Hikmah
ICT DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Selasa 22 Januari 2019      Hikmah
ICT DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Drs. A. Sulaeman, M.S.I.

 Kaprodi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto

 

Artikel ini membahas mengenai penggunaan dengan Information and Communication Technology (ICT)dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Hal ini didasarkan pada penggunaan teknologi dan informasi dalam dunia pendidikan menjadi kesatuan yang integral guna proses belajar mengajar dapat menjalan dengan optimal. Sementara jenis penelitian dalam artikel ini adalah kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data secara dokumentasi dan observasi. Artikel ini menunjukkan bahwa pembelajaran ICT dalam pembelajaran PAI disajikan secara teknis melalui pengembangan silabus dengan ilmiah, sehingga seluruh rangkaian materi yang disampaikan dapat dipertanggung jawabkan dengan tetap merujuk kepada sumber primer dalam pendidikan agama Islam yakni Al Qur’an dan Hadits. Misalnya, menyediakan aplikasi maktabah syamilah yang berisi literatur kitab klasik, situs Islam, channel youtube islami, dan lainnya. Sehingga proses pembelajaran menjadi lebih atraktif dan dinamis. Oleh sebab itu, secara garis besar penerapan ICT dalam pembelajaran termasuk pembelajaran terbagi atas tiga bagian yakni, situs (website) pembelajaran, email, dan silabus daring (online). ICT yang tepat digunakan dalam pembelajaran PAI secara umum masih sama dengan pelajaran mata pelajaran yang lain, hal yang membedakan lebih pada muatan materi, media, dan alat bantu yang digunakan. ICT dalam pembelajaran PAI lebih merupakan media yang dapat dipakai dalam proses pembelajaran yang mampu menghadirkan suasana Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM).

Perkembangan teknologi dan komunikasi yang semakin pesat,menyebabkan interaksi individu ataukelompok masyarakat semakincepatdan luas.Artinya, bentuk interaksi tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Oleh sebab itu, hal tersebut menuntut masyarakat untuk bisa beradaptasi dengan pekembangan teknologi dan informasi, tidak terkecuali dalam dunia pendidikan.Penggunaan teknologi dan informasi dalam dunia pendidikan menjadi kesatuan yang integral guna proses belajar mengajar dapat menjalan dengan optimal. Salah satu bentuk penggunaan teknologi dan informasi tersebut dikenal dengan Information and Communication Technology (ICT) atau yang lebih akrab dikenal dengan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK). ICT adalah berbagai aspek yang melibatkan teknologi, rekayasa dan teknik pengolahan yang digunakan dalam pengendalian dan pemprosesan informasi serta penggunaannya, hubungan komputer dengan manusia dan hal yang berkaitan dengan social, ekonomi dan kebudayaan (Great Britain. Advisory Council for Applied Research, 1980)

Penggunaan ICT dalam pembelajaran senantiasa memberikan dampak yang signifikan dalam proses pembelajaran, sebab proses pembelajaran menjadi lebih maksimal. Misalnya, media presentasi materi sebagai penyajian materi melalui program komputer yang disajikan dengan perangkat alat saji (proyektor). Bentuk pesan atau materi yang dikemas dapat  berupa teks, gambar, animasi dan video yang dikombinasi dalam satu kesatuan yang utuh. Sehingga yang biasa dipakai dalam media presentasi adalah penggunaan Microsoft office powerpoint yang dapat memudahkan dalam penyampaian materi dalam proses pembelajaran, sebab dapat dapat mempersingkat materi pembelajaran dengan menampilkan point atau inti  dari materi sebuah materi pembelajaran. Pembelajaran dengan menggunakan Microsoft office powerpoint dapat meningkatkan hasil belajar yang bersifat multimedia, dengan menggunakan Microsoft office powerpoint juga proses pembelajaran dapat mencampurkan berbagai media diantaranya teks, gambar, video dan animasi.Penyediaan materi pembelajaran berbasis multimedia diatas akan mempermudah para guru dan peserta didik untuk menangkap materi atau tema pembelajaran setiap sesinya. Selain itu, penggunaan multimedia presentasi digunakan untuk menjelaskan materi-materi yang sifatnya teoritis atau bahkan untuk pembelajaran klasikal dengan group  belajar yang cukup banyak senantiasa lebih efektif dikarena multimedia projector yang memiliki jangkauan  pancar yang cukup besar. Kelebihan media multimedia mampu menggabungkan semua unsur media seperti teks, video, animasi, image, grafik dan sound menjadi satu kesatuan penyajian, sehingga mengakomodasi sesuai dengan modalitas belajar siswa.

