Berita
Kisah Relawan Psikososial UMP Dampingi Lansia 105 Tahun
Rabu 5 Mei 2021      Berita
Kisah Relawan Psikososial UMP Dampingi Lansia 105 Tahun

Achmi Akhsani Abrar mahasiswa Fakultas Psikologi, Prodi Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) ditunjuk sebagai relawan psikososial pada bencana gempa bumi yang mengguncang sebagian wilayah di Jawa Timur. Ia mengisahkan pengalamannya mendampingi warga lanjut usia berumus 105 tahun yang menjadi korban gempa.

Pengalaman ini ua jumpai di Dusun Halimo, Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang. Dusun Halimo adalah dusun yang terparah terdampak bencana. Hampir sebagian besar rumah di dusun ini roboh diguncang gempa.

“Di hari kelima saya melakukan pendampingan psikologi di rumah ibu Sri dan Mbah Tukinem,” kata dia.

Sri adalah tuna wicara yang meyelamatkan keluarganya dari reruntuhan rumahnya. Dalam keterbatasan kemampuan bicara, ia menyelamatkan keluarganya.

Sementara Tukinem adalah lansia yang berumur 105 tahun. Ia tertimpa reruntuhan bangunan rumah sehingga kepalanya harus mendapatkan perawatan intensif.

“Mendampingi Ibu Sri maupun mbah Tukinem memiliki tantangan tersendiri, karena masing-masing memiliki kondisi yang unik,” ujar dia.

Achmi menjadi relawan setelah ia menerima pesan pada 14 April 2021. Ia mendapatkan WhatsaApp dari pengrus Muhammadiyah Disaster Management Center Provinisi Jawa Tengah untuk berangkat ke lokasi bencana gempa yang berada di Malang dan Kabupaten Lumajang.

Pada 15 April 2021, Achmi berangkat ke Semarang untuk bergabung dengan tim relawan dari Jateng yang terdiri dari BPBD Jepara, BPBD Demak, BPBD Magelang, BPBD Sragen, BPBD Boyolali, SARDA Jateng, Rumah Zakat,dan MDMC Prov Jateng.

“Sebelum berangkat ke Kabupaten Lumajang pada tanggal 15 April kami tim dari BPBD Jateng melakukan tes swab. Dan pada tanggal 16 April pukul 10.00 pelepasan Relawan Jawa Tengah oleh Gubernur Jateng,” paparnya.

Ia sampai di Lumajang pukul 23.00. Tim ditugaskan selama tujuh hari di Lumajang. Aktivitas hari pertama dan kedua membantu tim BPBD untuk membersihkan reruntuhan rumah.

“Hari ketiga saya membantu logistik melakukan packing makanan untuk para pengungsi, dan hari keempat saya melakukan assesment di satu RW yang berada di Dusun Halimo,” jelasnya.(tgr)

Berita Terkait

Tidak ada artikel terkait