Fakultaria
Pekan Pancasila, HMPS PPKn UMP Serukan Pemilu 2019 Berkualitas
Rabu 20 Maret 2019      Fakultaria
Pekan Pancasila, HMPS PPKn UMP Serukan Pemilu 2019 Berkualitas

Himpunan Program Studi (HMPS)Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengkajian Masyarakat (LPPM) dan Pusat Kepemimpinan Pancasila menggelar acara Seminar Nasional dalam rangkaian kegiatan pekan pancasila. Acara digelardi Aula AK Anshori lantai 2 Gedung Rektorat UMP.

Kegiatan dihadiri oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Dr Anjar Nugroho, Dekan FKIP, Ketua LPPM UMP, Ketua program studi FKIP UMP, dan dosen PPKn.

Seminar nasional certajuk ‘Pemilih Cerdas, Pemilu Berkualitas Dalam Perspektif Kewarganegaraan untuk Menyongsong Indonesia Kuat’ menghadirkannarasumber guru besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof Dr Sapriya Magister of Education, Guru besar PPKn UMP Prof Dr Tukiran Taniredja MM, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU)BanyumasHanan Wiyoko S IP.

Ketua Program Studi PPKn UMP Efi Miftah Faridli M Pd mengungkapkandalam tersebutmemberikan suatu wacana kepada para pemilih sebagaipemilih cerdas.“Karena dalam era sekarang tuh yang cerdas bukan hanya yang akan dipilih juga pemilihnya harus cerdas, dengan jargon yang dipilih KPU yaitu pemilih kuat, negara berdaulat dan bahwa pemilu harus menggembirakan yang merupakan ajang demokrasi dalam mengkoreksi pemimpinnya,” ungkapnya.

Menurutnya mahasiswa merupakan insan yang bersih yang tidak tercampuri kepentingan-kepentingan politik, kalau mahasiswasudah tercampuri siapa lagi yang akan menjadi agen perubahan.

“Harapannya dari seminar ini mahasiswa dapat tercerahkan dan cerdas. Dan bukan hanya untk 17 April saja akan tetapi untuk kedepannya untuk pilkada, pilkades sehingga apapun bisa dilakukan dengan bijak,”  katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Anjar Nugroho dalam sambutannya mengungkapkan dengan seminar ini diharapkan dapat melahirkan satu perspektif wacana baru tentang  pemilu yang bisa kita gunakan dalam menyongsong pemilu yang akan kita hadapi beberapa hari kedepan.

“Jadi ada dua hal yang bisa kita jadikan sebagai pelajaran tentang pemilu, yakni pertama pemilu sebagai proses memilih pimpinan secara serentak dan yang kedua kita sebagai warga negara Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk terlibat dalam sebuah proses, Inilah sistem demokrasi jadi untuk memilih pemimpin 5 tahun kedepan”,ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakandalam sistem demokrasi, salah memilih pemimpin, harus mengkoreksi pemimpin itu lagi setelah lima tahun kedepan. “Jadikalo dirasa ada pemimpin yang gagal tentu saja kita sebagai pemilih yang cerdas tidak perlu untuk dipilih kembali. Untuk kesempatan kali ini pembicara akan memberikan pencerahan kepada diri kita untuk menjadi pemilih yang cerdas,” ujarnya.

Guru Besar PPKn UMP Dr Tukiran Taniredja MM dalam pemaparannyamenjelaskan bahwa makna pemilu bagi demokrasi Indonesia adalah 1). Sebagai sarana legitimasi politik, melalui pemilu rakyat rakyat memberikan suaranya untuk melegitimasi pemerintahan yang akan berkuasa, 2). Sebagai sarana memilih perwakilan politik, melalui pemilu rakyat memilih wakil-wakil mereka yang akan menjadi representasi kepentingan politik mereka di lembaga perwakilan, 3). Sebagai sarana pergantian elit politik, melalui pemilu rakyat melakukan penyegaran pemerintahan, sehingga terjadi sirkulasi elit politik yang memegang kendali pemerintahan. 4). Sebagai sarana pendidikan politik, melalui pemilu rakyat dibangkitkan kesadaran politiknya sebagai warga negara yang harus kritis memilih wakil-wakilnya yang akan menjadi representasi kepentingan politik mereka. (tys/tgr)

Berita Terkait

Tidak ada artikel terkait

UMP Terkini