Penggunaan ICT pada prinsipnya dalam digunakan pada semua mata pelajaran, termasuk pada pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Apalagi, berdasarkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah mengamatkan bahwa PAI merupakan salah satu mata pelajaran yang harus ada mulai jenjang pendidikan dasar sampi dengan pendidikan tinggi. Dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam keberadaan ICT sangat membantu guna memberikan arah, tujuan dan metode yang dipakai dalam menentukan keberhasilan dari proses pembelajaran. Dalam konteks proses pembalajaran PAI, beberapa bentuk penggunaan ICT yang biasa dilakukan oleh para praktisi pendidiikan (guru) yakni : pertama, penggunaan program powerpoint dalam proses pembelajaran PAI di kelas. Hal ini akan memungkinkan para guru menulis poin-poin penting beserta tampilan materi yang akan disampaikan. Kedua, menggunakan e-mail untuk mengumpulkan tugas dari peserta didik. Pengumpulan tugas melalui e-mail tersebut sekaligus mendidik kepada peserta didik untuk mengurangi global warming (pemanasan global), dikarenakan sedikitnya penggunaan kertas yang digunakan dalam penggandaan tugas. Ketiga, menggunakan mailing list atau grup media sosial untuk diskusi kelas yang diajarkan. Melalui mailing list guru dapat membuat grup atau kelompok sendiri, bisa berupa  satu kelas atau satu sekolah untuk berkomunikasi. Sehingga para guru PAI menginformasikan materi pembelajaran yang akan disampaikan pada pertemuan ke depan via mailing list. Sedangkan seluruh anggota grup akan mengetahuinya dalam waktu yang bersamaan. Saat itu juga peserta didik dapat mendownload materi tersebut dari rumah atau dimanapun tempatnya asal ada jaringan internet. Keempat, menggunakan web blog untuk pembelajaran di dalam dan luar kelas, adanya penggunaan web blog ini memungkin para guru dan peserta didik dapat berinteraksi secara lebih jauh mengenai berbagai hal yang dibutuhkan selama proses pembelajaran. Berkaitan dengan pembelajaran, guru dapat mengunggah (upload) semua materi pembelajaran PAI ke website. Melalui media ini peserta didik dapat belajar tanpa dibatasi dengan ruang kelas.

Penggunaan ICT dalam proses pembelajaran merupakan bagian yang integral untuk mengetahui keberhasil proses pembelajaran. Oleh sebab itu, penggunaan ICT tidak hanya dipandang sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran, melainkan sebagai bagian yang sangat terkait satu sama lain. Dalam proses penggunaan ICT dalam pembelajaran disadari atau tidak memiliki beberapa kelebihan diantaranya, penggunaan gambar-gambar dapat lebih mudah digunakan dalam proses mengajar dan memperbaiki daya ingat dari para murid, para pengajar dapat dengan mudah menjelaskan instruksi-instruksi yang rumit dan memastikan pemahaman dari para murid, serta para pengajar dapat membuat kelas interaktif dan membuat proses belajarmengajar lebih menyenangkan, yang dapat memperbaiki tingkat kehadiran dan juga konsentrasi dari para peserta didik. Dari dampak positif tersebut itulah penggunaan ICT menjadi sebuah metode baru dalam proses pembelajaran, apalagi bila disesuaikan dengan kondisi sisiwa yang kini hidup dalam dunia serba digital.

