatan yang cukup bagi orang-orang yang mau berpikir. Firman-Nya: “...telah melalaikan kalian..” yakni kesibukan Anda dengan cara yang tidak benar telah melalaikan Anda, karena melalaikan sesuatu berarti sibuk dengan sesuatu yang lain. Jika kelalaian itu terjadi disengaja, maka hal itu ada hukumannya, sedangkan jika tidak disengaja maka pelakunya dimaafkan dan hal itu termasuk dalam kategori lupa.

 

Rasulullah SAW bersabda tentang selimut atau tirai bermotif bunga:          

...فإنَّها ألْهَتْني آنفًا عن صلاتِي

“Sesungguhnya selimut ini telah melalaikanku tadi dari shalatku.”

 

Dalam hadis juga disebutkan dengan kata-kata: “Lalu dia lupa dari anak itu”.

Kata “lalai” digunakan untuk hati, sedangkan kata “bermain-main” adalah anggota badan, sehingga keduanya dapat digabungkan. Maka dari itu, firman Allah “bermegah-megahan telah melalaikan kalian” lebih tepat daripada perkataan “kalian telah disibukkan.”  Sebab bisa jadi seseorang melakukan suatu kesibukan dengan menggunakan anggota badannya untuk bekerja, tetapi hatinya tidak lalai.

 

Di dalam Shahih Muslim disebutkan perkataan Abdullah ibn As-Sikhir, bahwa dia menghadap Rasulullah SAW ketika beliau membaca surat At-Takatsur. Nabi SAW bersabda:

قَالَيَقُولُ ابنُ آدَم: مَالي! مَالي! وَهَل لَكَ يَا ابْنَ آدمَ مِنْ مالِكَ إِلَّا مَا أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ، أَو لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ، أَوْ تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ؟! رواه مسلم.

“Ibnu Adam berkata, ‘hartaku, hartaku’. Dan apakah bagimu dari hartamu, kecuali apa yang kamu makan lalu habiskan atau yang kamu pakai lalu rusak, atau apa yang kamu sedekahkan lalu kamu lewatkan?”(HR. Muslim)

 

Arti bermegah-megahan adalah saling beradu atau saling berlomba mengumpulkan sesuatu dalam jumlah yang banyak. Sedangkan sesuatu yang dimegah-megahkan dalam ayat ini tidak disebutkan, sehingga bersifat umum. Yaitu segala sesuatu yang dimegah-megahkan oleh manusia selain ibadah kepada Allah SWT, Rasul dan apa yang membawa manfaat di akhirat kelak. Bermegah-megahan bisa termasuk di dalamnya harta, jabatan, kepemimpinan, wanita, kisah (riwayat hidup), dan ilmu pengetahuan, apalagi kalau semua itu tidak diperlukan. Orang yang meminta agar dilebihkan dari orang lain, dia dapat dikatakan bermegah-megahan. Ini adalah perbuatan yang tercela, kecuali jika bermegah-megahan itu tentang sesuatu yang mendekatkan diri kepada Allah, seperti berlomba-lomba dalam memperbanyak kebaikan dan berlomba-lomba dalam kebajikan.

Berita Terkait

Tidak ada artikel terkait

UMP Terkini