Fakultaria
Peringati Hari Kartini Seluruh Petugas Upacara Adalah Mahasiswi
Selasa 23 April 2019      Fakultaria
Peringati Hari Kartini Seluruh Petugas Upacara Adalah Mahasiswi

Ada hal yang berbeda dalam upacara yangbiasadigelar oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS)Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)di halamanUniversitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Senin (22/4/2019) kemarin. Tidak seperti biasanya, seluruh petugas upacara hari itu adalah kaum hawa, termasuk pembina upacara adalah dosen dari kalangan perempuan.

Hal itu dilakukan karena upacara yang dihadiri oleh Dekan I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMP, Drs. Pamujo, M.M., M.Pd, beserta jajaran dosen PGSD UMPserta seluruh mahasiswa semester 2 dan 4 PGSD UMP ini sekaligus memperingati hari Kartini ke-140 yang jatuh pada tanggal 21 April yang lalau.

“Hal ini bertujuan untuk untuk memberi kesempatan kepada perempuan atau mahasiswi untuk bisa berkarya dan membuktikan bahwa perempuan bisa mengambil peran dalam segala hal, khususnya upacara,” tuturSetiyono, Ketua HMPS PGSD.

Sementara itu, Dr Shanty Hawanty PhD dalam amanatnya mengungkapkan,sebagai pendidik, ia memaknai Hari Kartini sebagai tonggak lahirnya kesadaran perempuan bahwa mereka memiliki kesempatan luas untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya agar dapat banyak berkontribusi melakukan hal-hal positif untuk mendukung terciptanya masyarakat madani.

“Pada era sebelum Kartini ketika persamaan hak gender belum digaungkan, posisi perempuan berada pada kedudukan yang kurang mulia dibanding laki-laki. Namun pada era sekarang, posisi kaum perempuan berada pada posisi yang jauh lebih baik, seperti dalam pemberian kesempatan mencari ilmu, berkarya, berinteraksi, dan lain sebagainya,” tandasnya.

Lebih lanjut Shanti mengatakanbahwa emansipasi tidak boleh dimaknai secara bebas. Emansipasi yang dimaksud bukan untuk menyaingi peran laki-laki, tetapi lebih ke arah kesetaraan untuk mengembangkan diri, sesuai dengan batasan-batasan kodrat yang dimiliki wanita.

“Saya berpesankepada perempuan khususnya generasi milenial untuk selalu melakukan hal-hal baik yang bisa dilakukan, mengedepankan inner beauty daripada outer beauty. Jika perempuan masa kini cerdas, maka diharapkan akan mencerdaskan pula generasi-generasi di selanjutnya,” pungkasnya.(ajp/fin/tgr)

Berita Terkait

Tidak ada artikel terkait

UMP Terkini