Berbagai kelebihan penggunaan ICT dalam proses pembelajaran, tentu saja juga memiliki kelemahan yang memungkin peserta didik tidak terlibat aktif dalam pembelajaran yang berbasis ICT, misalnya, keterbatasan dalam pengaturan dan pengoprasian dari alat, alat ICT yang terlalu mahal untuk dimiliki, kesulitan untuk para pengajar dengan pengalaman yang sangat minim dalam penggunaan alat ICT sampai dengan sering terjadi penyalahgunaan teknologi. Oleh sebab itu, hal yang perlu diantisipasi sedari awal yakni mengintegrasikan output proses pembelajaran dengan  metode dan alat yang berbasis ICT.Upaya mengoptimalkan perkembangan teknologi dalam proses pembelajaran PAI, senantiasa harus dilakukan oleh semua stakeholders lembaga pendidikan Islam, tidak terkecuali para guru dalam menyediakan dan memberikan bahan ajar. Maka, penggunaan ICT dalam pembelajaran PAI akan menentukan tingkat pemahamanan peserta didik dengan cara yang lebih variatif dan menyenangkan. 

 

 

Penggunaan Information and Communication Technology(ICT) dalam pembelajaran pada hakikatnya memiliki dampak positif dan negatifnya, sebab penggunaan ICT seringkali harus berhadapan dengan beberapa hal yakni: pertama, pembelajaran yang menggunakan ICT/TIK hanya bisa dilaksanakan oleh sekolah yang mampu, sementara bagi sekolah yang kurang mampu akan ketinggalan, dan siswanya akan kesulitan jika mereka masuk ke sekolah lanjutan di kota besar yang sudah sering menggunakan ICT. Kedua, setiap peserta didik harus mendapat fasilitas yang sama, sehingga dalam pembelajaran yang menggunakan komputer, setiap peserta didik harus memakai satu perangkat komputer yang memadai, jika komputer yang dalam kondisi baik hanya sebagian, akan ada peserta yang hanya menonton, sehingga peserta didik yang menonton tersebut tidak menguasai penggunaan komputer. Ketiga, dalam pembelajaran, peserta didik yang tidak antuasias dalam penerimaan materi seringkali lebih suka main game selama pembelajaran, sehingga tidak konsentrasi dan tidak menerima materi yang diajarkan. Keempat, dalam pembelajaran yang menggunakan internet yang tidak dibatasi, seringkali peserta didik menggunakan internet bukan untuk keperluan belajar, tetapi untuk keperluan daring yang lain.

Secara istilah ICT adalah berbagai aspek yang melibatkan teknologi, rekayasa dan teknik pengolahan yang digunakan dalam pengendalian dan pemprosesan informasi serta penggunaannya, hubungan komputer dengan manusia dan hal yang berkaitan dengan social, ekonomi dan kebudayaan (Great Britain. Advisory Council for Applied Research, 1980). Namun, dalam pemaknaan yang lain sebagaimana dalam tertulis dalam kamus Oxford teknologi informasi dan komunikasi adalah studi atau penggunaan peralatan elektronika terutama komputer, untuk menyimpan, menganalisis dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan dan gambar. maka. berdasarkan pada pengertian diatas, keberadaan ICT/TIK pada terbagi atas dua aspek yakni teknologi informasi dan teknologi komunikasi.  Keberadaan teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sementara teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Sehingga Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Adapun prinsip umum penggunaan teknologi, dalam hal ini ICT adalah sebagai berikut : pertama, efektif dan efisien, penggunaan ICT harus memperhatikan manfaat dari teknologi ini dalam hal mengefektifkan belajar, meliputi pemerolehan ilmu, kemudahan dan keterjangkauan, baik waktu maupun biaya. Kedua, optimal, adanya penggunakan ICT menyebabkan pembelajaran menjadi bernilai “lebih” daripada tanpa menggunakannya. Nilai lebih yang diberikan ICT adalah keluasan cakupan, kekinian (up to date), kemodernan dan keterbukaan. Ketiga, menarik, pembelajaran di kelas akan lebih menarik dan memancing keingintahuan yang lebih, pembelajaran yang tidak menarik dan memancing keingintahuan yang lebih akan berjalan membosankan dan kontra produktif untuk pembelajaran. Kelima, merangsang daya kratifitas berpikir pelajar. Keempat, penggunaan ICT tentu saja diharapkan peserta didik mampu menumbuhkan kreativitasnya dengan maksimal yang terdapat didalam diri mereka. Hal yang tidak kalah penting dalam penggunaan ICT dalam proses pembelajaran harus dilakukan dengan persiapan yang matang sejak dalam persiapan bahan aja. Oleh sebab itu, berbagai dampak negatif penggunaan ICT sedari dini dapat diantisipasi.

Perkembangan teknologi dalam bidang pendidikan menyebabkan umpan balik dalam proses pembelajaran. Hal ini disebabkan penggunaan teknologi dalam bidang pendidikan memberikan interaktif yang komprehensif antara guru dan peserta didik. Salah satu peranan teknologi dalam pendidikan yakni penggunaan Information and Communication Technologies (ICT) dalam proses pembelajaran, sehingga secara tidak langsung dapat mengubah cara belajar, bermain, dan bekerja peserta didik dan guru secara bersamaan. Apalagi, dalam PP Nomor 19 tentang Standar Nasional Pendidikan, pasal 19, ayat (1) disebutkan bahwa: proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, memberikan ruang gerak yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologi siswa.Information and Communication Technologies (ICT) di Indonesia lebih dikenal dengan istilah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang memberikan berbagai ruang penggunaan teknologi dalam berbagai lini kehidupan masyarakat. Sebab, ICT mencakup dua aspek secara bersamaan yakni: pertama, teknologi informasi yang meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Kedua, teknologi komunikasi melipun segala sesuatu yang berkaitan dengan alat bantu guna memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu kepada perangkat yang lainnya. 

Penerapan ICT pada prinsipnya tidak hanya berlaku dalam bidang pendidikan. Tetapi, juga dilakukan pada bidang lainnya, seperti, bidang bisnis dengan adanya aplikasi bisnis e-commerce, e-banking, dan lainnya, bidang kesehatan berkaitan dengan perawatan medis pasien, bidang industri berkaitan dengan proses desain produk hingga pendistribusiannya, serta dalam berbagai bidang lainnya yang menunggunakan ICT dalam proses kegiatannya.Penggunaan ICT dalam pendidikan menjadi sesuatu yang urgen dikarenakan berkaitan proses dan target pembelajaran. Oleh sebab itu penggunaan ICT dalam bidang pendidikan dapat meliputi dalam berbagai aspek penting yakni: pertama, sebagai ilmu pengetahuan yang memberikan sudut pandang baru melalui adanya usaha sadar untuk menyediki, menemukan, dan meningkatkan kemampuan dalam berbagai dimensi. kedua, alat bantu (sarana) pembelajaran untuk memperoleh sumber bahan ajar, relevan dengan kebutuhan pencapaian kompetensi pembelajaran. Ketiga, fasilitas pembelajaran sebagai sarana atau wahana untuk mempermudah sesuatu, hal ini biasanya dihubungan dengan pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana umum yang terdapat dari institusi (sekolah).  Maka, adanya dukungan dari sekolah, mulai dari staf pimpinan, guru, karyawan, siswa orang tua/wali murid, komite sekolah, dan seluruh stakeholders. Hal ini sangat berkaitan dengan penyediaan sarana dan prasana yang dibutuhkan dalam penerapan dan penggunaan ICT/TIK, baik sebagai bagian dari kegiatan ekstra kulikuler maupun penyelenggaraan kelas ICT tersendiri.

Dunia pendidikan selalu membutuhkan  sumber daya insani yang baik dan bermutu, yang mampu  meningkatkan kualitas bangsa, mengembangkan karakter, memberikan keunggulan dan kemampuan berkreasi, sehingga diharapkan mampu melahirkan generasi muda bangsa yang tangguh dan bermutu serta  mempunyai daya saing,  baik regional maupun internasional. Hampir dapat dipastikan bahwa setiap orang membutuhkan produk atau hasil yang bermutu, apakah  itu sebagai produk barang dari pabrikan atau korporasi maupun produk sebuah ‘industri jasa’, yang tergolong produk ‘intangible’, yang tidak nampak secara fisik (konkrit) termasuk pendidikan. Pendidikan yang bermutu secara mikro dapat dilihat indikatornya melalui manajemen  di dalam kelas. Bagaimana seorang guru dapat mentransformasikan ilmu  kepada peserta didik secara efektif, sehingga memperoleh hasil keterserapan yang tinggi dan mencapai ketuntasan belajar yang diharapkan.  

Penggunaan ICT dalam pembelajaran termasuk dalam pembelajaran PAI merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat dimanfaat guru dan murid guna mencapai standar kompetensi dan capaian pembelajaran. Oleh sebab itu, penggunaan ICT juga merupakan salah upaya melakukan konstruksi pembelajaran yang mampu memberikan dampak sistem dalam proses pembelajaran. Namun, hal yang perlu diperhatikan dalam konteks melakukan mengimplementasikan konstruktivisme dalam  pembelajaran perlu memperharikan prinsip-prinsip (Brook and Brook, 2002 : 1) yakni : pertama, mengajukan masalah yang relevan  untuk siswa, yaitu, untuk memulai pembelajaran, ajukan permasalahan  yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga siswa dapat meresponnya. Kedua, menstrukturkan pembelajaran untuk mencapai konsep-konsep esensial. Ketiga, menyadarkan bahwa pendapat  (perspektif) siswa merupakan jendela mereka untuk menalar atau berfikir. Keempat, mengdaptasikan kurikulum  untuk memenuhi kebutuhan dan pengembangan siswa. Kelima, melakukan asesmen terhadap hasil belajar siswa dalam konteks pembelajaran. Penggunaan ICT dalam pembelajaran PAI merupakan media pembelajaran yang sangat integral. Sebab dalam penggunaan ICT sebagai media pembelajaran melibatkan tiga aspek penting yakni, pendidikan agama Islam, teknologi informasi, dan komunikasi. Oleh sebab itu, hal perlu diperhatikan sebelum melaksanakan pembelajaran berbasis ICTterlebih dahulu mengetahui beragam jenis perangkat pembelajaran yang digunakannya.

Perangkat media pembelajaran berbasis TIK/ICT memberikan arahan mengenai varian media pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran PAI. Hanya saja, penyediaan perangkat utama dan pendukung dalam media pembelajaran ini harus senantiasa dilakukan secara terintegratif, sebab penggunaan media berbasis ICT memerlukan integrasi sistem dan materi pembelajaran secara bersamaan, sehingga proses pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih optimal.  Penggunaan ICT dalam pembelajaran PAI yang telah banyak dipraktikkan selama ini masih memaksimalkan media yang telah ada. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari peran ICT dalam pembelajaran itu sendiri yakni: pertama, sebagai media presentasi pembelajaran, seperti slide power point dan animasi dengan program flash. Kedua, sebagai media pembelajaran mandiri atau biasa disebut e-learning. Penggunaan media power point merupakan salah satu media yang paling akrab dan banyak digunakan baik oleh para guru dalam menyampaikan materi maupun para siswa dalam menyampaikan tugas yang dikerjakannya. Sementara penggunaan animasi dengan program flash masih terbilang baru dan hanya digunakan pada kelas-kelas tertentu saja, khususnya kelas animasi yang dapat mendesain gambar dan mengedit video secara dengan kualitas yang cukup baik.

Media pembelajaran mandiri (e-learning) yang belakangan ini menjadi salah satu media pembelajaran yang kian banyak diminati. Hal ini dikarenakan memberikan kemudahan interaksi dan akses informasi yang lebih mudah dan cepat. Hanya saja, bentuk media pembelajaran ini disamping memberikan keemudahan dalam proses pembelajaran, mulai tahap perencanaan sampai dengan evaluasi dapat dilakukan secara daring tanpa terikat ruang dan waktu. Tetapi, hal yang patut diperhatikan dalam penggunaan media pembelajaran berbasis e-learning ini yakni membutuhkan sarana dan biaya yang cukup besar, sebab pihak sekolah atau murid membutuhkan perangkat dan jaringan internet agar proses pelaksanaan e-learning dapat berjalan secara maksimal.

Secara umum penggunaan ICT dalam pembelajaran PAI harus dilihat dalam beberpa prinsip yakni: pertama, pembelajaran PAI berbasis ICT dilakukan agar pembelajaran agama Islam yang diajarkan dengan mudah dapat dimengerti, dipahami dan dipraktikkan oleh para siswa. Misalnya, dalam penggunaan software atau aplikasi maktabah syamilah maupun digital library mampu memberikan banyak referensi bagi siswa untuk mengakses hasil karya ulama klaasik maupun para tokoh pendidikan agama Islam kontemporer. Kedua, untuk menilai secara efektif dan efesien penggunaan ICT harus memperhatikan manfaat dari perkembangan teknologi. Sebab selama ini terkesan ada pandangan bahwa teknologi menjauhkan agama dari penganutnya, begitu pula sebaliknya bahwa agama dipandang tidak ada kaitannya dengan perkembangan teknologi. Artinya, penggunaan ICT mampu mengintegrasikan keduanya dalam satu pandang yang sama. Ketiga, penggunaan ICT menyebabkan proses pembelajaran menjadi lebih maksimal dan manarik. Misalnya, dalam proses pembelajaran PAI para siswa dapat mengunggah dan mengunduh video dari laman Youtube, baik hal tersebut berkaitan dengan materi, praktik, maupun tutorial yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Keempat, penggunaan ICT dalam pembelajaran dapat mendorong kreatifitas para siswa, hal ini disebabkan karena para siswa didorong melakukan proses pembelajaran secara mandiri.

Secara praktik penggunaan ICT dalam pembelajaran PAI, tidak saja mampu menjadi alat membantu dalam proses pembelajaran, tetapi juga dapat berfungsi sebagai ilmu pengetahuan dan alat bantu untuk pembelajaran. Dipandang sebagai ilmu pengetahuan karena dalam praktiknya, ICT tidak hanya menyajikan beragam perangkat, namun juga berkaitan dengan pengembangan keilmuan, khususnya ilmu komunikasi dan teknologi yang dalam kehidupan masyarakat modern yang serba digital mampu memberikan kontribusi yang sangat signifikan dalam kehidupan sosial masyarakat. Maka, dengan adanya penggunaan ICT dalam seluruh pembelajaran dapat menjadi staragi dalam mengembangkan kreativitas sesuai dengan daya dan kemampuannya, sehingga ciri-ciri siswa yang berkembang kreatifitasnya (Wahyudiana&Darodjat, 2015 : 38) sebagai berikut :

  1. Mampu  memotivasi diri
  2. Berfikir kritis,
  3. Daya imanjinasi tinggi,
  4. Berfikir orisinil bukan kutipan guru (original)
  5. Memiliki tujuan untuk ingin berprestasi
  6. Menyampaikan pemiikiran  dengan bahasa sendiri

Penggunaan Information And Communication Technologies (ICT dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi salah satu media pembelajaran yang saat banyak diterapkan oleh sekolah. Pembelajaran ICT dalam pembelajaran PAI disajikan secara teknis melalui pengembangan silabus dengan ilmiah, sehingga seluruh rangkaian materi yang disampaikan dapat dipertanggung jawabkan dengan tetap merujuk kepada sumber primer dalam pendidikan agama Islam yakni Al Qur’an dan Hadits. Misalnya, menyediakan aplikasi maktabah syamilah yang berisi literatur kitab klasik, situs Islam, channel youtube islami, dan lainnya. Sehingga proses pembelajaran menjadi lebih atraktif dan dinamis. Oleh sebab itu, secara garis besar penerapan ICT/TIK dalam pembelajaran termasuk pembelajaran terbagi atas tiga bagian yakni, situs (website) pembelajaran, email, dan silabus daring (online).ICT yang tepat digunakan dalam pembelajaran PAI secara umum masih sama dengan pelajaran mata pelajaran yang lain, hal yang membedakan lebih pada muatan materi, media, dan alat bantu yang digunakan. ICT dalam pembelajaran PAI lebih merupakan media yang dapat dipakai dalam proses pembelajaran yang mampu menghadirkan suasana Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM). Suasana ‘menyenangkan’ atau ‘fun’ sebagai suasana belajar dalam keadaan gembira yang terhindar dari suasana gembira disini bukan berarti suasana ribut, huru-hara, kesenangan  yang sembrono dan kemeriahan yang  dangkal.  

Berita Terkait

Tidak ada artikel terkait

UMP Terkini